7cloud.asia – Polusi udara punya dampak signifikan bagi kondisi kesehatan manusia dan lingkungan.
Beberapa jenis gas yang sering memicu polusi udara adalah karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), sulfur oksida (SOx), photochemical oksida dan partikulat.
Polusi udara antara lain bisa memicu gangguan saluran pernafasan, penyakit jantung, kanker berbagai organ tubuh, gangguan reproduksi dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Baca: Peneltian mengungkap polusi udara dapat memicu hipertensi
Sejumlah penelitian juga mengungkap, polusi udara dalam jangka panjang dapat memicu tekanan darah tinggi atau hipertensi dan mempengaruhi kemampuan reproduksi.
Gangguan saluran pernafasan atau ISPA merupakan salah satu gejala kesehatan akibat polusi udara yang paling sering ditemukan
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sekitar 100 ribu warga terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) setiap bulannya akibat polusi udara.
Baca: Polusi udara bisa mempengaruhi kesuburan laki-laki
Sedangkan dalam rentan waktu Januari 2023 hingga Juni 2023 (saat polusi udara meningkat), terdapat 638.291 kasus ISPA di Jakarta.
Terpisah, Pengamat Kesehatan Lingkungan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Corie Indria Prasasti mengtakan, polusi udara memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan.
“Terhadap kesehatan manusia, pajanan udara buruk yang mengandung polutan seperti partikel halus (PM 2.5), ozon. NO2, Hidrokarbon, CO2 dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata dan tenggorokan, serta memperburuk alergi pernapasan, asma, dan penyakit jantung,” ujarnya sebagaimana dikutip di laman resmi unair.ac.id.
Baca: Dampak polusi udara terhadap kesehatan anak
Ia menambahkan, polusi udara dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, memperburuk penyakit jantung, dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Sebaliknya, udara bersih mengurangi risiko gangguan pernapasan dan penyakit seperti alergi pernapasan, asma, bronkitis, dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Udara bersih juga membantu melindungi kesehatan jantung.
Corie menambahkan polusi udara juga punya pengaruh signifikan bagi tumbuh kembang anak. Anak-anak dan bayi, ujarnya, rentan terhadap efek buruk polusi udara karena sistem pernapasan dan pertumbuhan mereka masih berkembang.
Baca: PBB sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini di dunia
Bagi lingkungan, kualitas udara yang buruk dapat berkontribusi pada pemanasan global dan perubahan iklim.
Polusi udara juga dapat merusak tanaman dan mengganggu kelangsungan hidup hewan, memicu proses erosi dan degradasi, menyebabkan penurunan kualitas air dan tanah yang berdampak negatif pada ekosistem.
Naiknya permukaan lain, cuaca ekstrim yang menyebabkan berbagai bencana ekologi serta turunnya hasil panen adalah sedikit contoh dampak yang ditimbulkan polusi udara.
Baca: PLTU batubara ditutup kesehatan dan kesuburan meningkat
Sebagai bentuk antisipasi, Corie membagikan beberapa tips untuk melindungi agar tetap sehat di tengah kondisi udara yang memburuk.
Langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pemantauan kualitas udara di lingkungan sekitar. Jika terpaksa melakukan aktivitas di luar saat kualitas udara buruk, maka menggunakan masker adalah suatu kewajiban.
Esti Utami, dari berbagai sumber

Leave a Reply