7cloud.asia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan, tuntutan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut (AL) dari delegasi Amerika Serikat (AS) menggagalkan tercapainya kesepakatan dalam perundingan damai terbaru mereka di Islamabad, Pakistan.
Padahal, kata Araghchi dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, Senin (13/4) pagi waktu setempat, Teheran dan Washington hanya “tinggal selangkah lagi” untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi mereka di Islamabad, Ibu Kota Pakistan, Sabtu (11/4/2026), untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang.
Namun, ketika perundingan hanya tinggal selangkah lagi dari ‘MoU Islamabad’, delegasi Iran justru menghadapi maksimalisme dari AS, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade.
Baca: Negosiasi Iran-AS gagal capai kesepakatan
“Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan,” ujar dia.
Menanggapi gagalnya perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Minggu (12/4) mengatakan AL AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz.
Komandan AL Iran, Shahram Irani, pada Minggu yang sama menyebut ancaman Trump untuk memberlakukan blokade AL di Selat Hormuz “sangat konyol dan menggelikan”, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.
Dia menambahkan AL Iran sedang memantau semua pergerakan pasukan AS di kawasan tersebut.
Baca: Kejahatan Perang dalam serangan militer AS ke Iran
Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap kapal militer yang berniat mendekati Selat Hormuz dengan dalih atau alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Pihak Iran menyatakan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal tersebut.
Sementara Komando Pusat (CENTCOM) Amerika Serikat dilaporkan mulai memblokade Selat Hormuz, melaksanakan arahan Presiden Donald Trump, setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal dicapai.
Pada Minggu (12/4/2026), CENTCOM tersebut berjanji untuk memulai blokade “seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran” pada 13 April, pukul 14:00 waktu setempat.
Iran dan AS melakukan perundingan di Islamabad pada Sabtu setelah Trump mengumumkan kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan pada Rabu (8/4/2026).

Leave a Reply