Tag: jakarta pusat

  • Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    Cara Pemerintah Kota Jakarta Pusat Mendorong Bisnis yang Ramah Lingkungan

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat terus mendorong bisnis yang ramah lingkungan sekaligus mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) secara berkelanjutan.

    “Kami terus sosialisasikan soal ramah lingkungan, sudah jalan. Ya diupayakanlah, kan sudah di media sosial, semua sudah tahu pasti,” kata Kepala Suku Dinas (Sudin) Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi dikutip Antaranews.com, Jumat (31/5/2024).

    Adapun kriteria bisnis ramah lingkungan, menurut Slamet, antara lain memiliki desain bangunan mengikut lingkungan sekitarnya,

    Juga dibangun dengan material ramah lingkungan, memiliki pengelolaan sampah, memiliki ruang terbuka hijau dan menggunakan alat yang efisien.

    Slamet mengatakan sejumlah minimarket dan gerai usaha lainnya yang sudah tidak menyediakan sedotan. Mereka juga mengurangi penggunaan plastik dan bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Itu kan bentuk dukungan dari pelaku usaha yang mendukung ramah lingkungan itu,” katanya.

    Baca: Tantangan pembangunan ramah lingkungan di Indonesia

    Slamet lantas mencontohkan, rumah makan yang sudah tidak menyediakan sedotan atau bahan yang tidak ramah lingkungan.

    “Seharusnya mereka sudah paham tinggal dukungannya saja mereka mau mendukung atau enggak,” ujar Slamet.

    Sama seperti Restoran cepat saji menu Jepang Hoka-Hoka Bento (HokBen) yang sudah menerapkan kepedulian terhadap masalah lingkungan.

    Hokben telah mewujudkan bisnis ramah lingkungan dengan mengelola sampah daur ulang menjadi produk yang bernilai bagi masyarakat.

    Restoran tersebut melakukan kolaborasi bersama pihak-pihak tertentu dalam mengolah sampahnya.

    Hokben antara lain mengolah sampah plastik mika bekas makanan menjadi bahan bangunan roster yang kemudian digunakan kembali untuk di beberapa gerai di Indonesia.

    Baca: Sisi gelap sepak bola bagi lingkungan

    Regional Manager HokBen, Bintang Setiadi dalam acara peresmian HokBen di kawasan Pecenongan, mengatakan bahwa saat ini sudah ada 45 gerai yang menggunakan eco-roster.

    Gerai sudah mengolah 20.380 plastik mika atau sekitar 300 kilogram sampah plastik mika.

    Menurut Bintang, pihaknya juga berkolaborasi untuk mengolah sampah sumpit sekali pakai yang menjadi barang rumah tangga yang ramah lingkungan dan berkualitas.

    Lurah Kebon Kelapa Muhammad Bellie menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat selalu mendorong pelaku usaha untuk terus membuka bisnis di wilayah Jakarta.

    Bellie juga mengapresiasi bagi para pelaku bisnis yang sudah mendukung Pemkot Jakarta Pusat (Jakpus) dalam mengurangi sampah plastik dan menggunakan bahan ramah lingkungan.

    “Ini yang akan kita sosialisasikan ke pelaku usaha untuk menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan,” katanya.

    Diharapkan ke depannya makin banyak program dengan lingkungan hidup. “Kemudian pelaku usaha lainnya supaya sampah itu ramah lingkungan,” kata Bellie.

     

  • Kendaraan Dinas Pemkot Jakarta Pusat yang Tak Lolos Uji Emisi Dilarang Beroperasi

    Kendaraan Dinas Pemkot Jakarta Pusat yang Tak Lolos Uji Emisi Dilarang Beroperasi

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat menerbitkan larangan beroperasi bagi kendaraan dinas operasional (KDO) di lingkungannya yang tidak lolos uji emisi.

    “Kalau tidak lolos tidak boleh beroperasi. Kami akan terus melaksanakan tes uji emisi termasuk untuk kendaraan pribadi pegawai,” kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Kamis.

    Dhany menegaskan bagi kendaraan dinas operasional yang tidak lolos uji emisi kemarin, harus melakukan servis berkala sampai memenuhi standar baku emisi.

    Sebelumnya Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat membuka pelayanan uji emisi untuk kendaraan dinas operasional (KDO) dan milik pribadi pegawai secara gratis di Kantor Wali Kota setempat.

