7cloud.asia – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil pengembangan teknologi Faspol 5.0. Teknologi ini merupakan sebuah mesin pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar ramah lingkungan, petasol
Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Sistem Produksi Berkelanjutan dan Penilaian Daur Hidup BRIN, Tri Martini mengatakan Faspol 5.0 merupakan generasi kelima dari metode fast pyrolysis, yang menggunakan sistem multi kondensor untuk meningkatkan efisiensi proses pirolisis.
“Salah satu inovasi utama adalah penghapusan penggunaan pipa spiral atau elbow, yang biasanya rawan tersumbat dan berpotensi menimbulkan ledakan. Dengan sistem baru ini, proses pembakaran menjadi lebih lancar dan aman,” ungkapnya
BRIN, ujarnya, telah melakukan uji laboratorium terhadap bahan bakar berbahan sampah plastik hasil olahan Faspol 5.0, yang disebut petasol.
Hasil uji menunjukkan bahwa petasol memenuhi 18 parameter standar bahan bakar minyak (BBM), dengan angka setana mencapai 51, lebih tinggi dibandingkan biosolar (38,6) dan mendekati kualitas Pertamina Dex atau Dexlite.
Baca: Cara kerja Faspol 5 mengolah sampah plastik jadi petasol
Dijelaskan Martini, teknologi ini telah mendapatkan paten dan masuk dalam e-katalog, sehingga dapat diperjualbelikan dan didistribusikan ke berbagai komunitas serta instansi yang membutuhkan solusi atas masalah sampah plastik.
“BRIN berharap Faspol 5.0 dapat menjadi bagian dari strategi nasional menuju ekonomi sirkular dan energi berkelanjutan,” tandasnya.
Saat ini, lanjut Martini, teknologi Faspol 5.0 telah diimplementasikan di beberapa desa di Indonesia, termasuk Desa Kasilib, Kecamatan Wanadadi, Kabupaten Banjarnegara, dan telah digunakan di 52 lokasi di seluruh Indonesia.
Merk petasol sudah memiliki sertifikat Hak Cipta dan nama Faspol juga sudah memiliki tanda daftar Paten dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Uji mutu petasol telah dilakukan pula di Laboratorium BRIN, Lemigas, dan Universitas Diponegoro.
Namun demikian, meskipun teknologinya telah mendapatkan paten, produk bahan bakar petasol masih dalam proses pendaftaran regulasi dan pengajuan izin untuk dapat dijual secara luas.
Baca: Penggunaan teknologi radiasi dalam pengolahan sampah plastik
Regulasi yang sudah ada adalah Perwali no 7 Tahun 2025 yang dikeluarkan Pemerintah Kota Semarang, ditandatangani oleh Walikota Semarang pada 17 Februari 2025.
Dia berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan regulasi yang mendukung penggunaan bahan bakar hasil olahan Faspol 5.0, sehingga dapat digunakan secara luas.
”Selain itu, diperlukan juga kolaborasi dengan industri sehingga Faspol 5.0 dapat dikembangkan lebih lanjut untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas bahan bakar yang dihasilkan,” katanya.
Inventor Faspol 5.0, Budi Trisno Aji menerangkan bahwa saat ini, lebih dari 52 mitra dari berbagai daerah termasuk luar Jawa telah mereplikasi teknologi ini.
Setiap hari, mesin produksi petasol milik BSB mampu menghasilkan hingga 200 liter bahan bakar, menjadi solusi nyata atas permasalahan sampah plastik sekaligus kebutuhan energi alternatif di daerah, terutama untuk mesin pertanian.
Kesulitan kami adalah meyakinkan masyarakat untuk menggunakan produk kami. Namun setelah kehadiran BRIN yang melakukan berbagai kajian komprehensif sehingga menjadi sadar dan membuat produk kami bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Harapan kami supaya bisa ada regulasi dari pemerintah supaya teknologi terapan dan inovasi masyarakat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas,” harapnya.









