Greenpeace: Sistem Guna Ulang Jadi Solusi Mengatasi Krisis Sampah Plastik

Written by

in

 

7cloud.asia – Juru Kampanye Bebas Plastik Greenpeace Indonesia, Ibar Akbar menekankan pentingnya solusi guna ulang untuk sachet dan pouch sekali pakai sebagai langkah strategis atasi krisis sampah plastik di Indonesia.

Berbicara dalam Multi Stakeholder Forum: Implementasi Peta Jalan Pengurangan Sampah, yang diselenggarakan Greenpeace Indonesia, Ibar mengatakan selain mengatasi ancaman lingkungan akibat sampah plastik, guna ulang juga diharapkan bisa menjadi solusi menghadapi tantangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Forum ini juga menjadi momen penting untuk menyoroti potensi sistem guna ulang sebagai alternatif nyata terhadap model ekonomi berbasis plastik sekali pakai yang selama ini mendominasi.

“Kita tidak bisa terus menambal krisis plastik dengan solusi tambal-sulam di hilir. Akar masalahnya ada di hulu, di produksi plastik sekali pakai yang terus digenjot tanpa kendali,” tegas.

Baca: Greenpeace Indonesia tagih peta jalan pengurangan sampah oleh produsen

Jika didukung standar, infrastruktur, dan kebijakan yang tepat, sistem guna ulang berpotensi menyumbang nilai ekonomi bersih hingga Rp 1,5 triliun pada 2030 (AZWI; 2024).

Di sisi lain, sistem ekonomi guna ulang dapat menciptakan sebanyak 4,4 juta lapangan kerja bersih secara kumulatif di seluruh sektor ekonomi selama periode 2021–2030.

Menurut riset yang dilakukan Bappenas, UNDP, dan Kedubes Denmark lapangan kerja dari sistem ekonomi guna ulang ini, 75 persen di antaranya berpotensi diisi oleh perempuan.

“Kita punya kesempatan emas untuk mengubah arah, dari ekonomi plastik menuju ekonomi guna ulang. Inisiatif sudah ada, tinggal kemauan politik dan keberanian industri yang perlu ditingkatkan,” ujar Ibar dikutip dari keterangan tertulis yang dirilis di laman resmi Greenpeace.

Baca: KLH akan wajibkan produsen bertanggung jawab atas sampah plastik yang diproduksinya

Greenpeace Indonesia, ujar Ibar, percaya bahwa krisis sampah plastik tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

Diperlukan kolaborasi nyata antara pemerintah, industri, dan masyarakat sipil untuk menghadirkan kebijakan dan solusi yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Ibar menambahkan, sudah saatnya industri mengambil tanggung jawab penuh, dan mendukung sistem guna ulang sebagai solusi nyata yang adil dan berkelanjutan

Greenpeace Indonesia menekankan bahwa penguatan skema Extended Producer Responsibility (EPR) merupakan langkah krusial untuk memastikan produsen tidak lagi lepas tangan atas sampah dari produk mereka.

Baca: Baru 21 produsen yang tuntaskan Peta Jalan Pengurangan Sampah

Forum ini diharapkan menjadi titik balik dalam memperkuat komitmen semua pihak, serta memperluas dukungan terhadap sistem guna ulang sebagai bagian dari transisi menuju masa depan yang lebih bersih dan sehat bagi semua.

Forum ini dihadirkan sebagai ruang diskusi terbuka antara pemerintah, produsen, dan masyarakat sipil untuk meninjau kembali capaian implementasi peta jalan, mengidentifikasi tantangan, dan mendorong langkah konkret pengurangan sampah plastik di masa depan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *