Puluhan Sumur di Lombok Barat Tercemar, Diduga Akibat Pipa SPBU Milik Pertamina Bocor

Written by

in

7cloud.asia – Puluhan sumur milik warga yang tinggal dekat SPBU Montong Are Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) tercemar Bahan Bakar Minyak (BBM).

Melansir TV 9 Lombok, salah seorang warga Nyiur Gading, Desa Montong Are, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Mahani menjelaskan kondisi ini sudah berlangsung selama 4 bulan.

Menurutnya selama itu pula air tidak hanya berbau, tetapi juga berwarna kehijauan seperti BBM. Padahal mayoritas warga mengambil sumber air dari sumur untuk keperluan sehari-hari.

“Sudah ada 3 atau 4 bulan lalu berbau, tapi baru hari ini berubah warna begini. Untuk sehari-hari, kami terpaksa membeli air untuk masak dan minum. Untuk mandi terpaksa kami gunakan air itu,” jelas Mahani.

Baca; Kemarau bikin warga Bekasi kesulitan air bersih

Hal senada juga dikeluhkan warga lainnya, Muhammad Nasir. Bahkan sempat mencoba menggunakannya untuk menyiram tanaman, akibatnya tanaman berubah warna menjadi kuning.

“Ini tanaman saya berubah warna jadi kuning, yang berbuah, buahnya pada rontok semua. Sekarang malah ada yg tidak mau berbuah setelah di siram menggunakan air sumur ini.” jelasnya.

Warga menduga kondisi air sumur seperti ini akibat bocornya pipa milik SPBU yang berada tidak jauh dari rumah warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lombok Barat, Hermansyah menjelaskan pihaknya sudah mendapatkan laporan dari warga dan pihak desa terkait dugaan pencemaran sumur warga tersebut.

Baca: Warga Lebak harus mencari air bersih ke hutan

“Ada beberapa sumur warga diduga tercemar BBM, hari itu juga kami menurunkan UPT Laboratorium LH,” katanya.

Selanjutnya ia menjelaskan setelah turun mengambil sampel pada hari pertama, timnya kembali turun untuk pengambilan sampel kedua pada Rabu (4/10).

Kemudian, sampel tersebut diuji untuk memastikan dugaan pencemaran air sumur warga.

Hasil uji laboratorium itu nantinya akan digunakan untuk menindaklanjuti langkah-langkahyang akan diambili dan memangil pihak-pihak terkait. ”Kita tunggu hasil uji lab lagi,” tegasnya.

Baca: BKT, Pengendali banjir yang berfungsi sebagai pusat komunitas

Area Manager Comm. Rel.&CSR PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi menjelaskan pihaknyamemutuskan untuk menyetop sementara operasi SPBU tersebut hingga keluar hasil uji lab.

“Sambil menunggu hasil lab Dinas Lingkungan Hidup, kami melakukan pemberhentian operasional sementara SPBU untuk proses pengecekan lebih lanjut,” katanya.

Bagi masyarakat yang membutuhkan BBM, pelayanan ke konsumen sementara dialihkan ke SPBU terdekat yang berjarak 3 km yaitu SPBU 5483322 yang berada di jalan Kediri.

Selain itu, Pertamina memberikan bantuan kepada warga terdampak berupa 8.000 liter air bersih yang disalurkan di 10 tandon yang tersebar di 10 titik.

Penyaluran air bersih ini akan diberikan kepada warga terdampak sementara menunggu hasil pengecekan sampel air dari Lab Dinas Lingkungan Hidup.

Reporter: Nurakhmayani

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *