Tag: air

  • Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    Pentingnya Tindakan Kolektif Tuk Atasi Sampah Plastik yang Mencemari Lingkungan

    7cloud.asia – Sekitar 300 juta ton plastik diproduksi di seluruh dunia setiap tahunnya, dan hanya setengahnya yang dapat didaur ulang.

    Banyak orang percaya solusi untuk polusi plastik global adalah dengan mengurangi jumlah plastik yang digunakan. Namun, beberapa masalah lingkungan muncul dengan asumsi luas ini.

    Pertama, pengurangan produksi plastik tidak mengatasi masalah plastik yang sudah telanjur mencemari lingkugan khususnya perairan/laut.

    Kedua, kebijakan saat ini belum efektif terhadap produksi plastik. Bahkan penelitian menunjukkan bahwa produksi justru meningkat, dan diproyeksikan akan terus meningkat.

    Tapi harapan belum hilang, dan tentunya belum terlambat untuk melakukan tindakan terkait sampah plastik ini.

    Baca: Beragam teknologi untuk tangani masalah sampah plastik

    Meskipun ada cara di mana individu dapat mengurangi penggunaan plastik dalam aktivitas sehari-hari, sains dan teknologi telah memungkinkan kita untuk mendorong batasan dari apa yang mungkin kita pikirkan. 

    Tindakan kolektif penting untuk atasi masalah sampah plastik ini. Seperti yang pernah dilakukan pada 1987 untuk atasi kebocoran Ozon. Protokol Montreal diperkenalkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang disebabkan bocornya lapisan ozon Bumi.

    Selama periode waktu tertentu, umat manusia mampu menghilangkan lebih dari 98% zat berbahaya yang menyebabkan kerusakan, sebagai akibatnya mencegah sekitar 2 juta kasus kanker kulit.

    Jika dunia bisa bersatu seperti pada tahun 1987, maka kita bisa bersama-sama mengatasi masalah polusi plastik yang kini telah sangat meresahkan.

    Baca: Robries, memberi nilai lebih pada sampah plastik

    Sebuah studi oleh Institut Nicholas mengatasi kesenjangan antara pengetahuan teknologi untuk mengatasi polusi plastik.

    Penelitian ini menciptakan inventarisasi komprehensif dari 52 teknologi yang saat ini sedang digunakan atau sedang dikembangkan untuk mencegah kebocoran polusi plastik atau mengumpulkan polusi plastik yang ada.

    Studi tersebut menyimpulkan bahwa mencegah plastik memasuki saluran air dan mengumpulkan plastik yang mencemari laut/perairan mendesak dilakukan guna memastikan perawatan sistem perairan dan kesehatan manusia.

    Dua contoh dari daftar ini termasuk Plastic Fischer Trash Boom dan Hoola One. Yang pertama dibuat di Jerman pada tahun 2019, yang teknologinya bertujuan untuk mengumpulkan mikroplastik dari air.

    Baca: Mengenal bioplastik, plastik yang disebut ramah lingkungan

    Sedangkan yang kedua adalah Hoola One adalah ruang hampa yang dibuat di Kanada pada tahun 2019, yang dimaksudkan untuk mengekstraksi mikroplastik dan makroplastik dari lingkungan laut.

    Selain inovasi atau pengembangan teknologi, untuk menggarap atau menyelesaikan masalah sampah plastik ini juga butuh political will atau kebijakan masing-masing negara untuk mengurangi sampah plastik.

    Salah satunya terwujud dalam kebijakan sosial plastik. Di mana ada perusahaan sosial yang dikenal sebagai bank plastik yang membayar tarif di atas harga pasar untuk sampah plastik.

    Bank plastik ini bertindak sebagai toko serba ada bagi masyarakat miskin dunia, dan menerima sampah plastik sebagai bentuk mata uang.

    Baca: Pandawara berhasil gerakkan seribu orang bersihkan pantai terkotor di Indonesia

    Ekosistem daur ulang mereka dipertahankan melalui penjualan dan penggunaan apa yang mereka sebut “Social Plastic®”.

    Hal ini mendorong orang untuk mengumpulkan plastik yang terikat di laut sebelum memasuki saluran air.

    Selanjutnya plastik ini dapat diperdagangkan untuk keuntungan sosial, termasuk uang, makanan, dan layanan lainnya (seperti biaya sekolah).

    Bank plastik bertujuan membuat plastik terlalu berharga untuk dibuang. Setelah terkumpul, sampah plastik kemudian akan dijual ke perusahaan, yang akan membayar sekitar tiga kali lipat dari harga plastik biasanya.

    Baca: Mengurangi sampah plastik dengan produk isi ulang dari Siklus

    Sumber: earth.org 

  • Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    Dampak El Nino, Warga Ciamis Antre Air

    7cloud.asia – Kekeringan sebagai dampak fenomena El Nino melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Tak terkecuali  warga Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari, Ciamis, Jawa Barat.

    Sudah dua bulan terakhir ini, warga Desa Cibadak terpaksa mengandalkan bantuan air untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

    Seperti yang dialami oleh Arum, 40 tahun. Warga RT 37, RW 08 ini terpaksa mengantri air dengan menggunakan tandon saat bantuan air datang.

    “Lumayanlah buat mandi dan buat nyuci-nyuci aja. Buat masak dan minum, saya beli air galon,” kata Arum kepada Ruangkota.com Rabu (27/09/2023).

    Selanjutnya Arum menjelaskan bantuan ini tidak datang setiap hari. Karena itu jika persediaan air habis, ia biasa meminta kepada kerabat yang tidak mengalami kekeringan.  

    Di wilayah ini tidak ada orang yang menjual air dengan jeriken. Semua warga yang kekeringan hanya mengandalkan bantuan dari relawan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan relawan Cibadak.

    Bantuan dari pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) jarang mereka terima.

    “Kalaupun datang cuma seminggu sekali. Kemarin hari Sabtu (23/09/2023), bantuan datang. Nggak tau deh datang lagi nggak ntar Sabtu besok,” ungkap ibu dua anak ini.

    Sementara itu, Taufik Hidayat, salah satu relawan MDMC menjelaskan bantuan ini sudah diberikan sejak 1,5 bulan yang lalu.

    Selain Desa Cibadak, pihaknya secara bergantian berkeliling ke Desa Pamarican, Banjarsari dan Banjaranyar.

    Biasanya ia menyalurkan air dengan menggunakan truk sebanyak 4 ribu liter untuk sekali pengiriman. Tetapi kali ini pihaknya menggunakan gerobak motor yang mengangkut 1000 liter.

    “Jatahnya satu desa 15 ribu liter. Jadi kami bolak balik sampai malam,” jelas Taufik.

    Karena itu, Taufik berharap pihak pemerintah dapat lebih sering rutin mengimkan bantuan air kepada warga yang mengalami kekeringan.

    Hal ini perlu dilakukan agar warga bisa mendapatkan bantuan air setiap hari.

    Menurut Taufik, bantuan air ini berasal dari wilayah Manganti yang sumbernya dari PDAM.

    Saat Ruangkota melihat kondisi airnya yang ditampung untuk warga, air tidak bening dan agak keruh, meski tidak berbau.

    Karena itu, banyak warga yang menggunakannya untuk mencuci dan mandi saja.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Karhutla Kalimantan Tengah Kian Parah, KLHK Kirim 25 Unit Mesin Pompa

    Karhutla Kalimantan Tengah Kian Parah, KLHK Kirim 25 Unit Mesin Pompa

    7cloud.asia – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah menjadi perhatian pemerintah pusat. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengimkan 25 unit mesin pompa dan selang untuk mengatasi karhutla.

    Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong usai bertemu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menjelaskan pentingnya air untuk mengatasi karhutla.

    “Mesin pompa, sumur bor harus kita perbanyak, karena sumber air jadi kunci untuk atasi karhutla,” ujar Alue seperti yang dikutip Antaranews.

    Baca: Musim hujan mundur, BMKG ingatkan potensi karhutla di dejumlah wilayah

    Alue telah ke lapangan melihat dan membantu langsung upaya penanganan karhutla di antaranya di wilayah Tumbang Nusa hingga Tanjung Taruna.

    “Banyak sumur bor yang ada di lapangan yang telah dibangun masih fungsional, itu sudah saya buktikan kemarin di Tanjung Taruna, sampai sore, di lapangan, jalan terus,” jelasnya.

    Selanjutnya Alue menjelaskan dalam situasi darurat seperti ini, semua sumber daya yang dimiliki harus mampu dioptimalkan, baik orang, tenaga, finansial, peralatan.

    “Semua komponen harus turun bersama-sama untuk mengatasi karhutla,” ujarnya.

    Baca: Kerugian akibat karhutla akibat foto prewedding di Bromo capai Rp 5,4 miliar

    Menurutnya asap akibat karhutla khususnya di kawasan Tumbang Nusa, Kameloh Baru, maupun Tanjung Taruna dapat berkurang secara signifikan jika segala upaya dilakukan dengan maksimal.

    Pihaknya juga terus melakukan pengawasan terhadap berbagai kondisi di lapangan, termasuk pelanggaran-pelanggaran yang berpotensi terjadi.

    “Semua kita awasi, sudah ada beberapa konsesi yang kita police line (garis polisi) dipasang Gakkum. Saya minta diproses kalau memang ada kelalaian, di daerah-daerah, baik PBS maupun konsesi lain. Kalau terjadi karhutla saya minta diproses juga,” tegasnya.

    Sementara itu, Edy Pratowo mengatakan akibat karhutla kian meluas beberapa kabupaten meningkatkan dari siaga menjadi tanggap darurat.

    Baca: Mahalnya harga yang harus dibayar akibat karhutla di sejumlah wilayah

    “Beberapa kabupaten sudah menetapkan status, kemaren kami dapat informasi Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kota Palangka Raya, dan akan menyusul lagi beberapa kabupaten lainnya,” ungkap Edy.

    Menurutnya peningkatan status kondisi darurat di daerah sangat penting untuk menjadi pedoman bagi semua pihak terkait dalam upaya menangani karhutla.

    “Dengan demikian adanya penetapan status tanggap darurat dari beberapa kabupaten. Minimal 2 kabupaten maka provinsi akan meningkatkan status. Dari siaga menjadi tanggap darurat,” paparnya.

     Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

     

  • Perubahan Iklim, Pencemaran dan Dampak yang Dirasakan Warga Pulau Kecil di Indonesia

    Perubahan Iklim, Pencemaran dan Dampak yang Dirasakan Warga Pulau Kecil di Indonesia

    7cloud.asia – Warga yang tinggal di pulau kecil di Indonesia menghadapi masalah kelangkaan air bersih dan pencemaran untuk kelangsungan hidup mereka.

    Demikian terungkap dalam lokakarya yang dihelat BRIN yang memaparkan hasil kajian pulau-pulau kecil, perilaku masyarakat lokal, dan pengelolaan pulau kecil di Indonesia.

    Untuk mengetahui hal ini BRIN dan Institut Teknologi Indonesia (ITI) akan menyelenggarakan lokakarya internasional tentang Riset dan Pengembangan Pulau Kecil atau Small Island Research and Development (SIRaD).

    Tema yang diusung adalah ketahanan air dan kehidupan berkelanjutan bagi masyarakat di pulau-pulau kecil.

    Baca: Kebijakan ekspor pasir laut ancam nasib nelayan dan ekosistem pesisir

    Ketua Komite Nasional untuk program Intergovernmental Oceanographic Commission (IOC) UNESCO-BRIN Wahyu Widodo Pandoe mengatakan, terdapat dua perubahan yang diharapkan sebagai hasil jangka panjang dari kegiatan tersebut.

    Pertama, adanya perubahan besar pada tingkat masyarakat menuju pengelolaan sumber daya air lokal yang berkelanjutan, melalui adopsi dan penerapan strategi pengelolaan baru dengan partisipasi seluruh pemangku kepentingan dan penerima manfaat dari masyarakat kepulauan.

    “Kedua adalah perubahan pada tingkat kebijakan, mencakup adopsi, implementasi yang efektif, dan evaluasi terdokumentasi atas saran kebijakan yang dihasilkan oleh proyek yang sedang berjalan,” katanya.

    Sebagai contoh, dua pulau kecil yang menjadi tujuan wisata di Indonesia berpotensi menghadapi risiko kehidupan yang tidak berkelanjutan di masa depan.

    Baca: Nelayan makin terpinggirkan, kebijakan ekonomi biru mendesak dibutuhkan

    “Kami memilih dua studi kasus pulau-pulau kecil, yaitu Pulau Pari dan Pulau Weh karena dua alasan. Pulau Pari merupakan sebuah pulau karang yang terletak di dekat ibu kota negara Indonesia.

    Pencemaran laut merupakan masalah paling kronis yang dihadapi masyarakat lokal seperti sampah laut, kebocoran minyak kronis, dan limbah rumah tangga.

    “Saat ini permasalahan lingkungan hidup seperti kelangkaan air tawar, genangan pantai, dan erosi pantai menjadi isu lingkungan yang sedang hangat di Pulau Pari,” ungkapnya.

    Sedangkan, Pulau Weh, lanjut dia, merupakan pulau vulkanik dengan beberapa sesar yang tersebar di dalam pulau tersebut. Pulau ini memiliki tipe pesisir yang beragam, mulai dari pesisir datar di timur hingga pesisir terjal di sisi barat.

    Baca: 5 Tahun pasca gempa Palu, Teluk Palu dihijaukan dengan penanaman bakau

    Kualitas air laut jauh lebih bersih dibandingkan Pulau Pari, hanya sedikit sampah laut pada bulan-bulan tertentu.

    “Kedua pulau tersebut mempunyai permasalahan yang sama, yaitu kelangkaan sumber daya air tawar,” ujarnya.

    Wahyu menyebut, terdapat tiga hasil yang diharapkan dari penyelenggaraan lokakarya inernasional ini.

    Pertama, dicanangkannya Rekomendasi Pengembangan dan Penelitian Pulau-Pulau Kecil, berupa ringkasan kebijakan yang akan disusun oleh sekelompok ahli nasional, dan disampaikan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.

    Baca: Manfaat ekologis dan ekonomis hutan bakau

    Hasil selanjutnya adalah terbentuknya Jaringan Penelitian dan Pengembangan Pulau Kecil, di mana hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kerja sama dan kolaborasi di tingkat nasional dan regional.

    “Lalu International Workshop Report akan disusun setelah kegiatan lokakarya, dan akan diserahkan ke Kantor UNESCO, Jakarta, paling lambat 30 Desember 2023,” tuturnya.

    Kegiatan ini dijadwalkan akan dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko, Rektor ITI Marzan Aziz Iskandar, Direktur UNESCO Jakarta Maki Katsuno Hayashikawa, dan Komisi Nasional untuk UNESCO Itje Chodijah.

    BRIN juga mengundang pakar internasional dari China, Jepang, Korea, dan Malaysia untuk berbagi pandangan. Para ahli tersebut merupakan bagian dari Kelompok Kerja Regional IOC-Westpac untuk studi pulau-pulau kecil yang dibentuk pada 14th Intergovernmental Session of IOC UNESCO Western Pacific Region pada April 2023.

    Sumber: BRIN

  • Puluhan Sumur di Lombok Barat Tercemar, Diduga Akibat Pipa SPBU Milik Pertamina Bocor

    Puluhan Sumur di Lombok Barat Tercemar, Diduga Akibat Pipa SPBU Milik Pertamina Bocor

    7cloud.asia – Puluhan sumur milik warga yang tinggal dekat SPBU Montong Are Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercemar Bahan Bakar Minyak (BBM).

    Melansir TV 9 Lombok, salah seorang warga Nyiur Gading, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Mahani menjelaskan kondisi ini sudah berlangsung selama 4 bulan.

    Menurutnya selama itu pula air tidak hanya berbau, tetapi juga berwarna kehijauan seperti BBM. Padahal mayoritas warga mengambil sumber air dari sumur untuk keperluan sehari-hari.

    “Sudah ada 3 atau 4 bulan lalu berbau, tapi baru hari ini berubah warna begini. Untuk sehari-hari, kami terpaksa membeli air untuk masak dan minum. Untuk mandi terpaksa kami gunakan air itu,” jelas Mahani.

    Baca; Kemarau bikin warga Bekasi kesulitan air bersih

    Hal senada juga dikeluhkan warga lainnya, Muhammad Nasir. Bahkan sempat mencoba menggunakannya untuk menyiram tanaman, akibatnya tanaman berubah warna menjadi kuning.

    “Ini tanaman saya berubah warna jadi kuning, yang berbuah, buahnya pada rontok semua. Sekarang malah ada yg tidak mau berbuah setelah di siram menggunakan air sumur ini.” jelasnya.

    Warga menduga kondisi air sumur seperti ini akibat bocornya pipa milik SPBU yang berada tidak jauh dari rumah warga.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, Hermansyah menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan laporan dari warga dan pihak desa terkait dugaan pencemaran sumur warga tersebut.

    Baca: Warga Lebak harus mencari air bersih ke hutan

    “Ada beberapa sumur warga diduga tercemar BBM, hari itu juga kami menurunkan UPT Laboratorium LH,” katanya.

    Selanjutnya ia menjelaskan setelah turun mengambil sampel pada hari pertama, timnya kembali turun untuk pengambilan sampel kedua pada Rabu (4/10).

    Kemudian, sampel tersebut diuji untuk memastikan dugaan pencemaran air sumur warga.

    Hasil uji laboratorium itu nantinya akan digunakan untuk menindaklanjuti langkah-langkahyang akan diambili dan memangil pihak-pihak terkait. ”Kita tunggu hasil uji lab lagi,” tegasnya.

    Baca: BKT, Pengendali banjir yang berfungsi sebagai pusat komunitas

    Area Manager Comm. Rel.&CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan pihaknyamemutuskan untuk menyetop sementara operasi SPBU tersebut hingga keluar hasil uji lab.

    “Sambil menunggu hasil lab Dinas Lingkungan Hidup, kami melakukan pemberhentian operasional sementara SPBU untuk proses pengecekan lebih lanjut,” katanya.

    Bagi masyarakat yang membutuhkan BBM, pelayanan ke konsumen sementara dialihkan ke SPBU terdekat yang berjarak 3 km yaitu SPBU 5483322 yang berada di jalan Kediri.

    Selain itu, Pertamina memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa 8.000 liter air bersih yang disalurkan di 10 tandon yang tersebar di 10 titik.

    Penyaluran air bersih ini akan diberikan kepada warga terdampak sementara menunggu hasil pengecekan sampel air dari Lab Dinas Lingkungan Hidup.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Danau Sentarum Mengering, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

    Danau Sentarum Mengering, Ratusan Warga Kesulitan Air Bersih

    7cloud.asia – Kemarau panjang yang dipicu fenomena alam El Nino mengakibatkan mengeringnya air Danau Sentarum, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

    Akibatnya masyarakat Kecamatan Batang Lupar yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum kesulitan air bersih, karena sumber air bersih berkurang dan kondisi danau saat ini mengering akibat kemarau.

    Menurut Camat Batang Lupar Aleksius Bulin, krisis air bersih yang dialami warga di sekitar Danau Sentarum ini sudah berlangsung hampir satu bulan.

    “Masyarakat di sekitar Danau Sentarum hanya mengalirkan secara manual dengan selang dari sungai yang ada di bukit secara berkelompok,” katanya kepada ANTARA, di Putussibau Kapuas Hulu, Rabu (11/10/2023)

    Baca: Berkat sumur artesis bantuan Ganjar, warga Muncang lebih mudah akses air bersih

    Bulin mengatakan, untuk mencegah hal serupa kembali terjadi, perlu tempat penampungan air secara permanen agar bisa membantu mengatasi kesulitan air bersih yang tentunya memperhatikan juga sisi kesehatan.

    Ia berharap agar pemerintah dan pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TNBKDS) Kapuas Hulu dapat membangun sumber air bersih bagi masyarakat.

     

    Menurut Bulin, pembangunan untuk air bersih itu bisa berupa sumur bor dan tempat penampungan air sebagai cadangan ketika musim kemarau melanda.

    “Belum ada PDAM, selama ini swadaya masyarakat secara kelompok dan manual mengalirkan air dari sumber air bukit langsung ke rumah warga tanpa adanya penyaringan dan tidak ada bendungan di tempat sumber air,” tutur Bulin.

    Baca: Indonesia bakal menjadi tuan rumah Forum Air Dunia

    Hal senada disampaikan Kepala Desa Sungai Senunuk Kecamatan Batang Lupar Jahransyah Sanjan mengatakan kesulitan air bersih di daerah itu akibat musim kemarau panjang yang menyebabkan sejumlah sumber air mengering.

    “Kami yang berada di bawah bukit yang ada sumber air saja kesulitan mendapatkan air bersih, apalagi warga yang tinggal di Danau Sentarum karena saat ini air danau pun mengering akibat kemarau,” kata Sanjan.

    Terkait persoalan ini, Ketua Komisi V DPR Lasarus mengatakan pihaknya pernah mendorong Kementerian PUPR untuk membangun sarana air bersih di sekitar kawasan Danau Sentarum di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.

    Bahkan, pihaknya sempat ingin menganggarkan, akan tetapi pihak Kementerian PUPR tidak berani melaksanakan karena terbentur aturan terkait kawasan lindung.

    Baca: Pemanasan global akibatkan separuh danau di dunia mengering

    Dikatakan Lasarus, untuk mengatasi persoalan air bersih tersebut perlu ada solusi menyatukan persepsi dari berbagai pihak terkait terutama kepolisian, kejaksaan serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Menurut dia, air bersih salah satu kebutuhan masyarakat di sekitar kawasan Danau Sentarum apalagi ketika musim kemarau, air mengering di sekitar danau.

    “Sebetulnya sudah dilakukan koordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), namun belum ada sinkronisasi di jajaran bawah, maka perlu duduk satu meja untuk mencari solusi kasihan masyarakat,” kata Lasarus.

    Sementara itu, Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan mengatakan kondisi air bersih saat kemarau memang cukup sulit terutama masyarakat yang berada di danau-danau salah satunya di Danau Sentarum.

    Baca: Di balik maraknya air minum kemasan ada krisis air global

    Untuk menyikapi hal tersebut, kata Fransiskus, pemerintah akan mengkaji, sumber air dari pegunungan atau sumur bor yang memungkinkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih ketika musim kemarau.

    “Memang menjadi persoalan kebanyakan pemukiman warga masuk dalam kawasan Taman Nasional Danau Sentarum, kami harapkan ada solusi karena ini menyangkut kepentingan hajat hidup masyarakat banyak,” katanya.

    Fransiskus juga berharap agar pihak Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dapat memberdayakan masyarakat yang berada di kawasan tersebut.

    “Harapan kita persoalan masyarakat di kawasan lindung ada solusinya dan kami akan lakukan komunikasi dengan pihak terkait terutama pihak Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK),” kata Fransiskus.

    Sumber: Antaranews

  • Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    Di Tengah Fenomena El Nino, BMKG Ingatkan Perlunya Menguatkan Manajemen Air

    7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan seluruh pihak untuk menguatkan manajemen air.

    Hal ini  agar pasokannya cukup untuk pertanian dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di tengah kombinasi fenomena El Nino dan IOD positif yang memicu kekeringan.

    “Hingga Oktober dasarian II, 2023, El Nino berada di level moderate dan IOD (Indian Ocean Dipole) positif juga masih bertahan positif masih bertahan,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Jakarta Kamis (03/11/2023).   

    Ia menambahkan BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia memprediksi El Nino terus bertahan pada level moderat hingga periode Desember 2023-Januari-Februari 2024, sementara IOD Positif akan terus bertahan hingga akhir tahun 2023.   

    baca: bmkg dampak el nino 2023 masih terkendali

    Kondisi itu, kata dia, akan mempengaruhi sejumlah sektor diantaranya pertanian, sumber daya air, kehutanan, perdagangan, energi, dan kesehatan.

    “Karenanya, pemerintah di seluruh level diharapkan segera mengambil langkah mitigasi dan antisipasi terhadap dampak negatif yang terjadi,” ujarnya.

    Di sektor pertanian, Dwikorita mengemukakan produksi tanaman pangan terancam mengalami penurunan akibat terganggunya siklus masa tanam, gagal panen, kurangnya ketahanan jenis tanaman atau penyebaran hama yang aktif pada kondisi kering.

    Untuk sektor sumber daya air, ia menambahkan situasi ini dapat berakibat pada berkurangnya sumber daya air. Di sektor perdagangan memicu lonjakan harga bahan pangan.

    baca: dampak el-nino warga ciamis antre air

    Kemudian di sektor kehutanan mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan. Di sektor energi dapat menekan jumlah produksi energi yang bersumber dari PLTA.

    Sedangkan di sektor ketahanan meningkatkan risiko kesehatan berkaitan dengan sanitasi dan ketersediaan air bersih untuk di konsumsi dan kebersihan.

    “Bagi daerah yang mengalami karhutla, kondisi ini juga dapat berakibat pada polusi udara dan memicu terjadinya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” paparnya.

    Dwikorita menyampaikan terdapat sejumlah strategi yang dapat diambil pemerintah sebagai upaya kesiapsiagaan, pertama, menguatkan manajemen air.

    Kedua, menguatkan penyebaran informasi pedoman kepada petani untuk beradaptasi dengan perubahan pola musim dan memilih tanaman yang lebih tahan kekeringan.

    baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Ketiga, menyelenggarakan program penyuluhan dan pelatihan untuk membantu masyarakat dalam mengadopsi praktik pertanian yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

    Keempat, penguatan pengelolaan hutan dan lahan untuk mencegah kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh cuaca kering.

    Kelima, program rehabilitasi ekosistem dan restorasi lahan yang terdegradasi akibat kekeringan atau kebakaran.

    Keenam, menyusun rencana kesiapsiagaan logistik untuk memastikan pasokan air bersih dan bahan makanan cukup terutama di wilayah yang rentan.

    Dan, ketujuh, melakukan kampanye kesadaran masyarakat tentang praktik konservasi air dan upaya pengurangan risiko bencana.

    Sumber: Antaranews

  • Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    Masih Terdampak El Nino, 30 Desa di Probolinggo Krisis Air Bersih

    7cloud.asia – Krisis air bersih akibat fenomena El Nino masih melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sebanyak 30 desa terdampak krisis air bersih.

    Berdasarkan  data dari  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur hingga akhir Oktober, jumlah warga terdampak kekeringan mencapai 61.371 jiwa atau 20.942 Kepala Keluarga (KK).

    “Hasil rekapitulasi data Pusdalops Penanggulangan Bencana tercatat sebanyak 51 dusun yang tersebar di 30 desa dari 14 kecamatan terdampak krisis air bersih di Kabupaten Probolinggo,” jelas Petugas Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Probolinggo, Silvia Verdiana.

    Baca: demi dapat air bersih warga lebak harus cari ke hutan

    Melansir Antaranews.com, puluhan desa yang mengalami krisis air bersih tersebar di Kecamatan Tegalsiwalan, Wonomerto, Banyuanyar, Tongas, Bantaran, Kuripan, Sukapura, Lumbang, Leces, Paiton, Besuk, Gading, Kotaanyar, dan Tiris.

    “Kami mendistribusikan air bersih berdasarkan permohonan dari pemerintah desa setempat dan hasil kaji awal Tim Reaksi cepat (TRC) Penanggulangan Bencana,” katanya.

    Selanjutnya Silvia menjelaskan sebagai upaya penanganan darurat, pihaknya telah mendistribusikan air bersih dan logistik kekeringan serta memantau beberapa daerah yang berisiko tinggi kekeringan.

    “Awal Juni hingga akhir Oktober 2023 kami telah menyalurkan 260 kali distribusi air dengan memberikan bantuan sebanyak 1.472.000 liter air bersih,” ujarnya.

    Baca: Kali Bekasi tercemar limbah ribuan warga krisis air bersih

    Selain itu, lanjut Silvia, pihaknya jug telah mendistribusikan  13 tandon air, dan 37 jerigen telah terdistribusi sebagai penanganan darurat krisis air bersih.

    Silvia mengatakan jumlah daerah terdampak kekeringan fluktuatif sejak tahun 2013 hingga 2023 bergantung faktor yang mempengaruhi.

    Faktor- faktor tersebut adalah berkurangnya volume air, mengeringnya sumber mata air, tidak ada cadangan air, maupun faktor infrastruktur lainnya.

    Pihaknya juga melakukan upaya lanjutan dengan kajian dan pemantauan kembali terkait beberapa faktor yang mempengaruhi kejadian kekeringan pada tahun 2023.

    Baca: Danau sentarum mengering ratusan warga kesulitan air bersih

    Pada kesempatan itu, Silvia mengimbau masyarakat agar memitigasi bencana kekeringan, seperti memanfaatkan sumber daya air secara lebih efektif dan efisien.

    Selain itu, masyarakat juga dapat memprioritaskan penggunaan air untuk keperluan minum dan masak atau keperluan air bersih lainnya.

    “Selain itu warga juga bisa menanam banyak pohon di sekitar kawasan rawan kekeringan, gotong royong membuat waduk yang disesuaikan dengan kondisi geografis,” ujarnya.

    Silvia juga menyarankan pemda dan masyarakat untuk memperbanyak daerah resapan air, dan menerapkan budaya konservasi air.

    Baca: Pertanian tak berkelanjutan memicu krisis air dan krisis pangan

    Jika ada situasi yang berpotensi terjadi bencana kekeringan atau lainnya, Silvia mengimbau masyarakat segera melapor ke pemerintah desa setempat.

    Reporter: Nurakhmayani

  • KLHK Sebut Kualitas Air Indonesia Meningkat di Tahun 2023

    KLHK Sebut Kualitas Air Indonesia Meningkat di Tahun 2023

    7cloud.asia – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut Indeks Kualitas Air di Indonesia pada tahun 2023 meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2022.

    Melansir Antaranews, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK, Sigit Reliantoro menjelaskan indikator kenaikan indeks ini terlihat adanya peningkatan provinsi dan kabupaten/kota yang mencapai target.

    Peningkatan Indeks Kualitas Air ini ada di provinsi yang tahun 2022 itu 41 persen yang meningkat kemudian menjadi 50 (persen).

    “Dari kabupaten/kota yang dulu 44 persen yang meningkat, tahun ini meningkat menjadi 56 persen. Jadi ada perbaikan kualitas lingkungan,” jelas Sigit.

    Berdasarkan data KLHK, Indeks Kualitas Air pada 2023 mencapai 54,59 atau mengalami kenaikan lebih dari 10 poin dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 53,88.

    Baca: Kelurahan Malaka Jaya bangun resapan air berbentuk dadu

    Hasil tersebut berdasarkan pemantauan di 14 ribu titik monitoring dan 347 titik pemantauan Onlimo yang dilakukan secara daring dan realtime.

    Selanjutnya Sigit memaparkan jika dilakukan perbandingan matriks perubahan kualitas air antara 2022 dan 2023, maka 18 persen titik pantau mengalami perbaikan kualitas.

    Sebanyak 67 persen titik pantau dengan kualitas air tetap dan 15 persen mengalami penurunan.

    Beberapa wilayah yang menunjukkan perbaikan termasuk beberapa titik pemantauan di Sungai Dangin di Bali, Sungai Bener di Jawa Tengah.

    Baca: Sungai Bengawan Solo tercemar

    Peningkatan juga terjadi di sejumlah titik di Sungai Citarum dan Sungai Ciliwung yang berada di Jawa Barat.

    Titik yang mengalami peningkatan kualitas ekstrem dari cemar berat menjadi kategori memenuhi termasuk Sungai Talang Sebaris di Bengkulu, Sungai Pikatan di Jawa Timur serta Sungai Kepoh dan Ulim di Kepulauan Bangka Belitung.

    Beberapa titik pemantauan mengalami penurunan kualitas air ekstrem, termasuk satu titik di Sungai Nipa-Nipa di Sulawesi Selatan.

    “Informasi ini juga kita juga sampaikan kepada pemerintah daerah sehingga mereka juga bisa merespons dengan membuat program-program perbaikan untuk daerah-daerah yang mengalami penurunan kualitas air,” paparnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Tetap Segar Saat Puasa Lagi Bebas dari Ancaman Dehidrasi

    Tetap Segar Saat Puasa Lagi Bebas dari Ancaman Dehidrasi

    7cloud.asia – Saat puasa kita harus menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum sepanjang hari. Tisak jarang, puasa dapat menyebabkan tubuh kekurangan cairan sehingga berpotensi mengalami dehidrasi.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama puasa bulan Ramadhan agar tidak sampai mengalami dehidrasi.

    Cara paling efektif untuk mencegah dehidrasi selama puasa adalah dengan meminum cukup air, agar kebutuhan cairan dalam tubuh kita tetap terpenuhi.

    Secara umum, setiap orang disarankan untuk minum delapan gelas air setiap hari. Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana kita bisa tetap puasa tetapi kebutuhan tubuh akan air tetap terpenuhi.

    Dilansir ayosehat.com, ada strategi yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air selama puasa Ramadhan.

    Baca: Diet seimbang yang disarankan saat puasa Ramadhan

    Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh saat puasa, Anda bisa menerapkan pola 2-4-2, yaitu cukup minum air saat buka, makan malam dan sahur.

    Yang pertama adalah minum dua gelas air saat berbuka. Saat berbuka puasa, pastikan untuk minum sedikitnya dua gelas air putih sesuai dengan kebutuhan. Satu gelas saat adzan Maghrib dan satu gelas menjelang adzan Isya.

    Minum cukup air putih saat berbuka puasa membantu mengganti cairan tubuh yang hilang setelah seharian tidak minum.

    Biasakan untuk berbuka puasa dengan minum air putih baru dilanjut dengan makanan lainnya.

    Pola kedua adalah minum 4 gelas air putih saat makan malam hingga menjelang tidur.

    Baca: Penelitian mengungkap ibadah puasa bisa redakan maag dan Gerd

    Disarankan pola 4 gelas air tidak tidak dilakukan sekaligus, tetapi secara berkala saat malam hari hingga menjelang tidur.

    Anda bisa membagi 4 gelas air putih ini menjadi dua gelas air putih saat makan, satu gelas saat istirahat dan satu gelas sisanya  menjelang tidur.

    Minum air putih sebelum makan dan sesudah makan bisa membantu melancarkan proses pencernaan makanan.

    Yang terakhir adalah 2 gelas air saat sahur. Sahur sangat penting untuk memberi energi tubuh selama puasa.

    Saat sahur setidaknya minum dua gelas air putih, bisa dibagi dengan satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas setelah makan sahur.

    Baca: Kualitas air bisa memicu masalah kesehatan

    Dengan terpenuhinya kebutuhan cairan kita selama berpuasa, diharapkan tubuh dapat terhindar dari dehidrasi.

    Sehingga kita bisa menjalankan puasa dengan sehat dan tetap semangat tanpa mengganggu aktivitas rutin kita.

    Ingat! Ibadah puasa juga bukan alasan untuk tidak menerapkan perilaku hidup sehat, untuk itu tetap terapkan perilaku hidup sehat dengan memilih menu buka puasa dengan gizi seimbang dan melakukan aktivitas fisik ringan setiap harinya.