7cloud.asia – Kebakaran lahan yang terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur akhirnya berhasil dipadamkan,
Seluruh titik api yang muncul di sejumlah kawasan Gunung Bromo berhasil dikuasai setelah petugas bekerja keras memadamkan kebakaran yang berlangsung elama enam hari itu.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Sadono Irawan menjelaskan pihaknya melakukan teknik water bombing untuk memadamkan kebakaran di Gunung Bromo.
Baca: Kebakaran di Gunung Bromo hanguskan 274 hektare lahan
“Malam ini, titik api yang ada sudah berhasil dipadamkan. Termasuk yang
ada di Pasuruan,” kata Sadono seperti yang dilansir detikJatim pada Senin
(11/9/2023).
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) Hendro Wijanarko mengatakan pada pukul 14.30 masih ada beberapa titik api yang tersebar.
“Ada di dua titik api. Kemudian ada asap juga di kawasan Jemplang ke Watu Gede,” ucap Hendro.
Baca: Pemanasan global membuat kebakaran lahan makin sering terjadi
Dalam mengatasi kebakaran ini Balai Besar TNBTS telah mengerahkan sekitar 100 personel.
Namun ada beberapa kendala yang membuat para personel kesulitan memadamkan kebakaran yang sudah berlangsung selama beberapa hari tersebut.
Menurut Hendro, ada tiga hal yang menjadi kendala pemadaman yaitu vegetasi kering, angin, serta lokasi yang sulit dijangkau.
Baca: El Nino picu kebakaran lahan di sejumlah daerah
Vegetasi kering memang mudah tersulut api sehingga kebakaran mudah sekali meluas. Apalagi angin kencang tak hanya memudahkan api menjalar, tapi juga membuat api terus menyala sehingga kebakaran makin sulit untuk dipadamkan.
Pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga menyebutkan bahwa akses ke lokasi kebakaran tergolong sulit.
Area yang berbukit dan terjal membatasi gerak tim pemadam sehingga mereka kesulitan mengatasi kebakaran secara maksimal.
Baca: Khofiffah pimpin langsung pemadaman di Gunung Arjuno
Kebakaran di gunung Bromo berawal pada Rabu 6 September 2023 akibat
kegiatan prewedding memakai flare di Bukit Teletubbies, Bromo.
“Api awalnya hanya menyebar ke sisi kanan dan kiri bukit Teletubbies. Kami padamkan dan berhasil, tapi apinya ternyata menjalar ke atas bukit,” jelas Hendro.
Padahal, lanjut Hendro, perjalanan menuju bukit itu memakan waktu dua jam. Apalagi terhalang alang-alang setinggi 2 meter.
Baca:
Kondisi ini diperparah dengan angin kencang hingga membuat api terus
menjalar menjalar sangat cepat memasuki kawasan di dekat posko Jemplang atau kafe Bromo Hillside
“Jadi temen-temen lihat angin (puting beliung) yang cukup kencang kemarin (10 September 2023) bikin kebakaran cepat melebar,” jelas Hendro.
Reporter : Nurakhmayani

Leave a Reply