Tag: cuaca ekstrem

  • Gelombang Panas Hantam Korea Selatan, Empat Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Dirawat

    Gelombang Panas Hantam Korea Selatan, Empat Orang Meninggal dan Ratusan Lainnya Dirawat

    7cloud.asia – Hampir 400 orang dirawat di rumah sakit Korea Selatan pada pekan lalu menyusul cuaca panas yang melanda negara tersebut, demikian data resmi pemerintah setempat, pada Minggu (4/08/2024).

    Data dari Badan pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korsel, 507 rumah sakit di seluruh negeri melaporkan sebanyak 384 pasien yang menderita penyakit terkait gelombang panas antara Senin hingga Jumat pekan lalu, dengan 114 di antaranya dirawat pada Kamis.

    Empat orang juga dinyatakan meninggal karena penyakit yang terkait gelombang panas tersebut pada periode yang sama.

    Baca: Hampir setengah juta orang meninggal per tahun akibat panas ekstrem

    Salah satu di antaranya meninggal di Seoul dan satu orang lainnya di Busan. Sedangkan dua lainnya pada Jumat, meninggal di bagian tenggara provinsi Gyeongsang.

    Gelombang panas yang hebat melanda Korsel sejak pekan lalu menyusul berakhirnya musim hujan, dengan suhu berkisar di atas 35 derajat Celsius terjadi di sebagian besar wilayah negara itu.

    Bahkan sempat tercatat suhu meningkat menjadi 40 derajat Celsius di Yangsang, kota di bagian barat daya Korsel pada Sabtu.

    Sumber: Yonhap-OANA

  • BMKG: Awas! Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Mengintai di Musim Hujan

    BMKG: Awas! Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Mengintai di Musim Hujan

    7cloud.asia – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta masyarakat dan seluruh pihak mewaspadai serta siaga menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

    “Pemerintah Daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Adanya fenomena La Nina mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20 persen sampai awal 2025. Situasi ini juga berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi,” jelas Dwikorita dalam siaran persnya.

    Baca: BMKG ajak masyarakat waspada banjir

    Untuk itu, lanjut Dwikorita, pemerintah harus mengoptimalkan fungsi infrastruktur sumber daya air pada wilayah urban atau yang rentan terhadap banjir, seperti penyiapan kapasitas pada sistem drainase, sistem peresapan dan tampungan air.

    Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat mencegah terjadinya banjir secara optimal. Tak hanya itu, Dwikorita mengatakan pemerintah perlu memastikan keandalan operasional waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya.

    Dengan demikian curah hujan yang tinggi dapat dikelola dengan baik dan penggunaannya dapat maksimal di saat musim kemarau.

    Baca: 14 orang meninggal akibat banjir bandang di Ternate

    Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan saat ini sejumlah wilayah Indonesia khususnya di Sumatera, sebagian Kalimantan dan sebagian Jawa bagian tengah hingga barat telah memasuki musim hujan.

    Sedangkan wilayah Pulau Jawa lainnya diprediksi akan memasuki musim hujan pada dasarian II November 2024.

    “Baru saja masuk musim penghujan, tapi beberapa kejadian bencana hidrometeorologi sudah terjadi seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di Bogor dan Sukabumi Jawa Barat. Karenanya, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk waspada, jangan lengah,” terang Guswanto.

    Baca: BNPB kembangkan sistem peringatan dini bencana longsor

    Berdasarkan hasil analisa mingguan BMKG, terdapat potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir atau angin kencang selama sepekan ke depan (7 – 12 November 2024).

    Kondisi ini, kata dia, terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi dinamika atmosfer di Indonesia yang berdampak pada potensi peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah.

    Dampak peningkatan hujan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, namun juga berpengaruh pada aktivitas penerbangan dan pelayaran.

    Baca: Ini penyebab banjir dan longsor kerap melanda Pulau Jawa

    Dengan kondisi cuaca seperti ini, pihaknya mengimbau kepada pengguna, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi, terutama laut dan udara untuk juga mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem ini.

    “Maka dari itu, dalam sepekan ke depan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak ikutannya berupa bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

    “Juga kepada nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika cuaca sedang buruk. Pantau terus kondisi cuaca, angin dan tinggi gelombang melalui aplikasi InfoBMKG,” tambahnya.

     

  • BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Cuaca Ekstrem pada 11-13 November

    BMKG Minta Warga Jawa Tengah Waspadai Cuaca Ekstrem pada 11-13 November

    7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) mengimbau masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi pada 11-13 November 2024.

    BMKG mengingatkan, cuaca ekstrem ini dapat memicu terjadinya bencana hidrometeorologi.

    “Berdasarkan informasi dinamika atmosfer yang dirilis BMKG Stasiun Meteorologi (Stamet) Ahmad Yani Semarang pagi ini, potensi terjadinya cuaca ekstrem itu disebabkan oleh beberapa faktor,” kata Kepala Kelompok Teknisi BMKG Stamet Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Senin (11/11/2024)

    Dalam hal ini, kata dia, aktifnya gelombang ekuatorial Rossby mendukung aktivitas konvektif di wilayah Jateng serta adanya wilayah pertemuan massa udara atau konvergen di tengah dan selatan Jateng.

    Selain itu, lanjut dia, kelembapan udara di berbagai ketinggian cenderung basah, berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan atau awan konvektif (cumulonimbus) yang menjulang hingga ke lapisan atas.

    Menurut dia, kondisi labilitas udara yang kuat di wilayah Jateng dan hangatnya suhu permukaan air laut di Laut Jawa bagian utara dan selatan menunjukkan adanya potensi penambahan massa uap air yang dapat meningkatkan aktivitas pertumbuhan awan hujan.

    “Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Jateng pada 11-13 November,” katanya.

    BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tiga hari ke depan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, puting beliung, pohon tumbang, dan sambaran petir,
    “Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” kata Teguh.

    Lebih lanjut dia mengatakan sejumlah wilayah Jateng yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Senin (11/11/2024) meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang, Semarang, Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen.

    Wilayah Grobogan, Blora, Pati, Kudus, Pati, Jepara, Demak, Kendal bagian selatan, Batang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Tegal, Brebes, Kota Magelang, Salatiga, Surakarta dan sekitarnya juga diminta mewaspadai cuaca ekstrem.

    Selanjutnya wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Selasa (12/11/2024) meliputi Kabupaten Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo.

    Batang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Pemalang bagian selatan, Tegal bagian selatan, Brebes bagian selatan dan sekitarnya juga berpotensi alami cuaca ekstrem.

    Sementara wilayah yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem pada hari Rabu (13/11/2024) meliputi Kabupaten Cilacap bagian utara, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Batang bagian selatan, Pekalongan bagian selatan, Pemalang bagian selatan, Tegal bagian selatan, Brebes bagian selatan, dan sekitarnya.

  • BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Libur Nataru

    BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Saat Libur Nataru

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem kini tengah melanda sejumlah kota di Indonesia. Kondisi seperti ini diperkirakan akan terus berlanjut selama periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Masyarakat diimbau waspada.

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan cuaca ekstrem ini dipicu oleh sejumlah faktor.

    Diantaranya, fenomena La Nina yang mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20-40 persen. Fenomena ini akan berlangsung mulai akhir tahun 2024 hingga setidaknya April 2025.

    Baca: Dampak positif fenomena La Nina di Indonesia

    Selain itu, tambah Dwikorita, terdapat pula dinamika atmosfer lain yang diprediksikan pada periode Nataru aktif bersamaan.

    Dia mencontohkan adanya Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Cold Surge yang bergerak dari daratan Asia (Siberia) menuju wilayah barat Indonesia yang juga berpotensi menambah intensitas dan volume curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.

    “Untuk itu, kami mewanti-wanti masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi di wilayah Indonesia seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, khususnya pada periode Nataru 2024/2025,” jelas Dwikorita dalam rilisnya.

    Baca: Waspada bencana hidrometeorologi saat cuaca ekstrem

    Imbauan ini, lanjut Dwikorita, juga ditujukan kepada perusahaan pelayaran, angkutan penyeberangan, dan nelayan mengingat fenomena cold surge juga dapat memicu gelombang tinggi di laut sehingga membahayakan keselamatan saat aktivitas pelayaran/penyeberangan serta penangkapan ikan.

