BMKG: Awas! Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi Mengintai di Musim Hujan

Written by

in

7cloud.asia – Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati meminta masyarakat dan seluruh pihak mewaspadai serta siaga menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi.

“Pemerintah Daerah dan masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim penghujan. Adanya fenomena La Nina mengakibatkan potensi penambahan curah hujan hingga 20 persen sampai awal 2025. Situasi ini juga berpotensi meningkatkan frekuensi bencana hidrometeorologi,” jelas Dwikorita dalam siaran persnya.

Baca: BMKG ajak masyarakat waspada banjir

Untuk itu, lanjut Dwikorita, pemerintah harus mengoptimalkan fungsi infrastruktur sumber daya air pada wilayah urban atau yang rentan terhadap banjir, seperti penyiapan kapasitas pada sistem drainase, sistem peresapan dan tampungan air.

Hal ini dilakukan agar pemerintah dapat mencegah terjadinya banjir secara optimal. Tak hanya itu, Dwikorita mengatakan pemerintah perlu memastikan keandalan operasional waduk, embung, kolam retensi, dan penyimpanan air buatan lainnya.

Dengan demikian curah hujan yang tinggi dapat dikelola dengan baik dan penggunaannya dapat maksimal di saat musim kemarau.

Baca: 14 orang meninggal akibat banjir bandang di Ternate

Sementara itu, Deputi Meteorologi BMKG, Guswanto mengungkapkan saat ini sejumlah wilayah Indonesia khususnya di Sumatera, sebagian Kalimantan dan sebagian Jawa bagian tengah hingga barat telah memasuki musim hujan.

Sedangkan wilayah Pulau Jawa lainnya diprediksi akan memasuki musim hujan pada dasarian II November 2024.

“Baru saja masuk musim penghujan, tapi beberapa kejadian bencana hidrometeorologi sudah terjadi seperti banjir dan tanah longsor yang terjadi di Bogor dan Sukabumi Jawa Barat. Karenanya, kami menghimbau kepada seluruh masyarakat dan stakeholder terkait untuk waspada, jangan lengah,” terang Guswanto.

Baca: BNPB kembangkan sistem peringatan dini bencana longsor

Berdasarkan hasil analisa mingguan BMKG, terdapat potensi terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir atau angin kencang selama sepekan ke depan (7 – 12 November 2024).

Kondisi ini, kata dia, terjadi karena beberapa faktor yang mempengaruhi dinamika atmosfer di Indonesia yang berdampak pada potensi peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah.

Dampak peningkatan hujan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, namun juga berpengaruh pada aktivitas penerbangan dan pelayaran.

Baca: Ini penyebab banjir dan longsor kerap melanda Pulau Jawa

Dengan kondisi cuaca seperti ini, pihaknya mengimbau kepada pengguna, penyedia jasa transportasi, dan operator transportasi, terutama laut dan udara untuk juga mewaspadai kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem ini.

“Maka dari itu, dalam sepekan ke depan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak ikutannya berupa bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di seluruh wilayah Indonesia,” katanya.

“Juga kepada nelayan untuk tidak memaksakan diri melaut jika cuaca sedang buruk. Pantau terus kondisi cuaca, angin dan tinggi gelombang melalui aplikasi InfoBMKG,” tambahnya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *