Tag: kecurangan pemilu 2024

  • TPN Ganjar-Mahfud Resmi Bentuk Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan untuk Usut Kecurangan Pemilu 2024

    TPN Ganjar-Mahfud Resmi Bentuk Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan untuk Usut Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud resmi membentuk tim hukum untuk mengusut dan mengumpulkan bukti dugaan kecurangan Pemilu 2024. 

    “Pembentukan tim hukum ini bertujuan untuk memperkarakan pemilu,” kata Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD saat ditemui usai rapat terbatas di Gedung High End, Jakarta, Senin (19/02/2024)

    Tim yang diberi nama Tim Hukum Pembela Demokrasi dan Keadilan Ganjar-Mahfud ini diketuai oleh advokat senior Todung Mulya Lubis dan Henry Yosodiningrat sebagai wakil ketua.

    Melansir Antaranews, deputi 360 TPN Ganjar-Mahfud, Syafril Nasution mengatakan pembentukan tim hukum tersebut dilakukan berdasarkan arahan pasangan calon (paslon) Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    Baca: Relawan Ganjar-Mahfud tolak hasil Pemilu 2024

    Selain itu juga berdasarkan arahan para ketua umum partai politik pengusung pasangan Ganjar-Mahfud, yakni PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura, dan Partai Perindo.

    “Tim ini akan bekerja menyusun suatu persiapan untuk dihadapi nanti ke depannya,” ujar Syafril.

    Tim hukum ini, lanjut Syafril sudah membahas beberapa temuan terkait kejanggalan dalam Pemilu 2024 yang dinilai  terstruktur dan masif.

    Berbagai temuan tersebut nantinya akan menjadi bukti TPN Ganjar-Mahfud untuk mengajukan gugatan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    Baca: Rincian data permasalahan Pemilu 2024

    Sebelumnya Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Prof Susi Dwi Harijanti mendesak agar Bawaslu RI menginvestigasi banyaknya kejanggalan dalam Pemilu 2024.

    Ia mengatakan, penanganan kejanggalan dan dugaan kecurangan ini bergantung pada hasil pemeriksaan Bawaslu karena saat ini tahapan Pemilu 2024 mulai masuk dalam tahap penghitungan suara dan mulai masuk juga ada penegakan hukum.

    “Jadi, sangat tergantung pada Bawaslu kemudian menangani, melakukan investigasi, pemeriksaan terhadap laporan yang masuk di Bawaslu,” jelas Susi.

    Bawaslu juga telah menerima berbagai laporan masyarakat tentang berbagai pelanggaran dan kecurangan tersebut.  

    Baca: 

    Karena itu, lanjut Susi, Bawaslu RI harus menginvestigas dan melakukan pemeriksaan atas laporan tersebut. Khususnya berkaitan rekapitulasi suara yang menimbulkan pro kontra tersebut.

    “Jadi, hari-hari ini adalah hari yang sangat berat juga bagi Bawaslu karena begitu banyaknya laporan dan dia harus memastikn bagaimana hasilnya, apakah perlu PSU ataukah bagaimana, itu sangat bergantung pada Bawaslu,” terangnya.

    Reporter: Nurakhmayani

  • Serius Gunakan Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, PDI Perjuangan Sudah Susun Naskah Akademik

    Serius Gunakan Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, PDI Perjuangan Sudah Susun Naskah Akademik

    7cloud.asia – PDI Perjuangan serius ingin mengusulkan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024.

    Bahkan, PDI Perjuangan sudah menyiapkan naskah akademik untuk dijadikan dasar hingga tujuan penggunaan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 tersebut.

    Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) Aria Bima mengatakan penyusunan naskah akademik hak angket soal kecurangan di Pemilu 2024 ini melibatkan beberapa ahli untuk mengkaji.

    “Dari tim akademisi juga ada, dari kalangan praktisi, dan juga ada berbagai lintas sektoral. Ini sekarang baru dipersiapkan. Saya ikut membantu memonitor persiapan naskah akademik angket,” katanya Selasa (5/2/2024) dikutip Bisnis.com.

    Baca: Koalisi masyarakat sipil tak ingin hak angket masuk angin

    Bima yang kemarin sempat mengajukan interupsi di rapat paripurna ini menegaskan hak angket yang bakal digulirkan hanya untuk menyelidiki dugaan kecurangan Pemilu 2024 bukan untuk pemakzulan Presiden Jokowi.

    Aria menjelaskan, hak angket harusnya digunakan untuk cari tahu apakah berbagai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah selama masa Pemilu 2024 sengaja untuk menguntungkan calon-calon tertentu.

    “Angket tidak ada kaitan dengan pembatalan pemilu, angket juga tidak ada kaitan dengan pemakzulan,” jelasnya.

    Dia mencontohkan, bantuan sosial (bansos) bisa jadi kebijakan pemerintah untuk menguntungkan calon tertentu.

    Baca: Aksi unjuk rasa dukung hak angket berlangsung serempak di banyak kota

    Selain itu nantinya lewat angket, DPR juga bisa menyelidiki apakah ada perintah ke Plt kepala daerah untuk memenangkan calon tertentu.

    Termasuk, kata Bima, ada atau tidaknya tekankan dari kepolisian kepada para kepala desa agar mencari suara untuk calon-calon tertentu.

    Lewat hak angket DPR juga bisa menyelidki apakah BUMN digunakan untuk kepentingan elektoral paslon tertentu.

    “Hanya itu. Kalau toh tidak angket [karena] dikhawatirkan, misalnya [bisa] interpelasi atau pansus atau diawasi dari masing-masing komisi,” ujar Aria. 

    Baca: Aktivis 98 ini ajak masyarakat turun ke jalan agar hak angket tidak masuk angin 

    Seperti diketahui wacana penggunaan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024 diusulkan oleh capres yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.

    Usulan Ganjar ini mendapat sambutan dari koalisi partai pendukung Anies-Muhaimin, yang menyatakan siap mendukung penggunaan hak angket.

    Sejumlah pakar dan organisasi masyarakat sipil juga mendukung penggunaan hak angket karena menilai kecurangan di Pemilu 2024 sudah sangat telanjang dipertontonkan Presiden Jokowi.

    Di jalanan, aksi unjuk rasa mendukung penggunaan hak angket juga dilakukan hampir setiap hari di banyak daerah.

    Baca: Survei Kompas ungkap mayoritas warga dukung hak angket

     

  • Wapres: Pemerintah Tidak Akan Campuri Penggunaan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    Wapres: Pemerintah Tidak Akan Campuri Penggunaan Hak Angket Terkait Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Wacana penggunaan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 mendapat tanggapan dari Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

    Dalam keterangannya kepada wartawan di Tangerang, Banten pada Kamis (7/3/2024) Wapres mengatakan pemerintah tidak akan ikut campur dalam wacana menggulirkan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    “Pemerintah tidak ikut melibatkan diri di dalam soal hak angket, itu sepenuhnya ada pada kewenangan DPR ya,” ujarnya.

    Namun demikian, Ma’ruf berharap penggunaan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 tidak berujung pada pemakzulan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

    Baca: DPR sebut jika kecurangan di Pilpres 2024 dibiarkan maka kecurangan akan terulang di Pilkada serempak 

    Dilansir Kompas.com, Ma’ruf berharap pergantian kekuasaan dari Jokowi ke presiden berikutnya dapat berjalan dengan baik dan aman tanpa ada kejadian yang tak diinginkan, meski ada penggunaan hak angket.

    “Kita harapkan tidak sejauh itu ya, tidak sampai ke sana (pemakzulan). Kita harapkan bahwa seperti biasanya kita berjalan dengan baik-baik saja, pergantian pemerintahan itu dengan baik-baik saja,” kata Ma’ruf.

    Ma’ruf mengaku tidak tahu menahu apakah hak angket akan ditujukan untuk memakzulkan presiden atau tidak karena itu merupakan urusan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

    Meski demikian, mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini tidak masalah apabila DPR ingin menggulirkan hak angket.

    Baca: Dukungan untuk Megawati untuk selamatkan reformasi

    “Hak angket itu kan urusannya parlemen ya, urusan DPR, saya kira itu nanti apa mau dilakukan, apa tidak dilakukan, itu ada di DPR sana,” ujar Ma’ruf.

     

    Wacana menggulirkan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan pemilu pertama kali diangkat oleh kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

    Ganjar mendorong dua partai politik pengusungnya, PDI-P dan Partai Persatuan Pembangunan, menggunakan hak angket karena menurutnya DPR tidak boleh diam dengan dugaan kecurangan yang menurutnya sudau telanjang.

    Gagasan Ganjar ini mendapat sambutan dari calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan menyatakan partai politik pengusungnya juga siap untuk menggulirlan hak angket.

    Baca: Masyarakat Penegak Konstitusi sampaikan mosi tidak percaya pada Jokowi 

    Tiga parpol pengusung Anies-Muhaimin adalah Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, dan Partai Keadilan Sejahtera.

    Pada rapat paripurna DPR, Selasa (5/3/2024) lalu, anggota DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan, PKB, dan PKS sudah menyuarakan dorongan bergulirnya hak angket.

    Namun, interupsi itu tidak direspons Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad karena menurutnya ada mekanisme tersendiri untuk mengajukan hak angket.

     

  • Pesimis MK Tak Bisa Tuntaskan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Ahok Dukung Hak Angket

    Pesimis MK Tak Bisa Tuntaskan Dugaan Kecurangan Pemilu 2024, Ahok Dukung Hak Angket

    7cloud.asia – Politikus PDI Perjuangan, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, hanya hak angket DPR RI yang bisa membongkar dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Ahok mengaku pesimis dengan proses hukum di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk membuka dugaan kecurangan Pemilu 2024 itu.

    Menurutnya, ada celah hukum yang membuat dugaan kecurangan Pemilu 2024 tidak bisa dituntaskan di MK karena MK hanya mengurus kecurangan formal.

    Karena itu Ahok menilai hak angket di DPR adalah cara yang paling tepat  membongkar skandal dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Baca; Wapres tak akan cawe-cawe soal hak angket

    “Itulah kenapa saya bilang saat ini yang paling penting dilakukan tentu hak angket. Ini bukan soal mau menangin siapa, tapi itu bisa mengungkap bukti-bukti dari kecurangan dan celah hukum yang dimanfaatkan,” ujar Ahok, Jumat (8/3/2024).

    Menurutnya, MK memiliki keterbatasan untuk mengungkap kecurangan pemilu. Ahok menegaskan, hanya DPR RI yang bisa menyelidiki dugaan kecurangan secara keseluruhan

    “Bahkan dapat memperbaiki Undang-Undang yang memiliki celah yang dapat dimanfaatkan dalam penyelenggaraan Pemilu,” ujar Ahok.

    Namun, Ahok menyadari bahwa ada banyak pihak yang akan berupaya menghalangi hak angket diproses di DPR.

    Baca: Pelaporan Ganjar soal gratifikasi diduga untuk hadang gratifikasi

    Salah satu bentuknya, kata Ahok, memanfaatkan para anggota legislator yang tidak lolos lagi ke Senayan agar tidak memberikan suara untuk pengajuan hak angket.

    Oknum-oknum yang tidak terpilih lagi nih, ujarnya, yang masa tugasnya tinggal beberapa bulan bisa diiming-imingi uang.

    “Nah ada hak nih, kalau dia ditembak duit misalnya, ada tawaran dikasih berapa puluh miliar rupiah supaya enggak enggak usah ikut Hak Angket, mungkin akan diambil ya,” kata Ahok.

    Atas dasar itu, Ahok sangat berharap agar hak angket dapat berjalan sesuai keinginan rakyat Indonesia yang tidak puas terhadal penyelenggaraan Pemilu 2024.

    Baca; Jika kecurangan Pemilu 2024 dibiarkan, pelaksanaan Pilkada 2024 bisa lebih buruk 

    Ia menambahkan proses konstitusional lewat hak angket lebih baik daripadamembiarkan rakyat turun ke jalanan yang bisa  mengganggu ekonomi dan lalu lintas.

    “Yang harus dilakukan saat ini adalah hak angket, dan kita mengandalkan anggota DPR untuk melakukan itu. Harapan saya seperti itu,” tutup Ahok.

  • Sikapi Kecurangan Pemilu 2024: Tim Ganjar-Mahfud Serius Siapkan Hak Angket dan Gugatan ke MK

    Sikapi Kecurangan Pemilu 2024: Tim Ganjar-Mahfud Serius Siapkan Hak Angket dan Gugatan ke MK

    7cloud.asia – Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD memastikan tim Ganjar-Mahfud akan terus mengupayakan pengajuan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Mahfud mengatakan, hingga saat ini koalisi partai pengusung pasangan Ganjar-Mahfud terus melakukan upaya untuk memastikan pengajuan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 berjalan lancar.

    Pada saat bersamaan TPN Ganjar-Mahfud juga tengah menyiapkan bukti-bukti guna melayangkan gugatan perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK)

    Mahfud mengaku bukan orang partai, tetapi dia mengatakan telah menerima dan membaca naskah akademik yang telah disiapkan terkait hak angket ini.

    Baca: Wapres tegaskan pemerintah tidak akan cawe-cawe soal hak angket

    Dan, Mahfud melihat bahwa rancangan hak angket itu serius sehingga naskah akademiknya saja tebal sekali di atas 75 halaman. 

    “Jadi Angket itu tinggal itu perlu koordinasi teknis saja. Siapa yang tandatangan didepan, itu sudah ada nama-namanya tapi yang mau tandatangan itu harus baca dahulu supaya nanti ketika mempertahankan itu tahu,” ujar Mahfud Sabtu (9/3/2024).

    Ditanya kemungkinan keberhasilan hak angket digunakan untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024, mantan Menkopolhuham ini mengatakan semua tergantung dukungan di DPR.

    Kalau saya melihat, ujarnya, semangatnya itu tidak akan mandek untuk tahap pengusulan. Perdebatan soal lanjut tidaknya hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 ada di tahap persetujuan.

    Baca: FPKS sebut jika kecurangan Pemilu 2024 dibiarkan pelaksanaan Pilkada serempak bisa kacau 

    “Apakah mau dilanjutkan usul ini atau tidak. Ya itu nanti semua Partai akan ikut, Nanti kita akan lihat disitu,” ujarnya.

    Namun Mahfud melihat keseriusan dari PDI Perjuangan yang pertama kali menggulirkan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 ini. 

    Ditambah dukungan dari banyak pihak menyuntikkan semangat untuk pengusul hak angket, bahwa hak Angket memang dibutuhkan agar kecurangan Pemilu 2024 tidak terulang lagi

    “Kalau saya baru saja lihat ceramahnya Pak Jusuf Kalla di UI kemarin memang angket ini diperlukan, karena pemilu ini pemilu terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia sejak tahun 55 sampai sekarang ini pemilu terburuk,” ujarnya.

    Baca: Mosi tidak percaya untuk Jokowi

    Wacana penggunaan hak angket pertama kali digulirkan Ganjar Pranowo, dan kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak.

    Selain partai koalisi pendukung Ganjar-Mahfud dan AMIN, penggunaan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024 juga mendapat dukungan dari organisasi masyarakat sipil.  

  • Tim Ganjar-Mahfud Terus Bekerja Keras Sampai 20 Maret untuk Kumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024

    Tim Ganjar-Mahfud Terus Bekerja Keras Sampai 20 Maret untuk Kumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Calon Presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, mewakili pasangan Ganjar-Mahfud mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang masih terus mengawal tegaknya demokrasi selama pelaksanaan Pemilu 2024.

    Ganjar Pranowo memastikan TPN Ganjar-Mahfud saat ini masih terus bekerja untuk mengawal rekapitulasi suara pilpres hingga keputusan KPU 20 Maret mendatang.

    Bersama Tim Ganjar-Mahfud, Ganjar Pranowo  akan terus berjuang guna membuktikan sejumlah kecurangan dalam Pemilu 2024 khususnya Pilpres 2024. 

    Hal itu diungkapkan Ganjar Pranowo yang hadir secara daring di acara ‘Demos Festival Omon-Omon Soal Oposisi’, Sabtu (9/3/2024) seperti dipantau dari TV Antara pada Minggu (10/3/2024). 

    Ganjar menambahkan, menyikapi dugaan kecurangan Pemilu 2024 tim Ganjar-Mahfud telah menyiapkan tiga langkah.

    “Pertama sampai dengan tanggal 20 Maret ini kami, terutama Tim Ganjar-Mahfud tentu masih bekerja keras sangat, serius untuk mengumpulkan seluruh data menyampaikan cerita-cerita sampai putusan pada tanggal 20 Maret nanti,” ujarnya.

    Baca: Tim Ganjar-Mahfud resmi bentuk tim untuk kumpulkan bukti kecurangan Pemilu 2024 

    Ganjar Pranowo lantas memaparkan apa saja yang menjadi perhatian Tim Ganjar-Mahfud terkait dengan proses penghitungan.

    Termasuk perbedaan data formulir C1 dengan data Sirekap, kemudian keterangan rekapituasi yang berganti-ganti dan juga kesaksian dari para ahli IT terkait kejanggalan rekapitulasi suara.

    “Tentu saja seluruh ahli IT yang sekarang memberikan catatan-catatan kritis makanya kami masih berjuang sampai dengan 20 berapa sebenarnya angka real yang ada,” imbuhnya.

    Koalisi partai pendukung Ganjar-Mahfud juga terus berkoordinasi untuk mendorong penggunaan hak angket guna terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024. 

    Ganjar Pranowo memperkirakan usulan penggunaan hak angket tidak akan berjalan muncul, dan akan ada cerita yang dimunculkan untuk mendorong maupun menghalangi hak angket ini.

    Baca: Relawan Ganjar-Mahfud tolak hasil Pemilu 2024

    Di sisi lain, TPN Ganjar-Mahfud juga akan membawa bukti-bukti kecurangan dalam Pemilu 2024 yang berhasil dikumpulkan menjadi amunisi gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

    “Kami juga menyiapkan bahan saksi-saksi untuk ke MK,” ujar Ganjar.

    Kubu Ganjar-Mahfud telah mengumpulkan keterangan pendukungnya yang menjadi saksi di tempat pemungutan suara (TPS). Sejumlah pendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 3 itu mengaku mengalami intimidasi.

    “Didatangi intel dan diceritakan, kamu kegiatannya apa lagi? Sumber danamu dari mana?” terang dia.

    Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menegaskan keterangan dari saksi di TPS sangat penting. Keterangan mereka dinilai mampu menunjukkan adanya kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM).

    “Ganjar-Mahfud masih bekerja dengan cukup keras, sangat serius untuk mengumpulkan seluruh data,” terang dia.

    Baca: Mungkinkah Gibran didiskualifikasi dari Pemilu 2024

  • Berita Terpopuler Pekan Ini: Masyarakat Dukung Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    Berita Terpopuler Pekan Ini: Masyarakat Dukung Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Dukungan masyarakat soal penggunaan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 menjadi berita yang paling banyak dibaca atau berita terpopuler pekan ini

    Banjir karangan bunga untuk Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati agar mendorong penggunaan hak angket menjadi berita terpopuler pekan ini

    Disusul dengan ajakan Aktivis 98 agar masyarakat turun ke jalan memberi dukungan moral bagi anggota DPR untuk menggolkan hak angket.

    Berikut 5 berita terpopuler pekan ini:    

    1. Dukungan untuk Megawati agar dorong penggunaan hak angket

    Pada Selasa (5/3/2024) kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Kantor PDI Perjuangan dibanjiri karangan bunga. 

    Hingga Selasa petang ada lebih dari 20 karangan bunga tampak berjajar di depan kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. 

    Pengirim karangan bunga untuk Megawati ini beragam. Ada yang berasal dari komunitas, persatuan alumni dan tidak sedikit yang mewakili masing-masing pribadi. 

    Baca berita selengkapnya di sini

    2. 8 Kota Pilihan untuk habiskan masa pensiun

    Ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan kala mencari kota yang nyaman untuk tinggal di masa pensiun. 

    Faktor-faktor tersebut antara lain kedekatan lokasi, kelengkapan infrastruktur, biaya hidup, serta kondisi lingkungan yang tenang.

    Jika sebuah kota memenuhi kriteria di atas, maka bisa dipastikan kota tersebut menjadi tempat yang nyaman menghabiskan masa pensiun.

    Baca berita selengkapnya di sini

    3. Tak ingin hak angket masuk angin, Aktivis 98 ajak masyarakat turun ke jalan 

    Front Nasional Perlawanan Rakyat (FNPR) menyerukan agar aksi demontrasi dapat terus dilakukan untuk mendorong DPR gunakan hak angket. Sebab kini tidak ada oposisi yang mengkritisi pemerintah di parlemen.

    Hal ini diungkapkan oleh juru bicara FNPR, Petrus Haryanto didepan gedung MPR/DPR pada Selasa (05/03/2024).

    Petrus yang ikut berunjuk rasa dengan menggunakan kursi roda itu menganggap DPR selama ini tidak ada bedanya dengan pemerintah. Apa yang dikatakan pemerintah, DPR selalu menurut.

    Baca berita selengkapnya di sini

    4. Kriminalisasi Ganjar karena dorong hak angket

    Pelaporan terhadap Ganjar Pranowo terkait kasus dugaan gratifikasi ini menuai komentar warganet. Mereka menilai, ini sebagai upaya pemerintah Jokowi untuk membungkam kelompok kritis. 

    Warganet menduga laporan ini sebagai bentuk intimidasi mengingat sebelumnya Ganjar aktif mendorong penggunaan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024

    Baca berita selengkapnya di sini

    5. Geruduk Istana, aktivis perempuan dukung hak angket tuk usut kecurangan Pemilu 2024

    Bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada hari Jumat (8/3/2024) sejumlah organisasi perempuan akan menggeruduk istana sebagai bentuk protes atas berbagai kebijakan Joko Widodo. 

    Berbagai organisasi perempuan dan masyarakat sipil pro demokrasi pada Hari Perempuan Internasional akan melakukan aksi long march dari Bawaslu RI hingga Istana Negara.

    Aksi Geruduk Istana Negara di Hari Perempuan Internasional ini sebagai bentuk ekspresi kemarahan perempuan bahwa Jokowi bertanggungjawab dan perlu diadili atas carut marutnya demokrasi dan kondisi kehidupan perempuan.

    Baca berita selengkapnya di sini

     

  • Puluhan Tokoh Surati Ketua Umum Partai, Dorong Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    Puluhan Tokoh Surati Ketua Umum Partai, Dorong Hak Angket untuk Usut Dugaan Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Setidaknya 50 tokoh mengirimkan surat untuk para ketua umum partai politik untuk mendorong pengajuan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Surat itu ditujukan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.

    Para tokoh yang menandatangani surat dukungan untuk penggunaan hak angket soal kecurangan Pemilu 2024 tersebut berasal dari berbagai latar belakang.

    Di antaranya para akademisi seperti Feri Amsari, Bivitri Susanti, dan Faisal Basri; para pegiat HAM seperti Usman Hamid, Suciwati, dan Haris Azhar; hingga komika Pandji Pragiwaksono dan seniman Melanie Subono.

    Baca: Tim Ganjar-Mahfud serius siapkan bahan untuk hak angket dan gugatan ke MK 

    Dilansir Tempo.co, Para tokoh yang selama ini dikenal menyerukan demokratisasi ini mengatakan partai politik memiliki peran penting untuk merealisasikan hak angket kecurangan Pemilu 2024.

    Usman Hamid, salah satu perwakilan tokoh yang menandatangani surat itu mengatakan, ketua partai politik sudah seharusnya menggerakkan dan mendorong DPR untuk menggunakan hak angket untuk menyelidiki fakta-fakta kecurangan Pemilu.

    “Para pimpinan partai politik memiliki peran penting untuk mengkonsolidasi, mengaktivasi pengerahan, dan menggerakan fraksi-fraksi anggota DPR untuk mengajukan hak angket penyelenggaraan Pemilu 2024,” katanya Jumat (8/3/2024).

    Dalam surat itu, para tokoh mengatakan Pemilu 2024 dipenuhi berbagai bentuk kecurangan yang masif. Menurut mereka, pelanggaran terjadi bukan hanya di TPS saja.

    Baca: FPKS sebut jika hak angket batal, Pilkada serempak bisa lebih kacau 

    Maka dari itu, perlu dilakukan penelusuran agar hasil Pemilu 2024 tetap memiliki legitimasi, khususnya melalui hak angket.

    “Di dalam pemantauan Kami, dugaan kecurangan penyelenggaraan pemilu yang dipersoalkan oleh Masyarakat, terjadi bukan hanya pada saat hari pencoblosan 14 Fabruari 2024, tetapi juga sejak awal proses penyelenggaraan pemilu hingga pasca pelaksanaan,” kata Usman.

    Jika dibiarkan, tutur Usman, maka hal tersebut akan berdampak buruk kepada penegakan hukum dan demokrasi di Tanah Air.

    “Antusiasme rakyat untuk memilih dan menyambut pemimpin baru (presiden dan wakil presiden) serta anggota dewan seolah menjadi runtuh, ambruk dan roboh karena dugaan kecurangan makin sempurna,” ucapnya.

    Baca: Karangan bunga untuk Megawati agar dorong penggunaan hak angket

    Wacana penggunaan hak angket untuk menelusuri dugaan kecurangan Pemilu 2024 pertama kali disampaikan calon presiden yang diusung PDIP dan PPP, Ganjar Pranowo.

