Tag: iran

  • AS Hindari Tuduhan Kejahatan Perang dalam Serangan Militer ke Iran

    AS Hindari Tuduhan Kejahatan Perang dalam Serangan Militer ke Iran

    7cloud.asia – Pemerintah AS, di bawah Donald Trump berupaya menghindari tuduhan kejahatan perang dalam penyerangan ke berbagai infrastruktur Iran, ungkap Politico mengutip dua pejabat Pentagon tanpa menyebutkan identitas mereka.

    Menurut Politico, Pentagon saat ini sedang meninjau daftar fasilitas energi Iran, termasuk beberapa di antaranya yang juga memasok militer selain warga sipil.

    Laporan itu juga mengungkap, telah terjadi perdebatan sengit di Pentagon mengenai batas antara target militer dan sipil.

    Baca: Kantor Al Araby TV juga jadi sasaran serangan AS–Israel

    Sebagai contoh, beberapa pejabat di Washington meyakini bahwa pabrik desalinasi air dapat dianggap sebagai target karena militer juga membutuhkan air minum, tambah laporan itu.

    Sebelumnya pada Senin (7/4/2026), Juru Bicara PBB Stephanie Dujarric menyatakan bahwa serangan AS terhadap fasilitas sipil di Iran, seperti jembatan dan pembangkit listrik, akan melanggar hukum internasional.

    Pada 30 Maret, Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat akan “meledakkan dan melenyapkan sepenuhnya” semua pembangkit listrik, sumur minyak, Pulau Kharg, dan pabrik desalinasi Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

    Baca: Mayoritas warga AS menolak perang dengan Iran

    Sementara pada Minggu, ia memperingatkan Iran tentang “Hari Pembangkit Listrik dan Hari Jembatan” pada 7 April kecuali jika Iran membuka kembali Selat tersebut untuk lalu lintas.

    Amerika Serikat dan Israel melancarkan agresi militer dengan menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari, termasuk Kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.

    Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah dan menutup Selat Hormuz untuk kapal AS, Israel dan sekutunya.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

  • Trump Menyerah dan Menerima Usulan yang Diajukan Iran, Resmi Dilakukan Gencatan Senjata Selama 2 Minggu

    Trump Menyerah dan Menerima Usulan yang Diajukan Iran, Resmi Dilakukan Gencatan Senjata Selama 2 Minggu

    7cloud.asia – Pemerintah Iran mengeklaim pihaknya berhasil memaksa Amerika Serikat (AS) untuk menerima proposal gencatan senjata yang diajukan Teheran.

    Pernyataan ini disampaikan Dewan Keamanan Nasional Iran usai AS dan Iran menyepakati gencatan senjata yang efektif berlaku pada Rabu (8/4/2026).

    Gencatan senjata tersebut sedianya akan berlangsung selama dua pekan dan ditindaklanjuti perundingan di Pakistan. Kesepakatan ini menghentikan perang AS-Israel di Iran yang telah berlangsung selama 40 hari.

    Dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (8/4/2026), Dewan Keamanan Nasional Iran mengeklaim telah mencapai kemenangan bersejarah atas AS-Israel.

    “Iran telah mencapai kemenangan besar dan memaksa penjahat Amerika menerima proposal 10 poin yang kami ajukan,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran dikutip PressTV, Rabu (8/4/2026).

    Baca: Trump ingin segera akhiri operasi militer ke Iran

    Berdasarkan keterangan Dewan Keamanan Nasional Iran, 10 poin tuntutan yang diajukan Teheran dalam proposal gencatan senjata adalah sebagai berikut.
    1. Jaminan tidak ada agresi baru terhadap Iran
    2. Berlanjutnya kontrol Iran atas Selat Hormuz
    3. Penerimaan atas pengayaan uranium
    4. Pencabutan seluruh sanksi primer
    5. Pencabutan seluruh sanksi sekunder
    6. Penghentian seluruh resolusi Dewan Keamanan PBB (terkait Iran)
    7. Penghentian seluruh resolusi Board of Governors (IAEA)
    8. Pembayaran kompensasi untuk Iran
    9. Penarikan pasukan AS dari Timur Tengah
    10. Penghentian perang di setiap front, termasuk Lebanon

    Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan proposal Iran yang berisi 10 poin tersebut dapat menjadi basis untuk perundingan damai. Trump pun mengaku militer AS telah memenuhi tujuan perang sehingga bersedia berunding.

    “Alasan kami menyepakatinya adalah kami telah memenuhi dan melampaui seluruh tujuan militer, dan sudah sangat mendekati dengan kesepakatan definitif terkait perdamaian permanen dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” kata Trump dalam keterangan tertulis yang dirilis Gedung Putih, Rabu (8/4/2026).

    Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres menyambut baik pengumuman gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran.

    Baca: Jutaan warga AS menolak operasi militer ke Iran

    Guterres menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik sedang yang terjadi di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk mematuhi ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut.

    Hal itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan persetujuannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan.

    Guterres juga menekankan bahwa penghentian segera terhadap permusuhan yang terjadi menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia di tengah krisis.

    Dia juga mengapresiasi upaya mediasi yang dipimpin Pakistan dan negara-negara lain, yang bekerja untuk memfasilitasi perjanjian gencatan senjata.

    “Utusan Pribadi Sekretaris Jenderal Jean Arnault berada di kawasan ini untuk mendukung upaya menuju perdamaian yang langgeng,” ujar Dujarric.

    Sumber: Kompas TV/Anadolu

  • Serangan Israel ke Lebanon Mengancam Kelanjutan Perundingan Damai AS-Iran

    Serangan Israel ke Lebanon Mengancam Kelanjutan Perundingan Damai AS-Iran

    7cloud.asia – Delegasi Iran beberapa kali menunda perjalanan mereka ke Islamabad (Pakistan) untuk melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat. Sikap Teheran ini dipicu serangan Israel ke Lebanon, lapor penyiar Iran Press TV pada Jumat, mengutip sebuah sumber.

    Pada hari yang sama, Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan delegasi AS menuju ke perundingan dengan “pedoman yang cukup jelas” dari Presiden AS Donald Trump. Namun hingga saat ini belum ada informasi mengenai kunjungan delegasi Iran.

    Secara khusus, Iran memperingatkan bahwa serangan Israel ke Lebanon dapat merusak jalannya perundingan, kata sumber tersebut kepada penyiar.

    Akibatnya, tekanan dari Iran memaksa negara Yahudi tersebut menghentikan serangannya di Beirut (Lebanon). Sumber itu menambahkan bahwa gelombang serangan baru akan membatalkan partisipasi Iran dalam pembicaraan dengan AS.

    Pada Selasa (7/4/2026) malam, Presiden Trump mengatakan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua minggu dengan Iran, serta menyatakan bahwa Iran juga setuju untuk membuka Selat Hormuz.

    Baca: Trump menyerah dan menerima usulan gencatan senjata yang diajukan Iran

    Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kemudian menyatakan bahwa Teheran akan memulai pembicaraan dengan AS pada hari Jumat di ibu kota Pakistan, Islamabad.

    Pada Rabu (8/4/2026), pesawat tempur dan artileri Israel menyerang lebih dari selusin permukiman di Lebanon selatan, termasuk di kota besar Tirus.

    Trump mengatakan penghentian serangan Israel ke Lebanon tidak termasuk dalam kesepakatan dengan Iran, karena adanya gerakan Hizbullah. Namun Iran menganggap itu sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang dicapai antara AS dan Iran.

    Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pelaksanaan negosiasi untuk mengakhiri konflik AS-Iran bergantung pada komitmen terhadap kewajiban gencatan senjata di semua pihak.

    Pakistan telah meningkatkan langkah-langkah keamanan di ibu kotanya, Islamabad, menjelang perundingan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencapai gencatan senjata dan mengumumkan hari libur nasional pada Kamis dan Jumat (9-10/4/2026).

    Baca: Kewalahan, Trump ingin segera mengakhiri operasi militer ke Iran

    Proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat, untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata, menurut jadwal akan dimulai di Islamabad pada Jumat atas undangan Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif.

    Pembicaraan tersebut diyakini akan berlangsung di sebuah hotel di distrik administratif, yang telah dalam pengamanan.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf akan memimpin delegasi Iran, sementara pihak Amerika Serikat akan diwakili Wakil Presiden J.D. Vance serta dua utusan khusus Presiden Donald Trump, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner.

    Putaran pertama perundingan dikabarkan akan dimulai pada Sabtu (11/4) dengan membahas 10 poin proposal Iran, yang termasuk di antaranya soal kendali Iran atas Selat Hormuz, penarikan pasukan Amerika dari Timur Tengah, serta penghentian semua operasi militer.

    Salah satu hambatan dalam perundingan tersebut adalah Lebanon, yang telah menjadi sasaran serangan Israel.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

  • Perundingan Iran dengan AS Berfokus Pengawasan Selat Hormuz dan Pengembangan Nuklir

    Perundingan Iran dengan AS Berfokus Pengawasan Selat Hormuz dan Pengembangan Nuklir

    7cloud.asia – Pembicaraan antara Iran dengan Amerika Serikat akan diperpanjang satu hari lagi, dengan putaran baru akan dimulai pada Minggu (12/4/2026) di Islamabad, seperti dilaporkan kantor berita Iran Tasnim.

    Sebelumnya pemerintah Iran menyatakan bahwa negosiasi antara delegasi Iran dan AS akan terus berlanjut meskipun terdapat perbedaan dari kedua pihak

    “Negosiasi akan terus berlanjut meskipun terdapat sejumlah perbedaan,” kata pemerintah Iran di Telegram.

    Iran dan AS memulai pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026) setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran tentang gencatan senjata selama dua minggu pada Rabu (8/4/2026) malam.

    Perundingan itu berfokus pada persoalan Selat Hormuz, isu nuklir, perbaikan akibat perang, pencabutan sanksi, dan pengakhiran konflik di kawasan secara tuntas, lapor reuters.com mengutip juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei.

    Baca: Serangan Israel ke Lebanon ancam kelanjutan perundingan damai AS-Iran

    Dalam laporan itu disebutkan, Baghaei mengatakan keberhasilan pembicaraan di Islamabad bergantung pada keseriusan niat AS, penolakan terhadap “maksimalisme,” dan pengakuan atas hak-hak Iran.

    Selain itu, delegasi Pakistan mengusulkan patroli bersama di Selat Hormuz kepada AS dan Iran, lapor Al Jazeera mengutip sumber diplomatik di pemerintahan Pakistan.

    Usulan tersebut menyebutkan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz yang termasuk patroli bersama kedua pihak.

    Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf. Delegasi tersebut juga mencakup Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, serta Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.

    Sementara delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance bersama utusan khusus Presiden Donald Trump Steve Witkoff dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik

     

  • Negosiasi Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan: Penutupan Selat Hormuz Jadi Sorotan

    Negosiasi Iran-AS Gagal Capai Kesepakatan: Penutupan Selat Hormuz Jadi Sorotan

    7cloud.asia – Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) selama dua hari di Islamabad, Pakistan belum menghasilkan kesepakatan. Isu Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama perbedaan.

    Media Iran menyebut perbedaan pandangan, termasuk terkait pembukaan kembali Selat Hormuz, yang menjadi hambatan utama dalam perundingan tersebut.

    Media CNN, mengutip seorang pejabat Iran yang menyatakan bahwa status Selat Hormuz tidak akan berubah kecuali Iran dan AS mencapai “kerangka bersama” untuk melanjutkan negosiasi. Ia juga menyebut tuntutan berlebihan dari pihak AS telah menghambat jalannya perundingan.

    Penutupan secara efektif terhadap Selat Hormuz oleh Iran, mneyusul serangan sepihak oleh AS dan Israel telah mengguncang pasar global dan mendorong lonjakan harga energi dunia.

    Pasalnya, jalur sempit tersebut menjadi rute penting bagi pengangkutan minyak mentah, gas alam cair, serta pupuk ke Asia dan kawasan lainnya. Dalam kondisi normal, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur strategis tersebut.

    Presiden AS Donald Trump telah mendesak Iran untuk menjamin kelancaran pelayaran kapal melalui selat tersebut, menyusul kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu yang dicapai pekan lalu.

    Baca: Perundingan Iran-AS fokus pada pengawasan Selat Hormuz dan pengembangan nuklir

    Namun, gencatan senjata tersebut dinilai rapuh, dengan Israel masih melanjutkan serangan terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran, yang menurut AS tidak termasuk dalam cakupan kesepakatan tersebut.

    Di tengah perundingan yang dimediasi Pakistan, Selat Hormuz tetap menjadi agenda utama. Militer AS menyatakan dua kapal perusak Angkatan Lautnya telah melintasi jalur tersebut sebagai persiapan operasi pembersihan ranjau, klaim yang dibantah oleh Iran.

    Wakil Presiden J.D. Vance yang memimpin delegasi AS dalam perndingan tersebut, mengatakan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington, demikian menurut

    “Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan.

    Vance juga menyampaikan bahwa AS telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran. Ia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut.

    Baca: Serangan Israel ke Lebanon ancam kelanjutan perundingan Iran-AS

    Menurut Vance, Iran memutuskan untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS. “Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya kepada wartawan setelah pembicaraan.

    Ia menambahkan bahwa AS tetap berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang. Vance juga menegaskan bahwa tawaran yang diajukan AS dalam perundingan terbaru merupakan tawaran final dan terbaik.

    “Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” ujarnya di Islamabad usai perundingan.

    Ia kembali menekankan bahwa posisi AS telah disampaikan secara jelas dalam negosiasi tersebut.

    “Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi, dan kami telah menyampaikannya sejelas mungkin, namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” kata Vance.

    Sumber: Antaranews.com/Sputnik-RIA Novosti

     

  • Maksimalisme Delegasi AS Jadi Pemicu Gagalnya Perundingan Damai Iran-AS

    Maksimalisme Delegasi AS Jadi Pemicu Gagalnya Perundingan Damai Iran-AS

    7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, tuntutan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut (AL) dari delegasi Amerika Serikat (AS) menggagalkan tercapainya kesepakatan dalam perundingan damai terbaru mereka di Islamabad, Pakistan.

    Padahal, kata Araghchi dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Senin (13/4) pagi waktu setempat, Teheran dan Washington hanya “tinggal selangkah lagi” untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi mereka di Islamabad, Ibu Kota Pakistan, Sabtu (11/4/2026), untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

    Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang.

    Namun, ketika perundingan hanya tinggal selangkah lagi dari ‘MoU Islamabad’, delegasi Iran justru menghadapi maksimalisme dari AS, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade.

    Baca: Negosiasi Iran-AS gagal capai kesepakatan

    “Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan,” ujar dia.

    Menanggapi gagalnya perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Minggu (12/4) mengatakan AL AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz.

    Komandan AL Iran, Shahram Irani, pada Minggu yang sama menyebut ancaman Trump untuk memberlakukan blokade AL di Selat Hormuz “sangat konyol dan menggelikan”, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.

    Dia menambahkan AL Iran sedang memantau semua pergerakan pasukan AS di kawasan tersebut.

    Baca: Kejahatan Perang dalam serangan militer AS ke Iran

    Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap kapal militer yang berniat mendekati Selat Hormuz dengan dalih atau alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

    Pihak Iran menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal tersebut.

    Sementara Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade Selat Hormuz, melaksanakan arahan Presiden Donald Trump, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai.

    Pada Minggu (12/4/2026), CENTCOM tersebut berjanji untuk memulai blokade “seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran” pada 13 April, pukul 14:00 waktu setempat.

    Iran dan AS melakukan perundingan di Islamabad pada Sabtu setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu (8/4/2026).

  • Din Syamsuddin dan 54 Tokoh Desak Hentikan Perang Iran-AS-Israel: Peringatan Keras Ancaman Perang Global

    Din Syamsuddin dan 54 Tokoh Desak Hentikan Perang Iran-AS-Israel: Peringatan Keras Ancaman Perang Global

    7cloud.asia – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin bersama 54 tokoh, ulama, cendekiawan yang tergabung dalam Aliansi Global untuk Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mendesak penghentian perang Iran-Amerika dan Israel secara permanen.

    Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (13/04/2026), Din menegaskan seruan damai harus segera diwujudkan untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

    “Kami menyerukan perdamaian, hentikan perang. Penghentian perang secara permanen, penghentian perang total dan permanen, penyelesaian konflik secara berkeadilan,” tegas Din.

    Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut memperingatkan, jika konflik tidak segera dihentikan, dunia berpotensi menghadapi perang global dengan dampak destruktif bagi peradaban manusia.

    Baca: Negosiasi Iran-Amerika Gagal Capai Kesepakatan

    “Ini bukan sekadar konflik kawasan. Jika dibiarkan, bisa menyulut perang global yang menghancurkan tatanan dunia,” ujarnya.

    Aliansi tersebut juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta lembaga hukum internasional seperti International Court of Justice dan International Criminal Court untuk menjatuhkan sanksi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel atas eskalasi konflik yang terjadi.

    Selain itu, Din menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Islam untuk memperkuat persatuan dan solidaritas dalam menghadapi ancaman terhadap dunia Islam. Ia menilai perpecahan internal justru memperlemah posisi umat di tengah konflik global.

    Baca: AS Hindari Tuduhan Kejahatan Perang Dalam Serangan Militer ke Iran

    Ia juga mengkritik keras praktik politik divide et impera yang dinilai sengaja dimainkan untuk memecah belah umat Islam.

    “Wahai dunia Islam bersatulah. Tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syiah. Jangan mau dipecah belah. Jangan membedakan Arab dan Persia. Ini politik penjajah yang sengaja dihembuskan,” tegas Din.

    Sementara itu, Ketua MUI, Zaitun Rasmin, menilai konflik ini harus menjadi momentum refleksi bagi dunia Islam.

    Menurutnya, umat Islam perlu melakukan introspeksi dan evaluasi menyeluruh, tidak hanya memperkuat solidaritas internal, tetapi juga membangun aliansi global dengan bangsa-bangsa yang menjunjung perdamaian dan keadilan.

    Baca: Kapal Tanker Pertamina Masih Tertahan di Teluk Persia

    “Dunia Islam harus belajar dari situasi ini. Solidaritas tidak cukup hanya ke dalam, tetapi juga harus diperluas secara global,” ujarnya.

    Pernyataan para tokoh ini menambah tekanan moral terhadap komunitas internasional agar segera mengambil langkah konkret menghentikan konflik yang kian memanas dan berisiko meluas.

    Turut serta yang menandatangani seruan perdamaian diantara 54 tokoh ini adalah mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla, mantan Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siroj, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie, Mahfud MD dan Hamdan Zoelva dan lain-lain.

  • Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade terhadap Selat Hormuz

    Arab Saudi Desak AS Hentikan Blokade terhadap Selat Hormuz

    7cloud.asia – Pemerintah Arab Saudi mendesak Amerika Serikat (AS) untuk menghentikan blokade Selat Hormuz dan kembali berunding dengan Iran, demikian laporan Wall Street Journal, Selasa (14/4/2026).

    Mengutip pejabat regional, laporan tersebut mengklaim bahwa Arab Saudi khawatir blokade yang dilakukan Trump itu membuat Iran meningkatkan eskalasi ketegangan dan mengganggu jalur pelayaran penting lain.

    Disebutkan bahwa Iran dapat membalasnya dengan menutup Bab al-Mandab—sebuah titik rawan di Laut Merah yang sangat penting bagi ekspor minyak Arab Saudi yang tersisa.

    Baca: Perundingan damai Iran-AS gagal mencapai kesepakatan

    Laporan itu menyebutkan bahwa negara-negara Teluk tidak ingin perang berakhir dengan Iran menguasai Selat Hormuz, jalur kehidupan ekonomi mereka.

    “Namun, banyak pihak, termasuk Arab Saudi, mendesak AS untuk menyelesaikan masalah ini di meja perundingan dan berupaya keras untuk memulai kembali pembicaraan,” demikian laporan itu.

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade angkatan laut di Selat Hormuz, yang berlaku mulai Senin (13/4/2026) pukul 14.00 GMT atau 21.00 WIB.

    Blokade tersebut terjadi setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan dalam pembicaraan di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.

    Baca: Maksimalisme AS memicu gagalnya perundingan damai Iran-AS

    Pembicaraan di Islamabad itu dilakukan setelah pengumuman gencatan senjata selama dua pekan dan merupakan bagian dari upaya mengakhiri serangan AS dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu, yang telah menewaskan lebih dari 1.400 orang.

    Meskipun menunjukkan “sikap keras” dari kedua belah pihak, AS dan Iran dinilai telah secara aktif terlibat dengan mediator dan terbuka untuk pembicaraan jika masing-masing menunjukkan fleksibilitas yang cukup.

    Pihak Iran menyebut, perundingan gagal mencapai kesepakatan karena AS terlalu memaksakan tuntutan mereka.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu

  • Donasi untuk Rakyat Iran Terkumpul Lebih dari Rp9 Miliar, Kedubes Iran Sampaikan Terima Kasih

    Donasi untuk Rakyat Iran Terkumpul Lebih dari Rp9 Miliar, Kedubes Iran Sampaikan Terima Kasih

    7cloud.asia – Donasi masyarakat Indonesia untuk rakyat Iran yang menjadi korban serangan militer AS dan Israel terus berlangsung hingga akhir April 2026, dengan total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp9 miliar.

    Hingga Selasa (14/4/2026), tercatat sebanyak 24.369 orang dari berbagai lapisan masyarakat telah berpartisipasi dalam donasi tersebut hingga diperoleh dana sumbangan lebih dari Rp9 miliar.

    Partisipasi luas itu merupakan wujud nyata solidaritas, kepedulian, dan ikatan kemanusiaan yang mendalam antara Iran dan Indonesia.

    Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Islam Iran di Indonesia pun menyampaikan apresiasinya atas donasi rakyat Indonesia ini.

    Baca: Presiden Masoud Pezeshkian tegaskan Iran tak mudah ditaklukkan

    “Kedutaan Besar Republik Islam Iran menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia atas kepercayaan, dukungan, dan partisipasinya,” menurut pernyataan Kedubes Iran di Indonesia seperti dipantau di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

    Sembari menyampaikan apresiasi tersebut, Kedubes Iran juga menyampaikan laporan proses penggalangan bantuan masyarakat tersebut kepada publik.

    “Alhamdulillah, inisiatif kemanusiaan ini mendapat sambutan yang luas dan luar biasa dari masyarakat Indonesia,” tambah pernyataan itu.

    Kedubes Iran juga menyatakan bahwa hal itu mencerminkan nilai luhur masyarakat Indonesia dalam menjunjung tinggi kemanusiaan dan membantu sesama yang membutuhkan.

    Baca: Kejahatan perang dalam serangan militer AS ke Iran

    Penggalangan donasi tersebut telah dimulai sejak 17 Maret 2026 melalui Bank BRI dengan nomor rekening 02061002438302.

    Kedutaan Besar Iran menyampaikan bahwa proses penggalangan bantuan tersebut akan berlangsung hingga 30 April 2026.

    Hingga waktu tersebut, Kedubes Iran akan tetap menerima kontribusi kemanusiaan melalui rekening resmi yang telah ditetapkan.

    Setelah berakhirnya periode penggalangan, seluruh dana yang terkumpul akan disalurkan melalui mekanisme resmi dan dengan koordinasi bersama lembaga terkait, yaitu melalui Palang Merah Indonesia (PMI) kepada Bulan Sabit Merah Republik Islam Iran.

    Terakhir, Kedubes Iran di Indonesia mengucapkan terima kasih dan mendoakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Baca: Maksimalisme delegasi AS memicu gagalnya perundingan damai Iran-AS

  • Sikap Ambigu Donald Trump Soal Proyek Nuklir Iran

    Sikap Ambigu Donald Trump Soal Proyek Nuklir Iran

    7cloud.asia – Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov mengatakan Amerika Serikat telah menolak usulan Kremlin untuk mengambil alih uranium Iran yang telah diperkaya.

    Berbicara kepada India Today pada Rabu (15/4/2026), Peskov mengatakan hal ini dinilai sebagai solusi diplomatik atas konflik yang sedang berlangsung, tetapi Washington menolak tawaran tersebut.

    Menurut Peskov, Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengajukan usulan tersebut beberapa waktu lalu, dan menyebutnya sebagai “solusi yang sangat baik” yang pada akhirnya ditolak oleh pihak AS.

    Ia menambahkan bahwa Putin tetap bersedia meninjau kembali gagasan itu jika negara-negara terkait memintanya jadi penengah.

    Baca: Mayoritas rakyat AS menntang serangan ke Iran

    Pemindahan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran merupakan salah satu tuntutan utama Washington dalam negosiasi untuk mengakhiri perang secara permanen yang dimulai pada 28 Februari.

    Sebagian besar material tersebut, yang diperkirakan mencapai 450 kilogram dengan tingkat pengayaan 60 persen, terkubur di bawah fasilitas nuklir yang telah diserang selama serangan AS-Israel.

    Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan Iran akan menyerahkan stok tersebut secara sukarela atau AS akan mengambilnya dengan cara lain.

    Lebih lanjut, Peskov menolak pembenaran atas perang tersebut dengan mengatakan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran sedang membangun senjata nuklir, dan tuduhan tersebut digunakan sebagai dalih untuk agresi.

    Baca: Maksimalisme delegasi AS memicu gagalnya perundingan damai Iran-AS

    Ketika ditanya apakah Rusia memberikan intelijen militer atau dukungan logistik kepada Iran, Peskov membantah adanya keterlibatan.

    “Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukan perang kami” katanya.

    Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa Moskow memberikan bantuan militer kepada Iran “dalam berbagai arah,” tanpa merinci apakah itu termasuk intelijen tentang pasukan AS.

    Utusan AS Steve Witkoff sebelumnya mengatakan bahwa Putin secara pribadi telah meyakinkan Donald Trump, bahwa Rusia tidak membagikan data intelijen kepada Iran.

    Sumber: Antaranews.com/Anadolu