    “Peringatan dini ini disampaikan untuk mencegah terjadinya kecelakaan laut. Masyarakat bisa mengakses informasi cuaca 24 jam penuh melalui aplikasi @infobmkg. Silahkan akses informasi dari platform tersebut sebagai acuan dalam beraktivitas selama pekan Nataru. Disana juga terdapat informasi gempabumi dan lain sebagainya,” terangnya.

     

  • Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Ekstrem Beberapa Pekan ke Depan

    Peringatan Dini BMKG, Waspada Cuaca Ekstrem Beberapa Pekan ke Depan

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah selama beberapa pekan kedepan. Karena itu, masyarakat diimbau waspada.

    Deputi Bidang Meteorologi pada Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Guswanto menjelaskan saat ini terdapat bibit siklon tropis 96S di Samudra Hindia sebelah barat daya Bengkulu dan Bibit Siklon Tropis 99B yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Aceh.

    Kedua bibit siklon tropis tersebut memberikan dampak langsung maupun tidak langsung terhadap cuaca dan perairan di wilayah Indonesia bagian barat.

    Baca: Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengintai di musim hujan

    Selain itu ada beberapa fenomena lainnya yang sedang aktif yaitu MJO, Gelombang Rossby dan Kelvin.

    “Sehingga dalam beberapa pekan ke depan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” jelas Guswanto.

    Selanjutnya Guswanto menerangkan hingga pertengahan November 2024 (Dasarian I-II), indeks ENSO (gangguan iklim dari Samudra Pasifik) menunjukkan kecenderungan La Nina lemah.

    Sementara indeks Indian Ocean Dipole (IOD) (gangguan iklim dari Samudra Hindia) menunjukkan nilai IOD negatif menuju netral.

    Baca: BMKG ingatkan cuaca ekstrem saat libur Nataru

    Sedangkan dinamika perairan Indonesia secara umum, lanjut dia, menunjukkan kondisi suhu muka laut yang lebih hangat daripada normalnya.

    Berdasarkan pada keseluruhan hasil monitoring tersebut, BMKG menyimpulkan terdapat potensi gangguan iklim basah untuk wilayah Indonesia secara umum hingga awal 2025.

    Secara umum Puncak Musim Hujan 2024/2025 diprediksi terjadi pada Bulan November 2024 hingga Februari 2025.

    Sedangkan wilayah yang diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada November – Desember 2024 antara lain sebagian Sumatera, pesisir selatan Pulau Jawa, dan Kalimantan.

    Baca: Tips dari BMKG menghindari petir

    Kemudian wilayah yang diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada periode Bulan Januari – Februari 2025 yaitu wilayah Lampung, Jawa bagian utara, sebagian kecil dari Sulawesi, Bali, NTB, NTT, dan sebagian besar Papua.

    “Hujan sedang hingga lebat diprediksi terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu, kepada pemerintah daerah diharapkan meningkatkan kesiap-siagaan dengan mengecek kembali sarana dan prasarana kebencanaan yang dimiliki serta melakukan langkah antisipasi yang lebih komprehensif agar potensi bahaya bencana bisa diminimalkan,” jelasnya.

     

     

     

  • Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Beberapa Kota Bakal Mengalami Cuaca Ekstrem

    Cuaca Hari Ini: Termasuk Jakarta, Beberapa Kota Bakal Mengalami Cuaca Ekstrem

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai petir berpotensi melanda beberapa kota di Indonesia termasuk Jakarta pada Jumat (29/11/2024). Masyarakat diimbau waspada.

    Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam akun youtube nya menyebut  hujan disertai petir berpeluang melanda wilayah Jakarta Selatan pada siang hingga sore hari.

    Kondisi cuaca serupa diprediksi melanda wilayah Tanjung Pinang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandung, Kupang, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin, Mamuju dan Manado.

    Sedangkan hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Mataram, Ambon, Sorong, Nabire dan Merauke. Selanjutnya Kota Medan berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.  

    Sementara itu, hujan berintensitas ringan diprediksi terjadi di Kota Banda Aceh, Pekanbaru, Palembang, Lampung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Denpasar, Pontianak, Palangkaraya, Gorontalo, Kendari, Palu, Makassar, Ternate, Manokwari, Jayapura dan Jayawijaya.

    Untuk wilayah Jakarta, cuaca berawan hingga berawan tebal terjadi di seluruh wilayah pada pagi dan malam hari. Peluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di wilayah Jakarta Timur pada siang dan sore hari

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 57 hingga 100 persen.

    Warga yang berada di Kota Jayawijaya diperkirakan akan merasakan suhu terendah. Suhu tertinggi diprediksi akan dirasakan warga yang berada di Kota Semarang dan Surabaya.

     

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Barat, 3 Orang Meninggal

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Tanah Longsor di Jawa Barat, 3 Orang Meninggal

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Barat sejak Selasa hingga Rabu (3-4/12/2024) ini telah menyebabkan berbagai kejadian bencana di beberapa titik di Jawa Barat.

    Cuaca ekstrem yang ditandai intensitas hujan yang tinggi memicu banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah di Sukabumi dan Cianjur.

    Keterangan BNPB yang diterima Rabu (4/12/2024) menyebut, tanah longsor terjadi di 14 titik dengan dampak terbesar di Kecamatan Simpenan, Palabuhanratu, dan Warungkiara.

    BPBD Kabupaten Sukabumi telah melakukan evakuasi, sejumlah titik kritis menjadi prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga.

    Laporan yang diterima BNPB satu orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor. Sebanyak 243 jiwa tercatat sebagai korban yang terdampak, dengan 46 KK (96 jiwa) mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman.

    Sementara itu, tujuh KK (19 jiwa) lainnya masih terancam di wilayah yang rawan longsor dan banjir.

    Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan

    Hingga saat ini tercatat 36 unit rumah rusak ringan, tiga unit rumah rusak sedang, dan satu unit rumah rusak berat akibat tanah longsor dan banjir. Selain itu, enam fasilitas umum (fasum) seperti jalan dan jembatan mengalami kerusakan atau terputus.

    Wilayah terdampak sebanyak 22 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dengan kerusakan yang bervariasi. Kecamatan yang paling parah terdampak antara lain Ciemas, Palabuhanratu, dan Simpenan.

    Banjir dan longsor terjadi hampir di setiap kecamatan, termasuk daerah-daerah yang sebelumnya dianggap aman.

    Di Kecamatan Ciemas, satu desa, yaitu Desa Rato, mengalami kerusakan yang signifikan akibat longsor yang menimbun rumah-rumah warga.

    Di Kecamatan Simpenan, dua desa, Sangrawayang dan Loji, mengalami longsor yang mengancam pemukiman warga. Desa lainnya yang juga terdampak antara lain Desa Tegallega di Kecamatan Cidolog, Desa Ciengang di Kecamatan Gegerbitung, serta Desa Sirnaresmi di Kecamatan Cisolok.

    Di Kecamatan Warungkiara, dua desa yakni Hegarmamah dan Ubrug juga mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor yang terjadi secara bersamaan.

    Baca: Kenaikan suhu global membuat bencana akan lebih sering terjadi

    Beberapa kecamatan lain yang terdampak bencana ini termasuk Lengkong, Cikembar, Bantargadung, dan Sukaraja, yang sebagian besar terendam air.

    Selain itu, beberapa desa di Kecamatan Sukalarang, Cicurug, dan Curugkembar turut terimbas, meskipun dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

    Kejadian tanah longsor juga menimpa sebuah rumah di Desa Talagasari, kecamatan Sindangbarang, Cianjur pada Selasa (3/12/2024).

    Longsor terjadi setelah hujan deras turun dengan durasi cukup lama di wilayah tersebut, sehingga akibatkan tebing di belakang rumah tersebut longsor dan menimpa satu keluarga yang ada di dalam rumah.

    Dua orang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tertimbun longsor dan material rumah, yakni atas nama Yusma 26 tahun dan Aqila usia 1 tahun. Sementara itu satu orang atas nama Hilman alami luka dilarikan ke rumah sakit terdekat.

    BNPB mengimbau agar masyarakat dan pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan mengingat saat ini sejumlah daerah memasuki musim hujan.

    Bagi warga yang tinggal di wilayah tebing dan bukit agar waspada jika hujan dengan itensitas tinggi terus terjadi.

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Desember

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Waspada Cuaca Ekstrem Hingga 8 Desember

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi sebagai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi melanda sejumlah wilayah hingga 8 Desember mendatang.

    Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menjelaskan cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh adanya bibit siklon tropis 91S di Samudra Hindia, sebelah barat daya Banten.

    Akibatnya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda wilayah Lampung, Banten, Jawa Barat, Jabodetabek, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku.

    Baca: Cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi mengintai di musim hujan

    “Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi, seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, serta dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan air, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin akibat keberadaan bibit siklon ini,” jelas Dwikorita dalam konferensi pers secara daring pada Kamis (5/12/2024) malam.

    BMKG juga mengelompokkan daerah yang masuk dalam kategori WASPADA meliputi sebagian wilayah Bengkulu, Lampung, Banten, Jabodetabek.

    Wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur juga termasuk dalam kategori WASPADA. Sementara itu, wilayah dengan kategori SIAGA adalah Jawa Barat.

    Baca: La Nina hingga april 2025 berpotensi picu bencana hidrometeorologi

    Selain itu, bibit siklon tropis ini tersebut berdampak di perairan selatan Selat Sunda berupa angin kencang yang mencapai kisaran 15-25 knot (27-46 km/jam).

    Tak hanya itu, gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter diprediksi terjadi di kawasan Samudra Hindia, khususnya di selatan Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

    Gelombang yang lebih tinggi, dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter, berpotensi terjadi di perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudra Hindia barat Bengkulu – Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, Perairan Selatan Banten, Perairan Garut – Pangandaran, hingga Samudra Hindia di barat daya Banten dan selatan Jawa Tengah.

    “Khusus kepada pengguna transportasi laut dan nelayan, kami menyarankan untuk sementara waktu menghentikan aktivitas di wilayah laut, mengingat ancaman gelombang tinggi yang dapat mencapai 4 hingga 6 meter di sekitar perairan selatan Jawa bagian barat. Kami mohon masyarakat tidak menganggap remeh keberadaan bibit siklon ini demi keselamatan bersama,” terangnya.

  • Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan Seharian

    Cuaca Hari Ini: Siap Payung, Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan Seharian

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan seluruh wilayah DKI Jakarta terjadi hujan berintensitas ringan hingga hujan disertai petir seharian pada Minggu (08/12/2024).

    Dalam laman resmi BMKG, hujan dengan intensitas ringan berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Jakarta, kecuali Jakarta Pusat pada Minggu pagi.

    Selanjutnya pada siang hingga sore hari hujan dengan intensitas sedang berpeluang mengguyur hampir seluruh wilayah Jakarta kecuali wilayah Kepulauan Seribu.

    Malam harinya hujan disertai petir berpotensi melanda wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

    Baca: Curah hujan tinggi di Jakarta dapat picu banjir besar

    Sementara sebagian besar kota di Indonesia berpeluang terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir.   

    Hujan dengan intensitas ringan diperkirakan terjadi di Kota Banda Aceh, Padang, Tanjung Pinang, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Surabaya, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, Banjarmasin, Manado, Ambon, Ternate, Manokwari dan Jayapura.   

    Kemudian hujan dengan intensitas sedang berpotensi mengguyur Kota Medan, Bengkulu, Kupang, Mamuju, Makassar, Sorong, Nabire dan Jayawijaya.

    BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan disertai petir yang akan melanda Kota Pekanbaru, Jambi, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Denpasar, Tanjung Selor, Palu, Kendari dan Merauke.

    Baca: Waspada cuaca ekstrem hingga 8 Desember

    BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi banjir rob yang masih terjadi di sejumlah wilayah pesisir. Seperti pesisir Kepulauan Riau, pesisir Jawa Tengah dan pesisir Kalimantan Barat.

