Tag: banjir

  • Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Grobogan, Lebih 2000 Rumah Terendam

    Cuaca Ekstrem Picu Banjir di Grobogan, Lebih 2000 Rumah Terendam

    7cloud.asia – Cuaca ekstrem yang ditandai curah hujan tinggi mengakibatkan tanggul Sungai Jragung jebol sehingga kawasan di sekitar Kecamatan Karangawen, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah tergenang. 

    Banjir akibat cuaca ekstrem di Kabupaten Grobogan ini dilaporkan merendam setidaknya 2.662 rumah dan 56 hektare lahan persawahan dengan ketinggian di atas 1 meter.

    “Penyebab banjir tersebut adalah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin malam, 5 Februari 2024,” kata Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Selasa (6/2/2023).

    Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng yang diterima pukul 12.00 WIB, banjir di Grobogan berdampak di 32 desa di 12 kecamatan di wilayah tersebut.

    Baca: BRIN ingatkan cuaca ekstrem akan makin sering terjadi

    Tak hanya merendam rumah dan sawah, banjir juga menggenangi enam unit fasilitas pendidikan, satu rumah ibadah, satu kandang sapi, hingga merusak talud dan infrastruktur jalan.

    Banjir juga sempat mengganggu dan memutus jaringan tranportasi darat  

     

    Hujan deras yang terjadi pada Senin (5/2/2024) malam, kata dia, mengakibatkan volume air di tiga daerah aliran sungai (DAS), yakni Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang di Grobogan meluap.

    Kecamatan yang terdampak banjir tersebut meliputi, Godong, Tawangharjo, Geyer, dan Tegowanu, Penawangan, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, Kedungjati, Tanggungharjo, Grobogan, dan Gubug.

    Baca: BMKG ingatkan warga bersiap hadapi cuaca ekstrem di puncak musim penghujan

    Di Kecamatan Gubug, banjir menyebabkan Jalan Raya Purwodadi-Gubug terendam limpahan air di sisi barat jembatan sehingga lalu lintas terputus.

    Nana mengatakan bahwa kondisi banjir saat ini telah berangsur surut di beberapa titik, dan masih dalam penanganan BPBD Jateng bersama dengan BPBD Kabupaten Grobogan.

    Terkait upaya penanganan, kata dia, BPBD Jateng terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Grobogan untuk memastikan kondisi di lapangan.

    Koordinasi dilakukan, baik evakuasi masyarakat terdampak, penyiapan dapur umum, dan distribusi logistik yang diperlukan.

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    BPBD Kabupaten Grobogan bersama Pemprov Jateng dibantu TNI dan Polri terus melakukan langkah-langkah untuk evakuasi.

    “Masyarakat yang terdampak kami arahkan ke beberapa tempat yang aman. Dapur lapangan dan pengiriman logistik juga dilakukan,” katanya.

    Selain itu, BPBD Grobogan juga berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melakukan penanganan dan evakuasi warga yang terjebak banjir, termasuk pendistribusian nasi bungkus untuk warga yang terdampak.

    Usai diwawancara, Nana bersama sejumlah jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jateng juga langsung bertolak menuju Kabupaten Grobogan untuk meninjau lokasi banjir.

    Baca: Perubahan iklim membuat bencana metrohidrologi makin sering terjadi

  • Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Sumbawa, Lebih dari 1800 jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

    Hujan Lebat Mengguyur Wilayah Sumbawa, Lebih dari 1800 jiwa Terdampak Banjir Bandang dan Longsor

    7cloud.asia – Hujan lebat yang mengguyur wilayah hulu Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat (10/02/2024) sore menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor. Lebih dari 1800 jiwa terdampak.

    “Banjir bandang ini akibat hujan lebat yang terjadi di wilayah hulu Kabupaten Sumbawa sejak pukul 14.30 WITA,” ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat.

    Melansir Antaranews, Nurhidayat menerangkan hujan lebat di wilayah hulu menyebabkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Samapuin hingga mulut kali Desa Labuhan Sumbawa meluap.

    Akibatnya banjir dengan cepat menggenangi rumah warga.”Karena debit air yang tinggi mengakibatkan meluapnya air dari tanggul,” katanya.

    Baca: Banjir di Grobogan rendam 2000 rumah

    Data sementara BPBD Kabupaten Sumbawa, sejumlah wilayah dan korban yang terdampak banjir, meliputi Kelurahan Bugis dengan  370 Kepala Keluarga (KK) atau 1.850 jiwa terdampak.

    Selain itu Kelurahan Samapuin meliputi RW 02 dengan 20 KK terdampak dan satu rumah hanyut.

    Sementara di RW 04/RT 06 10 terdampak dan RW 05 sebanyak 60 KK terdampak sehingga total 91 KK dengan 463 jiwa.

    Di Kelurahan Pekat meliputi RT 01 dengan 132 KK 132 atau 700 jiwa, RT 02 dengan 102 KK atau 500 jiwa, RT 03 dengan 194  KK 194 atau 1.000 jiwa, sehingga total 428 KK dengan  2.200 jiwa.

    Baca: BNPB lakukan modifikasi cuaca tangani banjir berhari-hari di Riau

    Kemudian di Kelurahan Brang Biji, meliputi RW 03/RT 08 dengan 73 KK, RW 03/RT 06 dengan 6 KK 6, RW 02/RT 06 dengan 7 KK, sehingga total terdampak sebanyak 86 KK dengan 344 jiwa.

    Kelurahan Brang Bara jumlah yang terdampak 365 KK dengan 978 jiwa dan Kelurahan Lempeh 149 KK dengan 617 jiwa.

    “Secara keseluruhan total yang terdampak banjir sebanyak 1.489 KK atau 6.278 jiwa dan tidak ada korban jiwa,” ungkapnya.

    Tak hanya banjir bandang, Nurhidayat mengungkapkan ada dua titik yang tertimpa tanah longsor dekat PDAM Semongkat dan Berang Dara setelah jembatan area konservasi Demongkat.
    Baca: Hampir 500 jiwa mengungsi akibat banjir di Makassar

    Nurhidayat menjelaskan pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan desa/kelurahan/kecamatan tempat terdampak kejadian.

    Tak hanya itu pihaknya bersama unsur TNI/Polri, desa/kelurahan, kecamatan dibantu masyarakat setempat juga sudah langsung terjun ke lokasi.

    “Saat ini kondisi air perlahan surut dan warga mulai membersihkan rumah,” ujarnya.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Sempat Setinggi Semeter Lebih, Banjir yang Menggenangi Bandar Lampung Mulai Surut

    Sempat Setinggi Semeter Lebih, Banjir yang Menggenangi Bandar Lampung Mulai Surut

    7cloud.asia – Banjir yang merendam ratusan rumah warga di Bandar Lampung mulai surut pada Minggu (25/2/2024) siang. 

    Warga yang sebelumnya sempat mengungsi sudah kembali dan mulai membersihkan rumah mereka.

    Kepala kantor SAR Basarnas Lampung, Deden Ridwansah mengatakan, pihaknya memusatkan evakuasi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Natar, Kecamatan Sukabumi, Kecamatan Kedamaian, dan Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung.

    Basarnas Lampung menambah 4 tim rescue untuk menuju ke wilayah tersebut dan melakukan evakuasi bersama tim SAR gabungan.

    Baca: BMKG minta warga waspadai bencana hidrometrologi

    Sampai pukul 24.00 waktu Indonesia barat (WIB) tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi sebanyak 76 jiwa ke tempat pengungsian.

    “Dan hasil pantauan ter-update di lokasi tersebut alhamdulillah air sudah berangsur turun,” kata Deden Ridwansah, Minggu (25/2/2024) siang.

    Neni (32), salah seorang warga yang terdampak banjir hanya mampu menyelamatkan diri bersama anggota keluarganya saat banjir terjadi, sedangkan barang-barang berharganya tidak sempat diselamatkan.

    “Sudah sering sih terjadi banjir, tetapi ini yang terparah, barang-barang di rumah banyak yang hanyut,” kata Nani.

    Baca: Perubahan iklim membuat kemarau semakin kering dan musim hujan semakin basah  

    Banjir akibat meluapnya sejumlah aliran sungai di Bandar Lampung ini juga mengakibatkan lumpuhnya Jalin Lintas Timur Sumatera (Jalinsum) di Desa Hajimena, Natar, Lampung Selatan.

    Hal ini terjadi karena ruas jalan terendam banjir dengan ketinggian air hingga satu meter lebih.

    Banjir ini disebabkan hujan deras mengguyur Kota Bandar Lampung sejak Sabtu (24/2/2024) petang. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

    Hujan deras selama hampir tiga ini juga mengakibatkan banjir yang juga merendam kawasan Hajimena, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

    Baca: Pemanasan global akan membuat bencana makin sering terjadi

    Ratusan rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai tiga meter. Untuk mengevakuasi warga dari lokasi banjir, tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi.

    Dari beberapa video amatir warga, terlihat derasnya arus air menerjang permukiman warga dengan ketinggian air satu meter hingga 3 meter.

    Untuk mengevakuasi warga di lokasi banjir, tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi kejadian.

    Dengan sejumlah perahu karet, tim SAR gabungan mengevakuasi warga ke lokasi yang aman dari banjir. Tim SAR gabungan mengutamakan para lansia yang dievakuasi ke lokasi yang aman dari banjir.

     

    Sumber; Antaranews.com

  • Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

    Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat 14 Hari

    7cloud.asia – Banjir bandang menerjang Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Tanah Datar, Sumatera Barat pada Jum’at, (23/2) lalu. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari.

    “Selepas kita mendengarkan analisa, masukan dan saran dari Forkopimda dan instansi terkait, maka ditetapkan masa tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Bupati Tanah Datar, Eka Putra di Batusangkar, Minggu (25/02/2024).

    Melansir Antaranews, Eka menjelaskan sebelum penetapan status ini, pihaknya telah melakukan berbagai upaya penanganan awal bagi warga yang terdampak.

    Baca: Banjir di Bandar lampung mulai surut

    Diantaranya memberikan bantuan awal melalui Dinas Sosial dan BPBD Tanah Datar.

    Dalam masa tanggap darurat ini ia berharap tidak terjadi bencana susulan sehingga memudahkan petugas membersihkan material.

    “Kita telah mengambil langkah-langkah strategis dalam penanganan musibah ini, semoga beberapa hari ke depan cuaca baik, sehingga tidak terjadi bencana susulan,” jelasnya.

    Sementara Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanah Datar, dr. Ermon Revlin menjelaskan banjir bandang pada Jumat lalu berdampak pada tiga Jorong di Nagari Barulak.

    Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana

    Berdasarkan data BPBD sebanyak 27 unit rumah, dua mushala, dan puluhan hektar lahan pertanian terkena dampak banjir bandang di Nagari Barulak tersebut.

    “Sampai saat ini, diperkirakan 27 rumah, dua mushala, lima jembatan dan puluhan hektar lahan pertanian dan perkebunan masyarakat yang terdampak, dan saat ini petugas kami terus mendata terhadap potensi kerugian yang ditimbulkan musibah ini,” unkap Ermon.

    Reporter: Nurakhmayani
     

     

  • Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir! Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Bakal Hujan dari Pagi hingga Sore

    Cuaca Hari Ini: Waspada Banjir! Seluruh Wilayah Jakarta Diprediksi Bakal Hujan dari Pagi hingga Sore

    7cloud.asia – Seluruh wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan pada Jumat (01/03/2024) pagi.

    Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi adan Geofisika (BMKG) hujan ini akan terus berlanjut hingga siang dan sore hari. Tetapi wilayah Kepulauan Seribu diperkirakan berawan.

    Sedangkan pada malam hari, cuaca diperkirakan berawan. Peluang hujan dengan intensitas ringan pada malam hari terjadi di wilayah Jakarta Timur.

    Suhu udara berkisar anatara 24 hingga 31 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 70 hingga 100 persen.

    Potensi hujan juga terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Hujan lebat diatas 50 mm/hariberpotensi mengguyur sebagian wilayah  Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi.

    Baca: BMKG minta warga waspadai cuaca ekstrem

    Wilayah lainnya yang berpotensi hujan lebat adalah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat.

    Sebagian wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua berpotensi hujan lebat.

    BMKG memperkirakan potensi hujan disertai kilat/petir atau hujan badai terjadi di wilayah Aceh, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah.

    Kondisi cuaca serupa juga diprediksi terjadi di sebagian wilayah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara.

    Wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Maluku dan Papua Barat juga berpeluang terjadi hujan badai.

    Baca: Kenali tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Tidak hanya hujan. Potensi angin kencang diatas 45 km/jam berpeluang melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Yaitu sebagian wilayah Aceh, Sumatera Selatan, Jawa Barat.

