Tag: dpr

  • Utang RI Capai Rp 7.848,8 Triliun, DPR Minta Pemerintah Lebih Hati-hati

    Utang RI Capai Rp 7.848,8 Triliun, DPR Minta Pemerintah Lebih Hati-hati

    7cloud.asia – Posisi utang pemerintah Indonesia per 31 April 2023 tercatat mencapai Rp7.848,8 triliun. Dengan jumlah tersebut, rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) kita mencapai 38,15 persen atau masih di bawah rasio utang.

    Selain itu, porsi bunga utang terhadap PDB juga mengalami peningkatan pada kisaran 2,0 persen. Pembayaran bunga utang dalam APBN 2023 akan mencapai Rp 441,4 triliun atau 2,10 persen dari PDB dengan tingkat pertumbuhan mencapai 14,25 persen.

    Untuk itu pemerintah diminta mengelola utang secara hati-hati dengan risiko yang terkendali melalui komposisi optimal, baik mata uang, suku bunga, maupun jatuh tempo.

    Baca: Angka kemiskinan ekstrem menurun drastis

    Demikian disampaikan Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah, saat memimpin Rapat Kerja Banggar DPR dengan Pemerintah dalam rangka Pembicaraan Pendahuluan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2024.

    Meskipun sejauh ini utang pemerintah terpola dengan baik, dan jauh dari batas atas yaitu 60 persen dari PDB, namun Pemerintah perlu membuat roadmap yang jelas dan terukur.

    “Hal ini untuk mengurangi utang yang semakin membesar, agar utang yang besar ini tidak menjadi beban bagi generasi berikutnya,” katanya saat memimpin rapat kerja dengan Pemerintah di ruang rapat Banggar DPR, Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (30/5/2023).

    Baca: Pemerintah diminta perhatikan dampak ekologis dari eksplorasi panas bumi

    Postur KEM dan PPKF 2024 yang sudah disampaikan kepada DPR, Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang akan digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2024 dalam bentuk range, sebagai berikut:

    1. Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen hingga 5,7 persen;

    2. Inflasi sebesar 1,5 persen hingga 3,5 persen;

    3. Nilai tukar Rupiah Rp14.700 hingga Rp15.300 per USD;

    4. Tingkat suku bunga SBN sebesar 10 Tahun 6,49 persen hingga 6,91 persen;

    5. Harga minyak mentah Indonesia sebesar USD75 hingga USD85 per barel;

    6. Lifting minyak bumi sebesar 597 ribu hingga 652 ribu barel per hari dan

    7. Lifting gas sebesar 999 ribu hingga 1,054 juta barel setara minyak per hari.

    Baca: Insentif bagi daerah penghasil oksigen

    Dalam KEM dan PPKF 2024 Pemerintah mengusulkan pendapatan negara antara 11,81 persen hingga 12,38 persen dari PDB.

    sementara belanja negara mencapai rentang antara 13,97 persen hingga 15,01 persen dari PDB. Keseimbangan primer berada pada kisaran defisit 0,43 persen hingga surplus 0,003 persen dari PDB.

    Sedangkan defisit direncanakan berkisar 2,16 persen hingga 2,64 persen dari PDB. Sementara itu, rasio utang dalam kisaran 38,07 persen hingga 38,97 persen dari PDB.

     

     

  • LRT Jabodebek Banyak Alami Masalah, DPR Minta Dilakukan Audit

    LRT Jabodebek Banyak Alami Masalah, DPR Minta Dilakukan Audit

    7cloud.asia – Belum lama dioperasikan, sejumlah masalah bermunculan dalam operasional (Light Rail Transit atau LRT Jabodebek. 

    Pada Rabu (1/11/2023) rangkaian kereta LRT Jabodebek Cibubur Line – Dukuh Atas dilaporkan sempat mogok di tengah jalan selama tiga menit.

    Peristiwa ini menambah deretan masalah pada LRT Jabodebek, setelah sebelumnya banyak unit roda yang aus dan mundurnya jadwal keberangkatan. 

    Menanggapi kondisi ini, Ketua Komisi VI DPR Faisol Riza mengatakan telah meminta manajemen LRT  Jabodebek memperbaiki masalah pada LRT yang menyebabkan waktu tunggu kereta mencapai satu jam.

    Baca: LRT Jabodebek terapkan tarif normal

    Komisi VI DPR, juga mengatakan akan mengecek ke lapangan terkait permasalahan yang dikeluhkan pengguna LRT Jabodebek tersebut.

    “Kami sudah minta untuk diperbaiki dan terus menerus disempurnakan supaya publik mendapatkan layanan LRT ini dengan baik. Kami berencana untuk melakukan meninjau langsung di lapangan dalam rangka menyempurnakan layanan LRT ini,” ujar Faisol, Rabu (1/11/2023).

    Ke depan, Faisol berharap adanya LRT Jabodebek bisa mengurangi kemacetan dan masalah transportasi lainnya yang masih terjadi di Jabodetabek. Untuk itu, ia berharap pelayanan LRT harus terus disempurnakan.

    “Karena ini kita harapkan bisa mengurangi kemacetan, mengurangi emisi bahan bakar kendaraan umum, begitu juga mempermudah transportasi publik dari rumah ke tempat kerja,” sebutnya.

    Baca: Segini tarif normal LRT Jabodebek

    Sementara Anggota Komisi VI DPR Amin Ak, dalam keterangan tertulis yang dirilis Parlementaria mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit proyek LRT Jabodebek.

    Audit ini untuk memastikan penyebab buruknya kualitas trainset LRT Jabodebek. Audit yang dilakukan setidaknya mencakup teknologi maupun proses produksinya.

     

    Banyaknya unit roda yang aus, imbuh Amin, menyebabkan manajemen LRT Jabodebek hanya mengoperasikan 9 trainset dari 18 trainset yang biasa beroperasi.

    “Hal itu mengakibatkan waktu tunggu dan keberangkatan LRT menjadi molor karena Sebagian trainset harus masuk ruang perawatan,” pungkasnya.

    Baca: Ke depan, LRT Jabodebek terintegrasi dengan moda lainnya

    Menurut Amin, audit diperlukan untuk mengetahui kualitas trainset LRT apakah sudah sesuai standar atau belum.

    Selama ini, PT INKA diketahui sudah berpengalaman memenuhi permintaan trainset LRT bagi negara lain, yang tentu saja dari sisi kualitas harusnya sudah terjamin.

    “Kalau kemudian ditemukan masalah dengan standard LRT yang digunakan di rute Jabodebek, maka hal itu mencoreng reputasi anak bangsa dalam inovasi dan teknologi, khususnya transportasi umum,” tegas Politisi Fraksi PKS ini.

    Audit dilakukan, lanjutnya, untuk mengetahui apakah ada masalah dengan kualitas bahan bakunya atau proses pengerjaannya.

    Baca: Tarif kereta cepat Jakarta-Bandung tidak disubsidi

    Jika terbukti ada pengurangan kualitas bahan maka ini harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penyelidikan faktor-faktor penyebabnya.

    “Saya khawatir ada praktik rente dalam pengadaan trainset LRT, sehingga kualitasnya tidak memenuhi standar,” lanjutnya.

    Lebih lanjut, Amin mengungkapkan pada Agustus 2023 lalu, pihak Siemens yang ditunjuk sebagai pemasok dan pengelola software untuk operasional LRT Jabodebek memprotes adanya ketidaksesuaian teknis pada 31 trainset LRT buatan PT INKA.

    Ketidaksesuaian ini yang menyebabkan terjadinya tidak kompatibel dengan sistem atau software untuk pengoperasiannya.

    Amin kembali menegaskan pentingnya audit ini dari sisi reputasi kemampuan penguasaan teknologi anak bangsa.

    Baca: Naik angkutan umum berarti kamu mendukung tercapainya SDGs

    Ia menegaskan, jangan sampai reputasi anak bangsa rusak gara-gara penyimpangan yang terkait dengan faktor non teknis produksi, misalnya praktik rente sehingga terjadi pengurangan kualitas bahan baku.

    “Selama ini kita berjuang agar anak bangsa diberikan kepercayaan. Kita juga mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan impor,” jelasnya.

    Buruknya kualitas trainset LRT, menurut Amin, bisa menurunkan kepercayaan publik akan kemampuan anak bangsa. Padahal bisa jadi persoalannya bukan pada kemampuan para insinyur kita, namun karena faktor lain.

    “Jika dibiarkan, hal ini akan membuat industri kereta api kita sulit melangkah lebih jauh. Padahal kita sedang membangun kepercayaan publik terhadap kemampuan anak bangsa dalam urusan teknologi perkeretaapian,” tutup Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur IV ini. 

    Baca: Pembatasan kendaraan bermotor mendesak dilakukan

  • DPR: Bansos Adalah Hak Rakyat yang Dipungut dari Pajak, Bukan Kebaikan Pemerintah

    DPR: Bansos Adalah Hak Rakyat yang Dipungut dari Pajak, Bukan Kebaikan Pemerintah

    7cloud.asia –  Dalam rencana anggaran, Banggar DPR bersama pemerintah telah menyetujui penebalan belanja bansos.

    Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah dalam keterangan tertulisnya mengatakan, kesepakatan soal penebalan Bansos itu diputus pada September lalu.

    “Sudah kita sampaikan, sebagai akibat dampak La Nina dan kenaikan harga beras, yang sangat sensitif terhadap rumah tangga miskin maka ada penebalan Bansos,” jelas Said dikutip Parlementaria, di Jakarta, Rabu (3/1/2024).

    Said mewanti-wanti kepada pemerintah agar penyaluran Bansos tepat waktu dan tepat sasaran.

    Baca: KTP Sakti, salah satu cara Ganjar agar Bansos tepat sasaran

    Hal ini untuk menghindari politisasi bansos menjelang pemilu dan sejatinya mekanisme penyalurannya lewat Kemensos dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) dan sesuai tupoksi atas dasar perintah undang-undang.

    Said menegaskan, Bansos adalah hak rakyat, karena dipungut dari pajak rakyat dan penghasilan bukan pajak yang diterima negara dari kekayaan alam di Indonesia

    Bansos, lanjut Said, juga bukan milik pemerintah apalagi presiden yang kebetulan sedang memimpin.

    Baca: Koalisi Perempuan ingatkan agar Bansos tidak disalahgunakan untuk kampanye politik

    Kebijakannya kita desain bersama di DPR. Pemerintah statusnya hanya menyalurkan kebijakan yang telah disepakati bersama antara pemerintah dan DPR.

    “Jadi, tidak elok kalau ada pejabat pemerintah, program bansos adalah karena belas kasihan atau kemurahan hati pemerintah. Namun, itu memang hak rakyat yang wajib diberikan,” jelas Said.

    Dia pun merespon berbagai spekulasi tentang kenaikan laju belanja di akhir tahun.

    Baca: Koalisi Perempuan sebut nepotisme perburuk ketidakadilan gender

    Menurutnya, perlu membandingkan rekam jejak pada belanja di tahun-tahun sebelumnya. Jika dilihat memang selalu ada upaya optimalisasi serapan menuju akhir tahun.

    Said pun menambahkan, masing-masing pos belanja sudah direncanakan dalam Perpres No. 75 tahun 2023.

    “Kalau ada serapan maksimal dari 85 persen bisa naik 102 persen, atau kenaikan 17 persen di akhir tahun un-audited tentu itu bukan semuanya untuk belanja bansos,” ungkap Said.

    Baca: KUPI desak pelaksanaan pemilu yang bermartabat tanpa kecurangan

    Menurut politisi dari Fraksi PDI Perjuangan ini, belanja negara terpecah pecah ke dalam banyak pos belanja.

    Semisal anggaran rutin untuk alokasi belanja pegawai, di akhir tahun biasanya ada penghitungan tunjangan kinerja.

    “Selain itu ada juga serapan belanja modal, kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang, belanja subsidi, dan belanja daerah yang dialokasi melalui TKDD,” papar Said. 

  • GIAD Dorong 30 Anggota DPR dari 4 Fraksi DPR Tanda-tangani Usulan Penggunaan Hak Angket

    GIAD Dorong 30 Anggota DPR dari 4 Fraksi DPR Tanda-tangani Usulan Penggunaan Hak Angket

    7cloud.asia – Kelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Adil dan Demokratis (GIAD) mendorong 30 nama anggota DPR untuk memulai hak angket guna mengusut dugaan kecurangan Pilpres 2024.

    Hal itu disampaikan dalam acara bertajuk ‘Angket Pemilu: Rilis 30 Nama Anggota DPR Didorong Ajukan Hak Angket’.

    Kecurangan di Pilpres 2024 ini diduga ada keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) guna memenangkan paslon tertentu.

    Sebanyak  30 nama yang didorong untuk menggulirkan hak angket di DPR  ini berasal dari empat fraksi di DPR yaitu dari NasDem, PDI Perjuangan, PKB, dan PKS.

    Baca: Dukungan untuk hak angket DPR terus mengalir

    Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti membacakan 30 nama anggota DPR yang didorong untuk segera memulai hak angket.

    “Kami yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dengan ini  mendorong nama-nama anggota fraksi DPR berikut agar berkenan menandatangani usulan  hak angket dugaan kecurangan presiden dalam Pilpres 2024,” kata Ray seperti dipantau di YouTube Para Syndicate Kamis (29/2/2024).

    Ray mengatakan beberapa orang dari 30 nama ini telah dihubungi secara pribadi dan menyatakan siap mendukung penggunaan hak angket. 

    “Tiga dari 30 nama ini sempat kami hubungi dan menyatakan siap untuk menandatangani yakni Irma Suryani (Nasdem), Masinton Pasaribu (PDIP), dan Daniel Johan (PKB) yang mungkin akan diserahkan nanti kepada pimpinan DPR,” ujarnya.

    Baca: PPP nyatakan mendukung penggunaan hak angket

    GIAD tidak menyebut nama anggota DPR dari Fraksi PPP yang dalam Pilpres 2024 mendukung Ganjar, karena hingga pernyataan sikap ini dirilis, partai tersebut belum menunjukkan sikap resminya.  

    Dari 30 nama yang kami catat ada beberapa yang memang berangkat dari Komisi II DPR yang memang membidangi pemerintahan.

    “Yakni Doktor Junimart Girsang, Arief Wibowo dan Djarot S. Hidayat (PDIP), Saan Mustopa (NasDem), Mardani Ali Sera dan Nasir Djamil (PKS), Yanuar Prihatin dan Ibnu Multazam (PKB), Awang Faroeq Ishak (NasDem),” ucapnya.

    Lebih lanjut, Ray mengatakan akan membentuk tim untuk menghubungi 27 nama anggota DPR lainnya agar secara sukarela untuk menekan perjanjian pengajuan hak angket.

    “Tentu 27 nama belum kami hubungi dan insyaallah kita akan membentuk tim untuk memastikan kerelaan mereka untuk menandatangani perjanjian atau apalah namanya berkaitan dengan pengajuan hak angket ke DPR RI,” ungkapnya.

    Baca: Unjuk rasa mendukung penggunaan hak angket berlangsung di sejumlah daerah 

    Berikut 30 nama anggota DPR yang didorong oleh kelompok GIAD:

    Fraksi Nasdem (6 orang)

    Ahmad Sahroni, Awang Faroeq Ishak, Irma Suryani, Martin Manurung, Saan Mustopa, Taufik Basari. 

    Fraksi PDI Perjuangan (10 orang)

    Adian Napitupulu, Arief Wibowo, Dr. Junimart Girsang, Djarot S. Hidayat,  Eriko Sotarduga, Harvey B. Malaihollo, Irine Yusiana Roba Putri, Krisdayanti, Masinton Pasaribu, Putra Nababan, Rieke Diah Pitaloka.

    Fraksi PKB (9 orang)

    Arzeti Bilbina, Daniel Johan, Faisaol Reza, Nihayatul Wafiroh, H. Syaiful Huda,  Ibnu Multazam, Luluk Nur Hamidah, Maman Imanul Haq, Yanuar Prihatin. –

    Fraksi PKS (5 orang)

    Hj. Anis Byarwati, Hidayat Nur Wahid, Mardani Ali Sera, M. Nasir Djamil.

    Baca: Partai pendukung AMIN siap dukung penggunaan hak angket  

  • Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di DPR Desak Pemakzulan Jokowi

    Ribuan Orang Gelar Unjuk Rasa di DPR Desak Pemakzulan Jokowi

    7cloud.asia – Ribuan orang dari berbagai organisasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung MPR/DPR pada hari ini, Jumat (01/03/2024).

    Massa menuntutkan tiga tuntutan utama yakni turunkan harga sembako, pemakzulan Presiden Jokowi,dan penuntasan dugaan kecurangan pemilu dengan penggunaan hak angket di DPR. 

    Massa tampak mulai berkumpul sejak pagi hari. Jumlah mereka terus bertambah menjelang waktu shalat dzuhur. Bahkan saat waktu shalat Jumat tiba, mereka menggelar salat Jumat bersama di depan gedung MPR/DPR.

    Dalam poster yang mereka bawa, massa mendesak anggota dewan untuk menggunakan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024. 

    Massa menilai pemilu 2024 yang berlangsung pada 14 Februari lalu telah mencederai rasa keadilan rakyat dan merusak sendi-sendi demokrasi.

    Selain itu mereka juga mendesak agar Presiden Jokowi dapat segera dimakzulkan.

    Baca: Ratusan buruh demo desak penurunan harga bahan pokok

    Pemimpin negeri zalim, sudah saatnya dimakzulkan. Turunkan azab-Mu pada yang zalim ini. Perlihatkan pada semua rakyat Indonesia agar tidak ada yang mengikuti. Hancurkan mereka.

    “Semua negeri kita tergadaikan sudah tergadaikan. Karena itu sudah waktunya pemimpin dimakzulkan,” kata Rizal Fadia dalam orasinya.

    Massa yang merupakan gabungan mahasiswa, warga independen dan pendukung paslon 01 dan 02 berharap NKRI dapat berjalan dengan baik dengan keadilan ditegakkan dan kejujuran juga bisa dilakukan.

    Sementara itu, anggota Dewan Pakar sekaligus Jubir Timnas Anies-Muhaimin (AMIN), Refly Harun yang turut serta dalam aksi ini mengatakan aksi hari ini bukanlah yang terakhir.

    “Perjuangan parlemen jalanan, kita terus lanjutkan Tanggal 1, Tanggal 5, Tanggal 9 sampai aspirasi konstitusional kita berhasil, Insya Allah,” katanya dalam orasinya di atas mobil komando.

    Baca: Mahasiswa demo desak Jokowi mundur

    Ia menjelaskan terdapat tiga medan perjuangan yang bisa diperjuangkan dalam melawan dugaan kecurangan di Pemilu 2024 ini. Salah satunya, lewat demonstrasi.

    “Teruskan kegiatan parlemen jalanan ini, karena ini adalah perjuangan konstitusional,” tegasnya.

    Kemudian, perjuangan lewat hak angket mendalami dugaan kecurangan tersebut. Refly mengajak massa aksi untuk mendukung parpol untuk menggunakan hak angket mereka.

    “Itu perjuangan parlemen. Kita harus dukung, kita harus desak mereka untuk berani menuntaskan segala kecurangan,” katanya.

    Dan yang terakhir, melalui gugatan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Meski tak percaya pada lembaga MK, namun cara itu merupakan satu-satunya jalur yang bisa ditempuh untuk membatalkan hasil pemilu dan mendiskualifikasi calon yang melakukan kecurangan.

    “Persoalannya kita tidak punya pilihan lain untuk membatalkan hasil pemilu, untuk mendiskualifikasi orang curang hanya bisa melalui MK,” jelasnya.

    Tema aksi kali ini adalah ‘aksi rakyat semesta geruduk DPR RI’ yang membawa tiga tuntutan utama  atau ‘Tritura’, yaitu turunkan harga sembako, dukung hak angket, dan makzulkan Presiden Jokowi.

    Reporter: Rudyanti, Nurakhmayani

  • Menakar Keputusan MK soal Ambang Batas Parlemen: Apakah Menjamin Keterwakilan Suara Rakyat

    Menakar Keputusan MK soal Ambang Batas Parlemen: Apakah Menjamin Keterwakilan Suara Rakyat

    7cloud.asia – Mahkamah Konstitusi (MK) lewat Putusan MK Nomor 116/PUU-XXI/2023 memutuskan bahwa ambang batas parlemen sebesar 4% yang diatur dalam UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu) sudah tidak bisa berlaku lagi.

    MK mengamanatkan DPR dan pemerintah untuk mengubah aturan ambang batas parlemen itu melalui revisi UU Pemilu sebelum berlangsungnya Pemilu 2029.

    Ambang batas parlemen atau parlimentary threshold adalah syarat persentase suara minimum bagi partai politik untuk bisa mendapatkan kursi di parlemen.

    Hingga Pemilu 2024 ini, partai politik peserta pemilu harus mendapatkan paling sedikit 4% dari total suara sah nasional untuk bisa masuk ke Senayan.

    Putusan MK ini menuai pro kontra di tengah masyarakat. Pihak yang pro mengklaim bahwa putusan ini dapat menguatkan kedaulatan rakyat.

    Pasalnya, pihak yang sudah dipilih oleh rakyat di suatu daerah dan mendapatkan suara tinggi, meskipun persentasenya secara nasional di bawah 4%, dapat tetap masuk ke senayan.

    Baca: Diperkirakan hanya 8-9 partai yang lolos ke Senayan

    Sementara pihak yang kontra menyatakan bahwa penentuan ambang batas bukanlah kewenangan MK melainkan kewenangan lembaga pembentuk UU, dalam hal ini DPR bersama pemerintah.

    Terlepas dari pro kontra tersebut, putusan MK ini sebenarnya cukup masuk akal untuk menjaga proporsionalitas keterwakilan masyarakat dan memenuhi prinsip keadilan wakil rakyat.

    Kini tugas pembentuk UU dan masyarakat adalah memahami detail dampak dan tindak lanjut putusan MK tersebut serta mengawasi jalannya revisi UU Pemilu di DPR.

    Menjaga proporsionalitas keterwakilan masyarakat
    Sejak Pemilu 2009, pemerintah dan DPR selalu menaikkan ambang batas dengan tujuan penyederhanaan jumlah partai politik, namun tidak menyertai cara penghitungan untuk menentukan ambang batasnya.

    Pada Pemilu 2009, ambang batas ditetapkan sebesar 2,5%, kemudian dinaikkan pada Pemilu 2014 menjadi 3,5%.

    Baca: PDI Perjuangan masih memimpin perolehan suara partai

    Lalu dinaikkan lagi menjadi 4% pada Pemilu 2019 dan masih berlaku pada Pemilu 2024. Tidak ada dasar rasionalitas dalam penetapan besaran angka minimal 4%.

    Pada dasarnya, penentuan ambang batas parlemen bermanfaat untuk menjaga stabilitas politik dengan tidak mengikutsertakan partai-partai yang memperoleh suara yang relatif kecil.

    Namun, manfaat ini dapat diperdebatkan karena cenderung membatasi keberagaman pendapat dalam kehidupan masyarakat yang demokratis.

    Alasan utama pemerintah Indonesia menaikkan ambang batas adalah untuk menyederhanakan partai politik yang ada di parlemen Indonesia.

    Hal ini agar tercipta efisiensi dalam menyelenggarakan pemerintah, karena partai politik yang berhasil lolos ke parlemen merupakan partai politik yang mendapatkan dukungan kuat dari masyarakat.

    Baca: Sulitnya partai baru melenggang ke Senayan

    Ini diharapkan dapat melahirkan anggota parlemen yang berkualitas dan benar-benar dapat mewakili, setidaknya sebagian besar, suara rakyat.

    Namun, sejumlah ahli berpendapat bahwa penyederhanaan partai tidak melulu dilakukan hanya dengan mengurangi jumlah partai di parlemen, melainkan jumlah partai relevan, yang dilihat melalui penguasaan kursi di parlemen.

    Artinya, partai yang banyak bisa menciptakan sistem kepartaian yang lebih sederhana apabila penguasaan kursi parlemen terkonsentrasi ke sedikit partai.

    Sebaliknya, partai yang sedikit di parlemen belum tentu menciptakan kepartaian sederhana apabila penguasaan kursi parlemen merata. Jadi yang lebih ditekankan adalah efektifitas partai bekerja, bukan secara kuantitasnya.

    Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) pada tahun 2020 menyampaikan bahwa penyederhanaan sistem partai tidak hanya dengan menaikkan ambang batas.

    Baca: Pasangan AMIN dan Ganjar-Mahfud masih tunggu hasil penghitungan resmi KPU

    Menurut Perludem, kenaikan angka ambang batas justru akan memperbanyak jumlah suara yang terbuang sia-sia.

    Pada Pemilu 2019, contohnya, terdapat lebih dari 13 juta suara yang terbuang, padahal pada Pemilu 2014 ketika ambang batas parlemennya sebesar 3,5%, hanya 2,9 juta suara yang terbuang.

    Suara terbuang ini adalah suara dari masyarakat yang memilih calon anggota DPR, namun calon anggota tersebut tidak dapat masuk ke parlemen karena partainya tidak memenuhi ambang batas yang ditentukan.

    Perludem pernah merekomendasikan bahwa daripada menaikkan ambang batas, akan lebih efektif jika mengurangi jumlah kursi di setiap daerah pemilihan (dapil) saja.

    Sebagai gambaran, secara umum, tiap dapil biasanya memiliki jumlah kursi antara 3 hingga 10 kursi.

    Baca:  PDI Perjuangan kumpulkan kecurangan Pemilu 2024

    Apabila dihitung menggunakan sistem penghitungan metode Sainte-Laguë (menghitung suara setiap partai, kemudian membagi kursi awal berdasarkan jumlah suara).

    Jika sebuah partai memperoleh 100 ribu suara, maka partai tersebut akan diberikan satu kursi awal.

    Kemudian partai yang sudah mendapatkan kursi akan dibagi dengan bilangan angka ganjil dan dipertemukan dengan jumlah suara dari partai lain.

    Kemudian ditentukan partai dengan hasil terbesar untuk mendapatkan kursi selanjutnya. Kemudian diulangi langkah sampai kursi terbagi semua.

    Tujuan metode penghitungan ini adalah agar setiap partai mendapat kursi yang sebanding dengan suara yang mereka dapatkan. Ini membuat pembagian kursi di parlemen lebih adil untuk partai politik.

    Jika mekanisme penghitungan diubah dengan diperkecil jumlah kursinya, serta yang dipilih merupakan yang benar-benar suaranya terbanyak, maka sistem ini akan membuat wakil yang terpilih di dapil tersebut merupakan wakil yang benar-benar mendapatkan suara mayoritas dari konstituen di wilayah tersebut, terlepas partainya merupakan partai besar ataupun tidak.

    Artikel ini telah terbit di The Conversation, Penulis: Dio Ashar Wicaksana
    PhD Student, Australian National University 

     

  • Banyak Kecurangan di Pemilu 2024, Alumni UI Dukung DPR Gunakan Hak Angket

    Banyak Kecurangan di Pemilu 2024, Alumni UI Dukung DPR Gunakan Hak Angket

    7cloud.asia – Puluhan delegasi aktivis Alumni UI (Universitas Indonesia Garda Pancasila atau AUIGP) menemui anggota DPR untuk menyampaikan dukungan penggunaan hak angket guna mengusut berbagai kecurangan Pemilu 2024.

    Rombongan alumni UI ini menyerahkan petisi yang berisikan dukungan penggunaan hak angket terkait Pemilu 2024.

    Delegasi alumni UI ini diterima oleh staf khusus FPDIP dan anggota komisi ll DPR, Dr. Emmy Lumbanraja di gedung MPR/DPR Selasa (05/03/2024) siang.

    “Sekarang ini banyak beredar kabar angin ada kecurangan oleh berbagai pihak. Baik itu curang sebelum, selama maupun setelah Pemilu. Mari sama-sama kita buktikan apa tudingan itu benar atau sekadar heboh pengalihan isu semata,” jelas Koordinator Pusat AUIGP, Sony Danang.

    Baca: Ribuan alumni UI deklarasi dukung Ganjar

    “Karena itu DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat perlu bergegas cawe-cawe menyelesaikan kemelut ini,” lanjutnya.

    Selanjutnya alumnus Fakultas Teknik UI ini menjelaskan apabila isu kecurangan yang Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM) di Pemilu 2024 ini dibiarkan, maka legitimasi pemerintahan niscaya goyah.

    Akan terjadi distabilisasi politik yang mengoyak sendi pokok ketatanegaraan Pasca Reformasi.

    Kondisi ini membuat keutuhan NKRI menjadi rawan, yang selama ini diincar oleh berbagai proxy kepentingan. Baik itu proxy dari elemen asing maupun unsur lokal. 

    Karena itu, AUIGP mendukung penggunaan hak angket ini. AUIGP yakin anggota DPR RI periode 2019-2024 mampu jernih memetakan kemelut Pemilu 2024 yang dimaksud.

    Baca: DPR mulai bersidang, singgung soal hak angket

    Alumni UI yang tergabung dalam AUIGP juga merekomendasikan berbagai kebijakan korektif atas dugaan penyalahgunaan mekanisme lembaga negara. Khususnya untuk menjamin Pemilu yang luber dan jurdil.

    “AUIGP berharap DPR tegas mendesak pemberian sanksi bagi penyelenggara Pemilu 2024, baik itu KPU, Bawaslu, maupun Aparat Pemerintah di berbagai tingkatan, yang terbukti tidak jujur, teledor, dan melanggar hukum dan perundang-undangan yang berlaku,” paparnya..

    Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah AUIGP, Dhia Prekasha Yoedha, menjelaskan sikap ini selaras dengan nama GP – Garda Pancasila yang disandang AUI GP.

    “Dukungan penggunaan Hak Angket DPR dari AUIGP ini tak ada kaitan sama sekali dengan paslon 01 maupun 03. Tapi lebih untuk menjaga marwah Pancasila sebagai filosofi pedoman hidup berbangsa bernegara, ” ungkap Yoedha yang juga mantan Tenaga Ahli BPIP – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ini.

    Baca: Demo dukung hak angket dan makzulkan Jokowi di berbagai daerah

    Karena itu, AUIGP mencatat dan sekaligus mengkritisi rentetan pelanggaran atas nilai-nilai Pancasila, prinsip Demokrasi dan Reformasi Anti KKN.

    Pelanggaran yang dimaksud adanya politik dinasti dan KKN proses pelolosan Gibran Rabuming Raka sebagai cawapres oleh MK yang melanggar kode etik.

    Lalu penyalahgunaan anggaran negara dalam pembagian sembako untuk kepentingan Capres/Cawapres tertentu. Kemudian penggembungan suara untuk memenangkan Capres/Cawapres tertentu.

    “Mari kita berikan dukungan moral bagi para wakil rakyat di DPR, sebagaimana Motto UI: Veritas, Probitas, Iustutia demi Kejujuran, Kebenaran, Keadilan” ajak Sony.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Meski Menuai Kontroversi, DPR Tetap Kebut Pembahasan RUU Daerah Khusus Jakarta

    Meski Menuai Kontroversi, DPR Tetap Kebut Pembahasan RUU Daerah Khusus Jakarta

    7cloud.asia – Rapat Paripurna ke-13 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2023-2024 secara resmi telah menyetujui Badan Legislasi DPR membahas RUU Daerah Khusus Jakarta (RUU DKJ).

    Ketua Baleg Supratman Andi Agtas menyatakan, untuk membahas RUU Daerah Khusus Jakarta ini  pihaknya dalam satu hingga dua hari kedepan segera menggelar Rapat Kerja dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

    Pembahasan RUU Daerah Khusus Jakarta mendesak karena status Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta hilang sejak disahkannya UU Ibu Kota Negara (IKN) pada 15 Februari lalu. 

    “RUU DKI itu dia kehilangan status tanggal 15 Februari kemarin, kan itu implikasi dari UU IKN, 2 tahun itu kan berakhir 15 Februari. Sekarang DKI ini tidak ada statusnya. Nah itu yang membuat kita harus mempercepat (pembahasan RUU Daerah Khusus Jakarta),” ujar Supratman kepada wartawan Selasa (5/3/2024).

    Baca: LBH Jakarta nilai RUU daerah khusus Jakarta sebagai upaya kartelisasi politik Jokowi

    Lebih lanjut, Politisi Fraksi Partai Gerindra ini menerangkan dalam pembahasan draf RUU DKJ bersama Mendagri tersebut nantinya juga akan membahas kembali status kekhususan Jakarta.

    Akan tetapi, ungkap Supratman, bukan dalam kapasitas sebagai Ibukota Negara namun dengan adanya status lain yang akan dibicarakan kembali bersama Pemerintah.

    Supratman mengatakan, pikiran-pikiran terhadap kekhususan itulah yang melahirkan gagasan salah satunya menyangkut soal Pasal 10, kan namanya daerah khusus.

    ”Salah satu poinnya disamping daerah khusus buat bisnis, ekonomi, pusat perdagangan, pusat keuangan dan lain sebagainya,” jelasnya.

    Baca: Ibukota pindah ke IKN, Jakarta jadi daerah khusus

    Namun, Supratman mengungkapkan keseluruhan opsi-opsi daerah khusus untuk Jakarta itu baru sebatas pilihan-pilihan. 

    Pilihan-pilihan itu nantinya harus dibahas dalam rapat kerja bersama Mendagri Tito Karnavian bersama dengan segenap jajaran Kemendagri. 

    Menutup keterangannya, Supratman menegaskan Baleg DPR RI memiliki target untuk menyelesaikan RUU DKJ itu menjadi UU maksimal hingga 10 hari.

    “Kalau kita bisa raker lusa umpamanya, dalam waktu seminggu sampai 10 hari kerja sudah selesai, karena itu DKI sudah kehilangan status per 15 Februari kemarin,” pungkasnya.

    Baca: Konsep kota hutan tak jamin IKN ramah lingkungan 

    Pembahasan RUU DKJ yang terkesan disegerakan ini menuai kritik dari banyak pihak.

    Selain terburu-buru, ada sejumlah poin di RUU DKJ yang memicu kontroversi. Salah satunya adalah kepada daerah yang ditunjuk oleh Presiden dan bukan dipilih. 

    Pasal ini dinilai bertentangan dengan nilai demokrasi dan mengeliminir suara warga Jakarta. 

  • Interupsi Luluk Hamidah: Anggota DPR Bertanggung Jawab Sampaikan Suara Rakyat yang Tak Sanggup Disuarakan

    Interupsi Luluk Hamidah: Anggota DPR Bertanggung Jawab Sampaikan Suara Rakyat yang Tak Sanggup Disuarakan

    7cloud.asia – Dalam Rapat Paripurna DPR  pada Selasa (5/3/2023), Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR, Luluk Nur Hamidah melakukan interupsi dan mengusulkan hak angket. 

    Luluk Hamidah menyampaikan, dirinya sudah banyak mendengar aspirasi dari masyarakat yang mendorong DPR untuk menggunakan hak angket.

    Banyak pihak, ujar Luluk Hamidah, yang memaknai penggunaan hak angket dapat memberikan titik terang dan mengakhiri berbagai spekulasi yang beredar seputar pelaksanaan pemilu 2024.

    “Kami menerima begitu banyak aspirasi bahwa DPR hendaklah menggunakan hak konstitusionalnya melalui hak angket,” katanya. 

    Ia menegaskan, melalui hak angket inilah kita akan menemukan titik terang seterang-terangnya sekaligus juga mengakhiri berbagai desas-desus, kecurigaan yang tidak perlu.

    Baca: Mosi tidak percaya untuk Jokowi

    Luluk yang merupakan anggota Komisi VI DPR ini mengingatkan bahwa anggota DPR memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mendengarkan suara rakyat,  menyampaikan dan memperjuangkannya. 

    Alangkah naifnya, ujar Luluk, kalau lembaga Dewan Perwakilan Rakyat hanya diam saja dan membiarkan seolah-olah tidak terjadi sesuatu.

    Tanggung jawab moral dan politik kita hari ini adalah mendengarkan suara yang sudah diteriakkan ataupun suara yang tak sanggup disuarakan.

    ”Silent Majority saya kira akan akan sepakat dengan kita untuk melakukan langkah-langkah konstitusional apapun langkah-langkah itu,” katanya diiringi riuh tepuk tangan peserta rapat.

    Baca: DPD resmi bentuk pansus untuk usut kecurangan Pemilu 2024 

    Dituturkannya, pemilu 2024 adalah perwujudan kedaulatan rakyat dan oleh karena itu tidak ada satupun kekuatan di negeri ini yang boleh merebut apalagi menghancurkannya.

    Pemilu haruslah berdasarkan pada prinsip kejujuran, keadilan, tanggung jawab dan etika yang tinggi. 

    “Tidak ada boleh satupun pihak-pihak yang mencoba memobilisasi sumber daya negara untuk memenangkan salah satu pihak.

    Pemilu tidak bisa dipandang hanya dalam konteks hasil, lebih dari itu konteks proses harus juga menjadi cerminan kita semua untuk melihat (pemilu yang) dilangsungkan secara jujur dan adil,” tutur Anggota Badan Legislasi DPR ini.

    Baca: Survei Litbang Kompas sebut mayoritas warga dukung hak angket

    Menurutnya, pemilu 2024 belum bisa dianggap selesai hanya karena jadwal yang telah berakhir.

    Apalagi, lanjutnya, masih ada yang menganggap proses Pemilu 2024 penuh dengan intimidasi apalagi ada dugaan kecurangan pelanggaran etika.

    Untuk itu ia mendukung dilakukannya Hak Angket untuk memberikan kepastian bahwa seluruh proses pemilu 2024 benar-benar dijalankan berdasarkan daulat rakyat.

    “Saya mendukung hak angket ini kita lakukan semata-mata untuk memberikan kepastian bahwa seluruh proses Pemilu 2024 benar-benar dijalankan berdasarkan daulat rakyat, kejujuran keadilan, etika yang tinggi karena di sinilah fungsi kita yang sedang ditunggu oleh rakyat,” tutupnya. 

  • DPR: Lonjakan Harga Pangan Harusnya Diantisipasi dengan Pendekatan Jangka Panjang

    DPR: Lonjakan Harga Pangan Harusnya Diantisipasi dengan Pendekatan Jangka Panjang

    7cloud.asia –  Masalah lonjakan harga pangan yang terjadi saat ini, terutama masalah beras sebagai makanan pokok mayoritas penduduk Indonesia mendapat sorotan anggota DPR.

    Menurut Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS Junaidy Auly, mestinya pemerintah mengantisipasi lonjakan harga pangan ini dengan pendekatan jangka panjang.

    Ia menyayangkan, selama ini lonjakan harga pangan terkesan hanya ditangani secara partial dalam jangka pendek saja   

    “Pendekatan penyelesaian masalah (inflasi pangan) ini dilakukan untuk jangka pendek, seperti melakukan impor dan intervensi dalam bentuk operasi pasar serta pemantauan alur distribusi pada level pusat dan daerah saja,” ujar Junaidi dalam keterangan tertulis yang dikutip Parlementaria, Senin (11/3/2024).

    Baca:  Harga pangan jelang Ramadhan

    Salah satu penyelesaian inflasi pangan melalui pendekatan jangka panjang adalah sungguh-sungguh melaksanakan manajemen pengendalian inflasi dan perbaikan dari hulu sampai hilir, terutama terhadap gejolak inflasi komoditas pangan.

     “Tentunya, kolaborasi dalam penyusunan kebijakan dan pelibatan aktif seluruh stakeholder dalam melaksanakan kebijakan dari level pusat hingga daerah menjadi kunci utama tercapainya efektivitas pengendalian inflasi pangan yang berkelanjutan,” jelasnya 

    Junaidy mengatakan bahwa penjelasan Pemerintah bahwa perekonomian Indonesia cukup solid patut dipertanyakan.

    Karena, nyatanya ekonomi yang disebut solid tidak mampu mengantisipasi inflasi atas kenaikan harga beras di Indonesia saat ini.

    Baca: Salahkan El Nino, Jokowi dinilai tak beri solusi soal harga beras

    ”Indonesia merupakan negara agraris yang dalam tiga tahun belakangan ini diklaim Pemerintah dalam kondisi perekonomian yang cukup solid dan terkendali meskipun dihadapkan pada fluktuasi perekonomian dunia,” ungkap politisi dari Dapil Lampung II ini.

    Diinformasikan oleh Pemerintah pada 22 Februari 2024, dalam hal ini Kementerian Keuangan bahwa kinerja APBN 2024 tetap kuat dan adaptif mengantisipasi risiko.

    Junaidy kemudian memaparkan data pemerintah. Seperti pada periode tahun 2023 disebutkan ekonomi Indonesia tumbuh relatif kuat mencapai 5,05 persen.

    Di bulan Januari 2024 Neraca perdagangan Indonesia masih tetap mencatatkan surplus sebesar USD2,02 miliar.

    Baca: Harga beras cetak rekor tertinggi

    ”Di awal tahun 2024, APBN mencatatkan kinerja yang baik dengan realisasi Belanja Negara mencapai Rp184,2 triliun (5,5 persen pagu APBN),” jelas Junaidi.

    Namun menariknya, kata Junaidi, gejolak inflasi volatile foods berada pada kisaran 1,53 (mtm), 8,47 (yoy), atau 1,54 (ytd) ditengah kondisi Inflasi domestik yang dinilai relatif terjaga mencapai 2,57 (yoy).

    Junaidy menegaskan, apalah artinya perekonomian tumbuh, neraca perdagangan Indonesia surplus dan kinerja APBN 2024 tetap kuat, tapi jika tidak berimbas pada masyarakat.

    ”Masyarakat Indonesia yang hidup di negeri agraris ini mengalami permasalahan harga pangan yang tinggi dan stok pangan yang tidak cukup,” pungkasnya.