    Usulan itu kemudian mendapat dukungan dari partai-partai pengusung calon presiden Anies Baswedan yang tergabung dalam Koalisi Perubahan, yaitu NasDem, PKB, dan PKS.

    Hak angket diusulkan untuk menyelidiki dugaan pemerintahan Presiden Joko Widodo telah berlaku tidak netral untuk memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

    Di antaranya melalui kebijakan bantuan sosial yang dibagikan menjelang Pemilu hingga pengerahan aparat untuk mengarahkan pemilih. Gibran tak lain merupakan putra sulung Jokowi

    Sumber: Tempo.co

  • Mardani Ali Sera: Hak Angket Bisa Digulirkan Sambil Mengumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024

    Mardani Ali Sera: Hak Angket Bisa Digulirkan Sambil Mengumpulkan Bukti Kecurangan Pemilu 2024

    7cloud.asia – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Chico Hakim mengatakan konsolidasi lintas partai masih terus dilakukan untuk menggulirkan 
    hak angket kecurangan Pemilu 2024.

    Konsolidasi soal hak angket untuk usut kecurangan Pemilu 2024 ini, menurut Chico, dilakukan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem.

    Chico memastikan bahwa PDI Perjuangan masih solid terkait rencana menjalankan hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    “Tentunya PDIP masih solid. Terutama dengan apa yang sudah menjadi keputusan dari Bu Megawati yang mendorong kader-kadernya di parlemen sebagai individu-individu yang hak untuk mengajukan hak angket,” ungkap Chico dikutip metrotvnews.com. 

    Baca: Tokoh ini menangis di depan Megawati Soekarnoputri 

    Chico mengatakan PDI Perjuangan bakal segera menggulirkan hak angket terkait kecurangan Pemilu 2024 ini.

    Dia mengaku pihaknya tengah mempersiapkan bukti maupun dokumen, strategi, dan argumen terkait dengan dugaan pelanggaran apa yang dilakukan pemerintah dalam melaksanakan UU terkait dengan pelaksanaan pemilu 2024.

    Terkait dengan waktu kapan akan menggulirkan hak angket, Chico mengaku semuanya berkomunikasi. Walaupun, kata dia, tidak ada urusan dengan perselisihan suara.

    “Tetapi tentu kami ingin melihat apakah pengumuman 20 Maret nanti juga menjadi bagian dari bukti terkait dengan kecurangan dan pelanggaran yng dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif,” tandasnya.

    Baca: Aktivis perempuan nilai Jokowi layak diadili karena telah merusak demokrasi 

    Terpisah, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera memintai koalisi pendukung paslon 01 dan 03 tetap menggulirkan hak angket di DPR.

    Pengguliran hak angket dinilai bisa tetap berjalan sembari mengumpulkan bukti dugaan kecurangan dalam Pemilu 2024.

    “Gulirkan dulu hak angket, sambil jalan dilengkapi,” ujarnya dikutip metrotvnews.com. 

    Mardani mengingatkan pemerintah tidak perlu takut dengan hak angket. Dia pun meminta partai pendukung 01 dan 03 terus berkomunikasi untuk mewujudkan pengguliran hak angket.

    Baca: Puluhan tokoh surati ketua umum partai, mendorong penggunaan hak angket

    “Hak angket mesti segera digulirkan. Berbarengan bisa dibangun komunikasi antar parpol pendukung 01 dan 03,” ujar dia.

    Sebanyak 50 tokoh masyarakat mulai dari aktivis antikorupsi hingga mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyurati para pimpinan partai politik untuk mengajukan hak angket dugaan kecurangan pada Pemilu 2024.

    Tokoh tersebut mendesak ketua partai mengajukan hak angket. Mereka adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, dan Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono.

    Dalam surat yang diterbitkan pada Jumat, 8 Maret 2024, para tokoh menyatakan telah terjadi praktik kecurangan pada Pemilu 2024.

    Baca: Tim Ganjar-Mahfud serius siapkan hak angket dan gugatan ke MK

  • Naskah Akademik Hak Angket Soal Kecurangan Pemilu 2024 Versi PKB Menyoal Politisasi Bansos dan Pengerahan Aparat

    Naskah Akademik Hak Angket Soal Kecurangan Pemilu 2024 Versi PKB Menyoal Politisasi Bansos dan Pengerahan Aparat

    7cloud.asia – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB masih mematangkan naskah akademik hak angket soal dugaan kecurangan Pemilu 2024.

    Anggota Fraksi PKB DPR, Luluk Nur Hamidah mengatakan isi dari naskah akademik hak angket soal kecurangan Pemilu 2024 itu bakal menunjukkan berbagai kecurangan yang terjadi sebelum, saat, hingga setelah pencoblosan.

    Tidak hanya kecurangan, kata dia, naskah akademik hak angket itu juga berisi proses di Mahkamah Konstitusi (MK) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebelum Pemilu 2024.

    “Termasuk dugaan penyalahgunaan aparat penegak hukum, TNI/Polri, ASN, birokrasi, BUMN, dan lain-lain,” ujar Luluk dikutip Tempo.co. 

    Luluk yang sempat melakukan interupsi guna menyuarakan hak angket mengatakan beberapa hal itu yang paling banyak dipermasalahkan oleh publik juga.

    Baca: Puluhan tokoh surati pimpinan parpol untuk dukung hak angket

    Selain itu, PKB juga menyoroti soal penyalahgunaan anggaran negara untuk penyaluran bantuan sosial hingga dugaan pelibatan ASN, birokrasi, dan BUMN, untuk pemenangan pemilu.

    “Kami cek apa bener, kalau perlu kementerian terkait kita panggil. Termasuk penggunaan APBN, kita cek apakah bansos yang melampaui batas anggaran,” kata dia.

    Hak angket yang diajukan oleh DPR, kata Luluk, merupakan sarana bagi legislator untuk melakukan pengawasan terhadap pemerintah.

    Lewat hak angket itu legislator akan mendalami dugaan kecurangan yang mereka temukan pada proses Pemilu 2024.

    “Yang mau kita lihat dugaan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan pemerintah dengan segala unsurnya,” tuturnya.

    Baca: Belasan tokoh temui Megawati dorong penggunaan hak angket soal kecurangan Pemilu 2024

    Masih menurut Tempo.com, Luluk juga membeberkan nama-nama yang siap mengusulkan hak angket soal dugaan kecurangan pemilu.

    PKB, ujarnya, terus menjalin komunikasi dengan penggerak lain hak angket seperti Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Ia menambahkan, pihaknya di DPR bersedia jika diminta memenuhi jumlah minimal orang yang siap mengusulkan hak angket. PKB, ujarnya, tidak memiliki hambatan soal jumlah yang siap mengusulkan hak angket.

     

    “Bisa sebanyak-banyaknya,” kata Luluk, yang juga Anggota DPR komisi IV DPR.

    Luluk menyebut beberapa anggota fraksi PKB yang siap mengusulkan hak angket. Misalnya, selain dia, ada Wakil Ketua Komisi IV Daniel Johan, Anggota Komisi II Handayani, Anggota Komisi II Yanuar Prihatin.

    Baca: GIAD minta 30 anggota DPR ini dukung penggunaan hak angket 

    Juga Anggota Komisi VIII Luqman Hakim, Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh, dan Anggota Komisi V Neng Eem Marhamah Zulfa.

    “Kunci dari ini semua kita harapkan PDI Perjuangan di barisan yang sama karena kita membutuhkan jumlah yang mayoritas,” kata Luluk.

     

    Hak angket diusulkan oleh paling sedikit 25 anggota DPR yang berasal dari lebih satu fraksi.

    Pengusulan hak angket disertai dengan dokumen yang memuat paling sedikit materi kebijakan dan/atau pelaksanaan undang-undang yang akan diselidiki serta alasan penyelidikan.

    Baca: Unjukrasa mendukung penggunaan hak angket terus bergulir

    Selain PKB, PDI Perjuangan juga sudah menyiapkan naskah akademik terkait hak angket kecurangan Pemilu 2024.

    Beberapa substansi yang menjadi perhatian adalah mengenai campur tangan pemerintah dalam pengerahan aparat hingga pengerahan bantuan sosial atau bansos untuk pemenangan paslon tertentu.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan tidak mau mencampuri kewenangan DPR untuk menggunakan hak angket guna mengusut kecurangan Pemilu 2024. 

    “Itu urusan DPR, silakan ditanyakan ke DPR,” kata Jokowi saat ditanya dalam keterangan pers di Lanud TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur pada Senin, 4 Maret 2024.

    Sumber: Tempo.co