    Peluang angin kencang juga diperkirakan menerjang wilayah DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Suhu udara berkisar antara 19 hingga 34 derajat celsius. Suhu terendah diperkirakan terjadi di Kota Bandung. Suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Denpasar dan Medan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Ekstrem Picu Banjir, 200 Rumah di Perbatasan Indonesia-Malaysia Tergenang

    Hujan Ekstrem Picu Banjir, 200 Rumah di Perbatasan Indonesia-Malaysia Tergenang

    7cloud.asia – Sebanyak 200 rumah terdampak banjir yang terjadi di kawasan perbatasan Indonesia – Malaysia, di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, sejak Jumat (1/3/2024) lalu.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat (Kalbar) menyebut banjir ini terjadi akibat curah hujan tinggi (hujan ekstrem) yang mengguyur wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia itu.

    “Dari kejadian banjir pada 1 Maret 2024 di daerah perbatasan tepatnya di Kecamatan Sajingan Besar, total ada 200 rumah terdampak banjir itu termasuk Pos Pamtas dan Wisma Indonesia PLBN Aruk serta fasilitas lainnya,” jelas Ketua Satgas Informasi BPBD Kalbar, Daniel di Pontianak, Minggu (03/03/2024).

    Baca: Banjir di Tanah Datar, pemerintah tetapkan status tanggap darurat

    Melansir Antaranews, 200 rumah tersebut tersebar di dua desa yang terdampak banjir, yaitu desa Sebunga dan Kaliau.

    Berdasarkan data BPBD Kalbar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan ketinggian air bervariasi, hingga mencapai 120 centimeter.

    Dalam menangani banjir ini, Daniel menjelaskan BPBD telah mengambil sejumlah langkah yang dilakukan sejak Sabtu (02/03/2024) yaitu penanganan dan pemantauan di lapangan.

    “Sejumlah pihak turun tangan mulai BPBD, pemerintah desa, kecamatan, Tagana dan lainnya. Kondisi sudah surut kemarin,” katanya.

    Baca: Banjir yang menggenangi Bandar Lampung mulai surut

    Sementara itu, Camat Sajingan Besar, Obertus mengungkapkan banjir kali ini merusak Jembatan Berkemajuan di Desa Kaliu’ berupa peretakan.

    “Kemudian SDN 03 Sajingan Besar pagar roboh, perabot dan buku terendam akibat banjir bandang tersebut. Kami terus berkoordinasi atas dampak dan penanganannya, meski saat ini airnya sudah surut,” ungkapnya.

    Tak hanya itu, banjir juga merusak sejumlah ruas jalan serta merobohkan pagar SDN 03 Sajingan Besar sekaligus perabot dan buku buku terendam.

    Banjir di perbatasan menyusul curah hujan tinggi yang terjadi pada Jumat (1/3) sejak pukul 22.00 WIB.

    Baca: Cuaca ekstrem makin sering terjadi akibat perubahan iklim

    Kemudian banjir mulai menenggelamkan sebagian rumah warga pada Sabtu (2/3/2024) pukul 04.00 WIB – 09.00 WIB.

    Selanjutnya air surut dan tidak ada penambahan lokasi yang dilanda banjir.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Siapkan Payung, Kondisi Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan pada Siang dan Sore

    Siapkan Payung, Kondisi Cuaca Seluruh Wilayah Jakarta Bakal Hujan pada Siang dan Sore

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir pada Selasa (5/3/2024) siang hingga sore.

    Hujan ringan berpeluang terjadi di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

    Sedangkan wilayah Jakarta Barat berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang. Hujan disertai petir berpeluang terjadi di Jakarta Selatan dan Timur.

    Hujan akan terus berlangsung hingga malam hari di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Wilayah lainnya diperkirakan cerah berawan.

    Baca: BMKG ingatkan kondisi cuaca di Jakarta kurang ramah selama sepekan mendatang

    Sebelumnya, pada pagi hari BMKG memperkirakan seluruh wilayah Jakarta berawan.

    Suhu udara berkisar antara 25 hingga 30 derajat celsius dengan tingkat kelembaban antara 75 hingga 95 persen.

    Sementara wilayah lain di Indonesia sebagian besar juga terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan disertai petir dan angin kencang.

    Hujan lebat diatas 50 mm/hari berpeluang mengguyur sebagian wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung.

    Baca: Warga diminta mewaspadai cuaca ekstrem saat pancaroba

    Selain itu wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara berpotensi hujan lebat.

    Hujan lebat juga berpotensi mengguyur wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

    BMKG memperkirakan hujan disertai kilat/petir atau hujan badai berpeluang melanda wilayah Aceh, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat.