    Suhu udara berkisar antara 16 hingga 33 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 62 hingga 100 persen.

    Masyarakat yang berada di Kota Denpasar, Banjarmasin dan Pontianak diprediksi akan merasakan suhu tertinggi. Sedangkan suhu terendah diprediksi akan dirasakan masyarakat yang berada di Kota Jayawijaya.  

     

  • BMKG Ingatkan Curah Hujan Tinggi pada Akhir Desember Bisa Memicu Banjir Besar seperti Tahun 2020 di Jakarta

    BMKG Ingatkan Curah Hujan Tinggi pada Akhir Desember Bisa Memicu Banjir Besar seperti Tahun 2020 di Jakarta

    7cloud.asia – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan kemungkinan terjadinya banjir besar seperti yang terjadi pada tahun 2020 di Jakarta.

    Dwikorita Karnawati menjelaskan potensi banjir besar di Jakarta tersebut terjadi sebagai imbas pergerakan seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia yang bisa memicu cuaca ekstrem.

    “Sejak minggu lalu BMKG mendeteksi adanya potensi masuknya seruak udara dingin dari dataran tinggi Siberia. Kemudian diprediksi mulai Desember ini sudah bergerak mengarah ke wilayah Indonesia,” ungkap Dwikorita dalam Raker Kesiapan Nataru dengan Komisi V DPR beberapa waktu lalu.

    “Diprediksi landing-nya ini kira-kira sekitar tanggal 20 Desember sampai sekitar 29 Desember,” lanjutnya.

    Akibat pergerakan seruak udara dingin tersebut, beberapa wilayah terjadi angin kencang, gelombang tinggi, dan peningkatan curah hujan termasuk wilayah Jakarta.

    Baca: Peringatan Dini BMKG, cuaca ekstrem hingga 8 Desember

    Selanjutnya Dwikorita menjelaskan skenario terburuk yang terjadi di Jakarta adalah cuaca ekstrem yang memicu banjir besar seperti tahun 2020 lalu.

    Kemudian kalau saat landing ke Indonesia bagian barat yaitu Jawa Barat, Lampung, kemudian Banten, DKI. Skenario terburuk itu meningkatkan curah hujan dengan intensitas yang ekstrem.

    “Contoh yang sudah terjadi di tahun 2020 di bulan Januari kondisi terparah adalah Jabodetabek banjir saat itu,” terang mantan rektor Universitas Gadjah Mada ini.

    Sedangkan skenario paling ringan, menurutnya, adalah terganggunya aktivitas pelayaran seperti yang pernah terjadi sekitar 2 tahun lalu.

    “Saat itu penyeberangan di Merak-Bakauheni, tiba-tiba kapal yang sudah parkir ini oleng. Karena seruak angin itu kapalnya oleng, sementara masih ada yang menyeberang. Jadi waktu itu satu truk masuk ke laut, kemudian satu mobil juga masuk ke laut,” jelasnya.

    Baca: Pemprov DKI lakukan modifikasi cuaca hingga akhir tahun

    Sebelumnya banjir besar pernah melanda wilayah Jakarta beberapa kali. Terakhir banjir besar terjadi pada Januari 2020. Saat itu ratusan wilayah Jakarta tergenang 350 cm.

    Sebanyak 390 RW di 151 kelurahan dari 35 kecamatan Jakarta terendam banjir dengan durasi empat hari hingga air benar-benar surut.

    Kemudian sebanyak 83.406 orang terdampak dan 19 orang meninggal dunia. Cuaca ekstrem terjadi di Jakarta saat itu dengan curah hujan mencapai 377 mm/hari.

    Merespons hal ini, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah meminta peringatan BMKG tersebut harus menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    “Potensi banjir besar seperti tahun 2020 harus menjadi peringatan serius bagi Pemprov DKI Jakarta, terutama dengan prediksi puncak musim hujan dan cuaca ekstrem selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang telah disampaikan oleh BMKG,“ ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/12/2024)

    Dia menegaskan, Pemprov tidak boleh hanya mengandalkan retorika atau menunggu situasi memburuk sebelum bertindak.