7cloud.asia – Pemerintah Kota Jakarta Pusat dan pihak kepentingan terkait (stakeholders) meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat umum untuk mencegah tawuran pelajar di masa libur sekolah.
Hal ini merespon adanya tawuran dua kelompok remaja di Jalan G, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Tahun Baru 2025.
“Kami bersama-sama pihak sekolah, kecamatan dan Kepolisian meningkatkan pengawasan di lingkungan sekitar sekolah dan tempat-tempat umum yang sering menjadi lokasi tawuran selama libur sekolah,” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Pusat, Bambang Eko Prabowo dikutip Antaranews.com, Sabtu (4/1/2025)
Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian membubarkan tawuran dua kelompok remaja di Jalan G, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Tahun Baru 2025.
Dua kelompok remaja di Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengawali pagi hari pertama di tahun 2025 dengan tawuran. Tawuran itu viral di media sosial (medsos).
Dalam video di medsos, dua kelompok remaja saling serang dengan membawa celurit, kayu, botol, batu dan petasan.
Baca: Pendidikan Budi Pekerti untuk cegah tawuran remaja
Tawuran tersebut terjadi di tengah permukiman padat. Beling pecahan botol berserakan di jalan permukiman di sekitar lokasi kejadian tersebut.
Kepala Unit Reserse Kriminal (Kanit Reskrim) Polsek Sawah Besar AKP Sholeh, mengatakan tawuran ini melibatkan dua kelompok, yakni remaja rumah susun (rusun) dengan remaja luar rusun di Karang Anyar.
“Anak-anak ABG (anak baru gede). Jumlahnya ada 10 orang lebih (antara) anak rusun sama luar rusun Karang Anyar,” ujar Sholeh.
Menyikapi masih terjadinya tawuran remaja, Pemkot Jakarta Pusat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap orang tua dan siswa mengenai bahaya tawuran.
Dalam edukasi juga diselipkan pentingnya menjaga perdamaian di kalangan remaja.
Selain itu, pihaknya terus-menerus melakukan komunikasi antara pihak sekolah dengan kepolisian, Komando Rayon Militer (Koramil), jajaran kecamatan dan kelurahan serta orang tua untuk mengantisipasi tawuran.
Baca: Orang Tua perlu membuka ruang dialog dengan anak untuk cegah tawuran
“Melalui sekolah, kepala sekolah (kepsek) dan guru melakukan pertemuan rutin dengan orang tua untuk membahas perkembangan siswa dan langkah-langkah pencegahan tawuran,” ujar Bambang.
Para siswa diimbau untuk memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan positif seperti olahraga atau pergi ke tempat wisata.
Bambang juga berpesan kepada orang tua dan guru untuk selalu memberikan perhatian dan pengawasan yang cukup kepada siswa terutama di luar jam sekolah.
Bambang menilai pentingnya komunikasi bersama yang baik dengan siswa dan memberikan pemahaman nilai-nilai ataupun kegiatan positif sehingga siswa dapat memahami pentingnya menjaga hubungan yang harmonis.
Masalah tawuran remaja memang cukup kompleks. Tak hanya kurangnya pendidikan adab, ketiadaan ruang publik untuk mengekspresikan diri juga menjadi faktor yang mempengaruhi perilaku remaja.

Leave a Reply