    Kondisi cuaca yang sama diperkirakan melanda wilayah DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur.

    Baca: Tiga jenis cuaca ekstrem yang merusak

    Wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku dan Papua Barat berpotensi hujan disertai petir.

    BMKG memperkirakan angin kencang di atas 45 km/jam berpotensi terjadi di wilayah  Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Selatan.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Hujan Lebat Picu Banjir, Lebih dari 4 Ribu Warga Terdampak

    Hujan Lebat Picu Banjir, Lebih dari 4 Ribu Warga Terdampak

    7cloud.asia – Hujan lebat yang mengguyur Kota Mojokerto, Jawa Timur pada Selasa (05/02/2024) malam hingga Rabu (06/03/2024) dinihari mengakibatkan banjir di empat kelurahan. Ratusan rumah terendam dan 4.503 warga terdampak banjir.

    Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro saat meninjau langsung langsung lokasi terdampak di Kelurahan Meri menjelaskan hujan lebat mengakibatkan Sungai Sadar meluap.

    Hal ini menyebabkan air menggenangi rumah warga dengan kedalaman 30 hingga 70 sentimeter dan merendam sawah hingga 81 hektar.

    “Sejumlah rumah warga terendam dan juga sejumlah fasum seperti sekolah, masjid juga ada yang terendam banjir,” ungkap Ali seperti yang dilansir Radar Mojokerto.

     Baca: Curah hujan tinggi, waspada bencana di wilayah ini

    Pihaknya kini tengah menangani banjir serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

    Selain itu, pemkot juga mendirikan posko penanganan banjir dan posko kesehatan di masing-masing lokasi tersampak.

    Termasuk dapur umum yang didirikan secara gabungan oleh Dinsos P3A dan PMI Kota Mojokerto.

    “Dapur umum untuk menyediakan nasi bungkus ke rumah-rumah warga yang terdampak,” imbuhnya.

    Satkorlak Penanggulangan Bencana (PB) Kota Mojokerto bersama jajaran TNI-Polri dan unsur sukarelawan tengah berusaha menangani banjir.

    Baca: Cuaca ekstrim, rendam lebih dari 2 ribu rumah di Grobogan

    Pihaknya juga berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jatim untuk membantu mempercepat penanganan banjir.

    Sementara itu, Sekdakot Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah stakeholder.

    Menurutnya banjir berdampak di semua kecamatan di Kota Mojokerto. “Di tiga kecamatan ada semuanya yang terdampak banjir. Tepatnya ada di empat kelurahan dan di tujuh lingkungan,” ungkap Gaguk yang juga Ketua Satkorlak PB Kota Mojokerto ini.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Banjir dan Longsor Melanda Pariaman, 3 Orang Meninggal dan Hampir 3 Ribu Warga Mengungsi

    Banjir dan Longsor Melanda Pariaman, 3 Orang Meninggal dan Hampir 3 Ribu Warga Mengungsi

    7cloud.asia – Banjir dan tanah longsor melanda Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat sejak Jumat (08/03/2024) lalu. Akibatnya tiga orang meninggal dunia dalam bencana ini dan hampir 3 ribu warga mengungsi ke tenda darurat.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dua orang diantaranya yang meninggal tersebut ditemukan dalam timbunan material tanah longsor.  

    “Korban meninggal dunia itu ditemukan kemarin,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Sabtu (09/03/2024).

    Sedangkan korban meninggal lainnya ditemukan setelah tubuhnya terseret arus deras banjir.

    Baca: Hujan deras picu banjir, 4 ribu warga terdampak

    Namun, ia belum dapat memastikan identitas dan lokasi tempat korban itu ditemukan.

    Saat ini, pihaknya tengah berupaya mengevakuasi warga. Abdul tak menampik kemungkinan jumlah korban dapat bertambah.

    Untuk itu pula, BNPB mengimbau bagi warga yang merasa ada kerabat dan anggota keluarga yang hilang untuk segera melapor kepada petugas gabungan yang telah disiagakan di lokasi demi kelancaran proses pencarian.

    Berdasarkan data BPBD Padang Pariaman, banjir merendam 800 unit rumah warga tersebar di 15 kecamatan, yaitu Kecamatan Lubuak Aluang,
    Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Batang Anai, Kecamatan V Koto.

