7cloud.asia – Calon Wakil Presiden nomor urut 3, Mahfud MD memastikan tim Ganjar-Mahfud akan terus mengupayakan pengajuan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024.
Mahfud mengatakan, hingga saat ini koalisi partai pengusung pasangan Ganjar-Mahfud terus melakukan upaya untuk memastikan pengajuan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 berjalan lancar.
Pada saat bersamaan TPN Ganjar-Mahfud juga tengah menyiapkan bukti-bukti guna melayangkan gugatan perselisihan hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK)
Mahfud mengaku bukan orang partai, tetapi dia mengatakan telah menerima dan membaca naskah akademik yang telah disiapkan terkait hak angket ini.
Baca: Wapres tegaskan pemerintah tidak akan cawe-cawe soal hak angket
Dan, Mahfud melihat bahwa rancangan hak angket itu serius sehingga naskah akademiknya saja tebal sekali di atas 75 halaman.
“Jadi Angket itu tinggal itu perlu koordinasi teknis saja. Siapa yang tandatangan didepan, itu sudah ada nama-namanya tapi yang mau tandatangan itu harus baca dahulu supaya nanti ketika mempertahankan itu tahu,” ujar Mahfud Sabtu (9/3/2024).
Ditanya kemungkinan keberhasilan hak angket digunakan untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024, mantan Menkopolhuham ini mengatakan semua tergantung dukungan di DPR.
Kalau saya melihat, ujarnya, semangatnya itu tidak akan mandek untuk tahap pengusulan. Perdebatan soal lanjut tidaknya hak angket untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024 ada di tahap persetujuan.
Baca: FPKS sebut jika kecurangan Pemilu 2024 dibiarkan pelaksanaan Pilkada serempak bisa kacau
“Apakah mau dilanjutkan usul ini atau tidak. Ya itu nanti semua Partai akan ikut, Nanti kita akan lihat disitu,” ujarnya.
Namun Mahfud melihat keseriusan dari PDI Perjuangan yang pertama kali menggulirkan hak angket terkait dugaan kecurangan Pemilu 2024 ini.
Ditambah dukungan dari banyak pihak menyuntikkan semangat untuk pengusul hak angket, bahwa hak Angket memang dibutuhkan agar kecurangan Pemilu 2024 tidak terulang lagi
“Kalau saya baru saja lihat ceramahnya Pak Jusuf Kalla di UI kemarin memang angket ini diperlukan, karena pemilu ini pemilu terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia sejak tahun 55 sampai sekarang ini pemilu terburuk,” ujarnya.
Baca: Mosi tidak percaya untuk Jokowi
Wacana penggunaan hak angket pertama kali digulirkan Ganjar Pranowo, dan kemudian mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Selain partai koalisi pendukung Ganjar-Mahfud dan AMIN, penggunaan hak angket untuk mengusut kecurangan Pemilu 2024 juga mendapat dukungan dari organisasi masyarakat sipil.

Leave a Reply