    Baca: Penerapan Tarif Parkir Progresif untuk Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi di Jakarta

    Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Chaidir mengatakan, pelaksanaan uji emisi ini sesuai dengan Pergub Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

    “Bagi KDO yang tidak lolos uji emis, saya imbau segera mengkalibrasi dan rutin melakukan servis kendaraan. Tujuannya meminimalisir polusi udara dari asap kendaraan,” kata Chaidir di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Juni lalu.

    Kegiatan uji emisi tingkat kota di Halaman Kantor Walikota Jakarta Pusat itu, jumlah kendaraan yang melaksanakan uji emisi sebanyak 151 unit.

    Jika dirinci, tercatat ada 114 unit kendaraan lolos uji emisi sedangkan 35 unit lainnya tidak lolos.

    Kendaraan roda empat yang menggunakan bensin sebanyak 59 unit, yang lolos uji emisi 51 unit sedangkan yang tidak lolos 8 unit.

    Baca: Kawasan Ini Terapkan Tarif Parkir Tinggi untuk Kendaraan yang Tak Lulus Uji Emisi

    “Sedangkan kendaraan roda empat yang menggunakan solar ada 24 unit, yang lolos 12 dan tidak lolos 12,” jelas Dhany.

    Lalu, kendaraan roda dua yang mengikuti uji emisi di Kantor Walikota Jakarta Pusat sebanyak 66 unit, dengan rincian sebanyak 51 unit lolos uji emisi sedangkan 15 unit lainnya tidak lolos uji emisi.

    Kegiatan uji emisi yang dilaksanakan menyasar kendaraan roda dua dan roda empat KDO serta kendaraan pribadi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat.

    Dilansir Antaranews.com, kegiatan dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB siang.

    Adapun pelaksanaan uji emisi ini sesuai dengan Pergub Nomor 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

  • Jumlah Rumah Warga yang Memilah Sampah di Jakarta Pusat Terus Meningkat

    Jumlah Rumah Warga yang Memilah Sampah di Jakarta Pusat Terus Meningkat

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) menyebut, hingga Juli 2024 rumah warga yang aktif memilah sampah di Kecamatan Senen berjumlah 272 rumah.

    Jumlah rumah warga yang telah memilah sampah di Senen, Jakarta Pusat ini meningkat 62 persen dari sebelumnya yakni 168 rumah.

    “Kami akan dorong terus agar warga memilah sampah supaya bertambah. Caranya lewat sosialisasi dan kampanye,” kata Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) Lingkungan Hidup (LH) Kecamatan Senen Slamet Fikli di Jakarta, Jumat (9/8/2024).

    Slamet mengatakan sebanyak 272 rumah warga yang telah terlibat memilah sampah itu tersebar di 19 RW dari enam kelurahan.

    Slamet juga optimistis jumlah warga memilah sampah dari rumah ke depannya akan terus meningkat.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Slamet mencontohkan, pada Rabu (7/8/2024) lalu pihaknya melakukan sosialisasi tentang Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 tahun 2020 tentang pengelolaan sampah lingkup RW.

    Sosialisasi pengelolaan sampah tersebut dilaksanakan di Aula Ruang Serbaguna Kantor Camat Senen.

    Kegiatan itu juga melibatkan Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan dari enam kelurahan se-Kecamatan Senen dan pendamping Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) dari 48 RW se-Kecamatan Senen.

    Lalu, sebanyak lima petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari enam kelurahan se-Kecamatan Senen berperan sebagai peserta kegiatan.

    Slamet menjelaskan sosialisasi itu bertujuan meningkatkan pemahaman para pendamping bidang pengelolaan sampah rukun warga (BPS RW) dari Satpel LH Kecamatan Senen tentang tanggung jawab mereka.

    Baca: Pengelolaan sampah dengan ditimbun sudah ketinggalan zaman

    Kemudian, memberikan pemahaman tugas Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) kelurahan dalam membantu pendamping RW untuk meningkatkan jumlah rumah memilah sampah di wilayah Kecamatan Senen.

    “Kami berharap nantinya mereka benar-benar bisa maksimal dan jumlah rumah memilah sampah di Kecamatan Senen bisa terus meningkat,” ujar Slamet.

    Sementara itu, Sekretaris Camat Senen Winetrin mengatakan petugas PPSU kebanyakan merupakan warga yang berdomisili di wilayah penugasan mereka.

    Karena itu, mereka dinilai sangat memahami karakteristik dan simpul-simpul sosial warga yang bisa mendukung gerakan rumah memilah sampah.

    “Lalu para Kasi Ekbang juga penting memahami tugas itu agar bisa maksimal mendorong PPSU dan mengedukasi warga agar jumlah rumah memilah sampah terus meningkat,” kata Winetrin.

    Baca: Kerjasama pemerintah-produsen-konsumen dalam pengelolaan sampah

    Sebelumnya Pemerintah Provinsi DKI mengenalkan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang dinilai efektif.

    Pengelolaan sampah secara RDF ini juga dinilai lebih ramah lingkungan. Adapun kapastiasnya mencapai 2.500 ton sampah per hari.

    Nantinya, RDF akan menghasilkan 875 ton bahan bakar alternatif ini setiap hari. Untuk mencapai hasil akhir, RDF perlu menjalani proses penyaringan (screening), pemilahan (separating), pencacahan (shredding), dan pengeringan (drying).

    DKI Jakarta memiliki dua RDF yakni RDF Bantargebang, Bekasi dan RDF Rorotan, Jakarta Utara yang saat ini masih dalam tahap pembangunan.

    Sumber: Antaranews.com

  • Tekan Produksi Sampah, Pemkot Jakarta Pusat Dorong Warga Memilah Sampah Rumah Tangga

    Tekan Produksi Sampah, Pemkot Jakarta Pusat Dorong Warga Memilah Sampah Rumah Tangga

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat berupaya menekan produksi sampah dari sumbernya mulai di rumah tangga, sekolah, rumah ibadah, maupun ruang terbuka.

    Langkah ini sebagai upaya Pemkot Jakarta Pusat meraih Adipura di tahun 2024, khususnya untuk kategori Kencana (tingkat kabupaten/ kota).

    Pada 2023 lalu Jakarta Pusat juga menerima penghargaan Adipura dengan kategori Metropolitan. Penghargaan untuk kebersihan itu telah diraih dua tahun berturut-turut sejak tahun 2022.

    “Masih ada waktu, saya meminta untuk mengoptimalkan di lapangan seperti memilah sampah dan pembuatan kompos yang menjadi poin penting menghadapi Adipura,” kata Wali Kota Jakarta Pusat Dhany Sukma di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2024).

    Baca: Jumlah rumah yang memilah sampah di Jakarta Pusat terus meningkat

    Dhany meminta seluruh jajaran kelurahan dan kecamatan di wilayahnya agar dapat mengoptimalkan kebersihan dan menekan sampah dari sumbernya dengan cara memilah sampah.

    “Kita harus dapat menekan sumber sampah seperti, di sekolah-sekolah, tempat ibadah, kemudian di ruang terbuka yang harus kita perhatikan,” ucap Dhany.

    Sementara itu, Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Pusat Slamet Riyadi mengatakan penguatan signifikan perlu dilakukan mulai dari penanganan sampah rumah tangga.

    Volume sampah di Jakarta Pusat saat ini berkisar 900 hingga 1.000 ton per hari. Dari total jumlah itu, sekitar 51 persen di antaranya merupakan sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga.

    Baca: Cara mudah memilah sampah dari rumah

    Slamet berharap jajaran kelurahan dan RT/RW bisa mendukung dan memastikan upaya pengelolaan sampah dari hulu.

    Pihaknya juga terus mendorong peningkatan partisipasi warga memilah sampah dari rumah agar bisa mengurangi produksi sampah yang harus dibuang ke Bantar Gebang.

    Apalagi, pengelolaan sampah dari hulu dimulai dari aktivitas warga memilah sampah organik, anorganik dan sampah beracun atau berbahaya (B3) rumah tangga dari rumah mereka.

    “Pemilahan sampah dari rumah tangga itu nantinya akan berlanjut oleh penanganan di bidang pengelolaan sampah (BPS) RW untuk melakukan pengelolaan sampah,” kata Slamet.

    Sumber:Antaranews.com

  • Jelang Tahun Baru, Pemkot Jakarta Pusat Rapikan Kesemrawutan Kabel Udara di Sejumlah Titik

    Jelang Tahun Baru, Pemkot Jakarta Pusat Rapikan Kesemrawutan Kabel Udara di Sejumlah Titik

    7cloud.asia – Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat melanjutkan merapikan kabel udara jaringan utilitas di kawasan Gambir supaya terlihat indah menjelang perayaan Natal dan tahun baru (Nataru).

    “Kita sudah menertibkan dan memutus kabel udara jaringan utilitas, di Jalan Petojo Enclek XIV, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir,” kata Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Pusat Muhammad Soleh dikutip antaranews.com Jumat (20/12/2024).

    Soleh menyebut penertiban kabel udara jaringan utilitas ini merupakan salah satu Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Tahun Anggaran 2024 terkait dengan penataan trotoar beserta kelengkapannya.

    Soleh mengatakan, pihaknya sudah mengeksekusi di Jalan Petojo Enclek XIV, samping kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, ada delapan kabel utilitas yang diputus.

    “Di sekitar kantor Wali Kota penertiban kabel udara dengan panjang 1,4 kilometer dan dilakukan secara bertahap. Sedangkan Jalan Petojo Enclek XIV sudah selesai dan akan dilanjutkan di Jalan Tanah Abang I depan kantor wali kota,” jelas Soleh.

    Baca: Kabel Semrawut di Jakarta Pusat dirapikan

    Penertiban kabel udara atau jaringan utilitas ini bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel).

    Para pemilik kabel jaringan telekomunikasi tersebut juga sudah merelokasi kabel ke dalam tanah.

    “Proses ini sudah kita lakukan sejak awal tahun. Sebelumnya pemilik jaringan utilitas sudah diinstruksikan untuk merelokasi kabel ke dalam tanah sehingga saat eksekusi pemutusan tidak berdampak terhadap layanan pelanggan,” ucap Soleh.

    Menurut Soleh, idealnya di jalan-jalan arteri di Jakarta harus sudah bersih dari kabel udara demi terciptanya keindahan, keamanan, dan kebaikan bersama.

    Soleh menjelaskan penertiban kabel udara ini akan dilakukan secara bertahap dengan berkoordinasi dengan pemilik utilitas. Hal ini demi terwujudnya kota yang rapi, nyaman, dan mendukung infrastruktur jalan trotoar yang indah.

    Baca: Trotoar di Jakarta belum ramah untuk kelompok difabel

    Selain infrastruktur jalan trotoar yang rapi, Pemkot Jakarta Pusat juga ingin kabel utilitas yang ada di ruang jalan juga rapi atau tidak ada lagi yang berada di udara.

    “Secara bertahap semuanya ditempatkan di dalam tanah agar Jakarta khususnya Jakarta Pusat terlihat semakin indah,” ujar Soleh.

    Sebelumnya, Koordinator Wilayah Apjatel Jabotabek Valian menyatakan kesiapannya untuk mendukung pembangunan yang telah dilakukan oleh pemerintah seperti, pembangunan trotoar ataupun saluran.

    Apjatel siap untuk melakukan pemindahan kabel-kabel utilitas yang ada di udara ke dalam tanah untuk keindahan kota Jakarta.

    Apjatel mendukung penuh kebijakan ini karena kabel udara ini memang sudah bertahun-tahun, semrawut dan tidak bagus dilihat apalagi oleh negara lain.

    “Maka kita bekerja sama dengan pemerintah sebelum kabel udara diputus kita terlebih dahulu membangun jaringan di bawah tanah ini agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ucap Valian di Jakarta, Rabu (18/12/2024).

  • Pemkot Jakarta Pusat Tingkatkan Pengawasan untuk Cegah Tawuran

    Pemkot Jakarta Pusat Tingkatkan Pengawasan untuk Cegah Tawuran

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan pihak kepentingan terkait (stakeholders) meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat umum untuk mencegah tawuran pelajar di masa libur sekolah.

    Hal ini merespon adanya tawuran dua kelompok remaja di Jalan G, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Tahun Baru 2025.

    “Kami bersama-sama pihak sekolah, kecamatan dan Kepolisian meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat umum yang sering menjadi lokasi tawuran selama libur sekolah,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo dikutip Antaranews.com, Sabtu (4/1/2025)

    Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian membubarkan tawuran dua kelompok remaja di Jalan G, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Tahun Baru 2025.

    Dua kelompok remaja di Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengawali pagi hari pertama di tahun 2025 dengan tawuran. Tawuran itu viral di media sosial (medsos).

    Dalam video di medsos, dua kelompok remaja saling serang dengan membawa celurit, kayu, botol, batu dan petasan.

    Baca: Pendidikan Budi Pekerti untuk cegah tawuran remaja

    Tawuran tersebut terjadi di tengah permukiman padat. Beling pecahan botol berserakan di jalan permukiman di sekitar lokasi kejadian tersebut.

    Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sawah Besar AKP Sholeh, mengatakan tawuran ini melibatkan dua kelompok, yakni remaja rumah susun (rusun) dengan remaja luar rusun di Karang Anyar.

    “Anak-anak ABG (anak baru gede). Jumlahnya ada 10 orang lebih (antara) anak rusun sama luar rusun Karang Anyar,” ujar Sholeh.

    Menyikapi masih terjadinya tawuran remaja, Pemkot Jakarta Pusat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap orang tua dan siswa mengenai bahaya tawuran.

    Dalam edukasi juga diselipkan pentingnya menjaga perdamaian di kalangan remaja.

    Selain itu, pihaknya terus-menerus melakukan komunikasi antara pihak sekolah dengan kepolisian, Komando Rayon Militer (Koramil), jajaran kecamatan dan kelurahan serta orang tua untuk mengantisipasi tawuran.

    Baca: Orang Tua perlu membuka ruang dialog dengan anak untuk cegah tawuran

    “Melalui sekolah, kepala sekolah (kepsek) dan guru melakukan pertemuan rutin dengan orang tua untuk membahas perkembangan siswa dan langkah-langkah pencegahan tawuran,” ujar Bambang.

    Para siswa diimbau untuk memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan positif seperti olahraga atau pergi ke tempat wisata.

    Bambang juga berpesan kepada orang tua dan guru untuk selalu memberikan perhatian dan pengawasan yang cukup kepada siswa terutama di luar jam sekolah.

    Bambang menilai pentingnya komunikasi bersama yang baik dengan siswa dan memberikan pemahaman nilai-nilai ataupun kegiatan positif sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga hubungan yang harmonis.

    Masalah tawuran remaja memang cukup kompleks. Tak hanya kurangnya pendidikan adab, ketiadaan ruang publik untuk mengekspresikan diri juga menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku remaja.

  • Kebakaran Landa Pemukiman Padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 RT Terdampak

    Kebakaran Landa Pemukiman Padat di Kemayoran, Jakarta Pusat, 11 RT Terdampak

    7cloud.asia – Kebakaran landa kawasan padat penduduk di Jalan Kemayoran Gempol RT 07/RW 08, Kemayoran, Jakarta Pusat, terbakar, pada Selasa (21/1/2025) dini hari.

    Dilansir Antaranews.com informasi dari Command Center Pemadam Kebakaran DKI Jakarta menyebutkan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 01.15 WIB.

    Belum diketahui berapa jumlah rumah warga yang ludes terbakar akibat dilalap si jago merah tersebut.

    Petugas Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat mengerahkan 29 unit mobil pemadam kebakaran dengan 125 personel untuk memadamkan kebakaran.

    Baca: Kebakaran Manggarai hanguskan ratusan rumah

    Hingga saat ini belum diketahui penyebab kebakaran itu karena proses pemadaman masih berlangsung.

    Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat Asril Rizal mengatakan hingga pukul 06.00 WIB petugas masih berjibaku untuk menangani kebakaran rumah yang berada Kemayoran Gempol, Jakarta Pusat.

    “Pukul 06.00 WIB sudah dalam proses pendinginan,” kata Asril di Jakarta, Selasa.

    Menurut dia, kebakaran yang terjadi di Jalan Kemayoran Gempol No.30 7, RT.7/RW.8, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, terjadi pada sekitar jam 01.15 WIB.

    Baca: Pasca kebakaran Glodok Plaza standar keselamatan bangunan akan dievaluasi

    Menurut dia, petugas pemadam berhasil melokalisir kobaran api pada pukul 05.29 WIB setelah lima jam lebih api membakar permukiman padat penduduk tersebut.

    “Api bisa dikendalikan pada pukul 05.29 WIB,” kata dia.

    Ia menambahkan untuk menangani kebakaran tersebut Gulkarmat Jakarta Pusat mengerahkan sebanyak 34 unit mobil pemadam kebakaran berikut 170 personel.

    Belum diketahui berapa jumlah kerugian, namun dari informasi jajaran Polres Jakarta Pusat sebanyak 11 rukun tetangga (RT) terdampak akibat kebakaran tersebut. 

  • Pemerintah Kota Jakarta Pusat Wajibkan Seluruh RW Miliki Bank Sampah

    Pemerintah Kota Jakarta Pusat Wajibkan Seluruh RW Miliki Bank Sampah

    7cloud.asia – Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat Arifin mewajibkan seluruh rukun warga (RW) di daerahnya harus memiliki bank sampah guna memastikan kebersihan lingkungan.

    Dari data yang dimiliki Pemerintah kota, dari total 386 RW di Jakarta Pusat, sebanyak 77 RW belum memiliki bank sampah.

    Karena itu Pemkot Jakarta Pusat terus mendorong segera terbangunnya bank sampah di 77 RW tersebut.

    Selain itu, ada 66 RW yang memiliki bank sampah, namun hanya ada bangunan saja sedangkan aktivitas di RW tersebut tidak ada. Sementara, bank sampah di 243 RW masih aktif.

    “Permasalahan sampah merupakan isu prioritas yang harus segera ditangani, pengelolaan sampah secara efektif dan efisien harus dijalankan semua pihak,” kata Arifin di Jakarta, Kamis (13/2/2025) sebagaimana dikutip Antaranews.com

    Baca: Dana Lingkungan berikan angin segar bagi pengelolaan Bank Sampah

    Arifin menjelaskan bahwa program 100 hari kerja yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih Pramono Anung dan Rano Karno itu adalah kebersihan lingkungan dengan terbangunnya bank sampah di setiap RW.

    Dengan adanya bank sampah, maka kesadaran masyarakat untuk mengolah sampah mulai dari lingkup terkecil, yaitu RT/RW dapat meningkat.

    “Saya minta dukungan dan partisipasi para RW untuk berkoordinasi dengan para RT agar dapat menggerakkan warganya melakukan pemilahan sampah dan menjadi nasabah bank sampah di masing-masing RW,” katanya.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan bahwa masyarakat yang menjadi nasabah bank sampah tidak dikenakan retribusi pelayanan kebersihan.

    Retribusi sampah akan mulai diberlakukan Pemprov DKI Jakarta tahun 2025 ini.

    Baca: Jumlah warga yang memilah sampah di Jakarta Pusat meningkat

    “Penerapan retribusi kebersihan rumah tangga spiritnya adalah bagaimana masyarakat lebih peduli untuk memilah dan memilih sampah dari rumah,” kata Asep di Jakarta, Selasa (4/2/2025).

    Ia menjelaskan bahwa retribusi pelayanan kebersihan yang dikenakan kepada masyarakat bukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta.

    Karenanya, kata Asep, masyarakat yang sudah menjadi nasabah bank sampah tidak dikenakan retribusi kebersihan.

    Untuk itu Asep mengajak semua masyarakat bisa menjadi nasabah bank sampah, selain tidak dikenakan retribusi mereka juga ikut serta menjaga kebersihan lingkungan.

    “Jadi masyarakat yang tidak ingin dikenakan retribusi maka pilihannya adalah menjadi anggota nasabah bank sampah atau dia melakukan pemilihan sampah dari rumah,” ujarnya.

    Baca: Bank sampah di Malaka, Jakarta Timur beroperasi di jalanan

  • Ribuan Pohon di Jakarta Pusat Rawan Tumbang Tapi Tak Semua Bisa Ditebang, Ini Penjelasannya

    Ribuan Pohon di Jakarta Pusat Rawan Tumbang Tapi Tak Semua Bisa Ditebang, Ini Penjelasannya

    7cloud.asia – Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Pusat mencatat ribuan pohon di wilayahnya rawan tumbang.

    Dan, selama Januari hingga Juni 2025, Sudin Tamhut Jakarta Pusat telah memangkas 6.805 pohon rawan tumbang yang tersebar di delapan wilayah kecamatan.

    Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat, Mila Ananda mengatakan, dari 6.805 pohon rawan tumbang tersebut, sebanyak 1.419 pohon dipangkas ringan, 3.898 pangkas sedang dan 1.425 pangkas berat, serta 63 pohon ditebang.

    “Sebanyak 63 pohon ditebang karena kondisi batang lapuk dan akarnya sudah tidak kuat menyangga,” ungkap Mila, Selasa (1/7/2025).