    Baca: Hujan lebat mengguyur Sumbawa picu banjir bandang dan longsor

    Selain itu Kecamatan Sungai Limau, Kecamatan V Koto Timur, Sitonga, Anam Lingkuang, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Nan Sabaris, Sungai Geringging, Kecamatan VII Koto, Kecamatan V Koto, Kecamatan VII Koto Patamuan dan Ulakan Tapakis.

    Sedangkan 9 kecamatan yang terdampak longsor adalah Kecamatan Lubuak Aluang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkuang, Kecamatan V Koto Kecamatan V Koto Timur, Kecamatan VII Koto Patamuan.

    Longsor juga melanda kecamatan Batang Anai, Kecamatan Sungai Geringging dan Kecamatan Sungai Limau.

    Selain itu, 10 hektare sawah masih tergenang banjir dengan ketinggian muka air 30 centimeter – mencapai 3 meter.

    Kondisi ini semakin parah akibat besarnya volume luapan sungai setempat yang tak mampu membendung hujan deras yang masih mengguyur daerah tersebut.

    Baca: Cuaca ekstrem rendam 2000 rumah di Grobogan

    Akibatnya 2.958 warga terpaksa dievakuasi ke tenda darurat, atau fasilitas umum, dan beberapa lainnya mengungsi ke tempat sanak-saudara yang aman dari banjir – tanah longsor.

    Rusaknya tiga jembatan dan satu jalan penghubung akibat derasnya arus banjir dilaporkan cukup menjadi hambatan bagi petugas tim gabungan BPBD, TNI/Polri, Basarnas untuk melakukan evakuasi.

    Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman saat ini tengah berupaya memenuhi kebutuhan pokok para korban, dengan telah mendirikan dapur umum dan posko kesehatan di beberapa lokasi bencana itu.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    Korban Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Barat Kini Capai 26 Orang

    7cloud.asia – Korban tewas akibat banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatera Barat terus bertambah. Hingga Senin (11/03/2024) korban tewas mencapai 26 orang.

    Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat (Sumbar) 26 korban tersebut yaitu 23 orang di Kabupaten Pesisir Selatan dan 3 orang di Kabupaten Padang Pariaman.

    “Update pagi ini, korban meninggal dunia akibat bencana di Sumbar totalnya 26 orang,” ungkap Kepala BPBD Sumbar Rudy Rinaldy seperti yang dikutip Kompas.com.

    Selanjutnya Rudy menjelaskan pihaknya masih terus melakukan pencarian terhadap 6 orang warga yang hilang.

    Baca: Banjir dan longsor di Pariaman, 3 orang tewas

    “Enam orang yang masih dicari itu semuanya di Pesisir Selatan. Diduga tertimbun longsor dan terseret banjir,” ujarnya.

    Seperti yang diberitakan sebelumnya, tingginya curah hujan yang terjadi sejak Kamis (07/03/2024) malam membuat sejumlah wilayah di Sumatera Barat terendam banjir dan longsor.

    Beberapa wilayah yang mengalami banjir dan longsor adalah Padang, Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Limapuluh Kota, Sawahlunto, Mentawai, Agam, Kota Solok, Kabupaten Solok dan Pasaman.

    “Yang terparah itu Pesisir Selatan yang menyebabkan 23 orang meninggal dunia dan sempat membuat akses jalan Sumbar-Bengkulu terputus,” ungkapnya.  

    Sementara di Padang, banjir merendam ribuan rumah dan menyebabkan akses jalan Padang-Solok terputus karena longsor.

    Baca: Hujan lebat picu banjir, ribuan warga terdampak

    Selain itu, banjir juga mengakibatkan akses jalan utama ke Bandara Internasional Minangkabau sempat terputus karena jembatan terancam ambruk. Tiga orang tewas dalam banjir di Padang Pariaman ini.

     “Saat ini air sudah susut, namun menyisakan material lumpur di rumah warga dan sisa-sisa longsor,” ujarnya.

    Akses jalan yang sebelumnya sempat tertutup di Pesisir Selatan ada 3 titik yaitu di Barung-barung Belantai kini sudah dibuka kembali.

    Demikian juga akses jalan di Duku Utara karena longsor dan Ranah Pesisir akibat pangkal jembatan terban kini telah dibuka.

    “Kemudian di Padang ada di Lubuk Paraku yang menyebabkan akses Padang-Solok sempat tertutup. Lalu akses jalan utama ke BIM di Padang Pariaman,” urainya.

    reporter: Nurakhmayani