    Baca: Pemkot Jakarta Pusat rapikan kabel udara di sejumlah titik

    Menurut Mila, pemangkasan pohon ini menindaklanjuti permohonan warga melalui surat maupun aplikasi Cepat Respon Masyarakat (CRM) dan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

    Selain melakukan pemangkasan, lanjut Mila, selama Januari hingga Juni 2025 pihaknya juga telah menangani 243 pohon sempal dan 188 pohon yang tumbang diterjang angin.

    Penebangan pohon di Jakarta, diatur dalam peraturan daerah atau Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, Perda Nomor 3 Tahun 2007 tentang Pemakaman dan Pergub Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengelolaan dan Perlindungan Pohon

    Pergub nomor 24 tahun 2021 menyebutkan bahwa orang, badan atau perangkat daerah dapat mengajukan permohonan izin penebangan pohon kepada Dinas PMPTSP yang didasari rekomendasi teknis dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

    Baca: Cara pemerintah kota Jakarta Pusat mendorong bisnis ramah lingkungan

    Pergub tersebut mengatur tentang kriteria pohon dan mekanisme tentang perizinan penebangan pohon, baik di ruang privat maupun di tempat publik. Ada tim teknis yang menyatakan boleh dan tidaknya pohon itu ditebang.

    Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta terus mensosialisasikan aturan tentang perlindungan pohon kepada masyarakat, baik melalui media sosial atau berbagai acara maupun kegiatan formal dan informal.

    Penebangan tanpa izin dapat dikenai sanksi pidana berupa kurungan penjara dan denda.

    Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta memiliki wewenang untuk melakukan pemangkasan dan penebangan pohon, terutama untuk mengantisipasi pohon tumbang.

  • Pemkot Jakarta Pusat Dorong Sekolah dan Perkantoran Memilah Sampah

    Pemkot Jakarta Pusat Dorong Sekolah dan Perkantoran Memilah Sampah

    7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat mendorong pihak sekolah dan perkantoran di wilayahnya untuk aktif memberikan contoh baik dalam pengelolaan sampah.

    saat menghadiri pengukuhan pengurus bank sampah yang tergabung dalam Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) PT Pegadaian se DKI Jakarta, Wali kota Jakarta Pusat, Arifin meminta sekolah dan perkantoran mulai memilah sampah.

    Arifin juga mengajak pengurus bank sampah terus aktif mengedukasi warga untuk memilah sampah dari rumah, guna mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

    “Kami tidak berhenti sebatas membentuk kelembagaan di setiap RW, namun terus mendorong agar bank sampah aktif beroperasi,” ujar Arifin, di Hotel Rivoli, Jalan Kramat Raya, Kamis (7/8/2025).

    Baca: Industri daur ulang kekurangan suplai sampah plastik

    Pada kesempatan ini, Arifin mengucapkan selamat kepada pengurus Forsepsi yang terus bergerak untuk menyadarkan warga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, sehingga Jakarta menjadi kota yang bersih, nyaman dan sehat.

    Saat ini, 387 RW di Jakarta Pusat telah terbentuk pengurus bank sampah. Namun, tidak semua bank sampah yang ada aktif beroperasi.

    Menurut data Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, pada Februari lalu tercatat 413 Bank Sampah Unit telah berdiri di Jakarta Pusat.

    Adapun jumlah Bank Sampah Unit setiap RW bervariasi antara satu hingga ada yang sampai tiga unit. Namun diakuinya dari sejumlah Bank Sampah Unit yang ada tidak semuanya beroperasi maksimal.

    Baca: Puluhan bank sampah di Jakarta Pusat tidak beroperasi

    Dari total 413 Bank Sampah Unit yang ada hanya 342 yang telah beroperasi maksimal. Sedangkan sisanya sebanyak 71 Bank Sampah Unit lainnya termasuk dalam kategori tidak aktif.

    SudinLH Jakarta Pusat akan terus melakukan penguatan ke Bank Sampah Unit yang termasuk kategori tidak aktif dan berkordinasi dengan jajaran kelurahan untuk terus melakukan pemantauan.

    Sementara Deputy Operasional Kanwil 9 Jakarta II, Indra Firmansyah menuturkan, sampah yang dikelola merupakan sesuatu yang berguna dan menghindari dari bahaya.

    “Sampah menjadi emas merupakan program luar biasa karena tidak ada di dunia yang tidak bermanfaat. Semoga hari ini sebagai awal kebahagian warga Jakarta untuk mendisiplinkan agar tidak lagi membuang sampah sembarangan,” ujarnya.