Seperti Ini Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Ibu Hamil

Written by

in

7cloud.asia – Dalam tiga bulan bulan ini, polusi udara di Jakarta sudah mengkhawatirkan dan mengakibatkan kualitas udara Jakarta masuk kategori tidak sehat.

Polusi udara seperti yang terjadi di Jakarta ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil. Bahkan dampaknya dapat menyebabkan kematian janin.

Polusi udara yang terjadi di Jakarta antara lain diakibatkan gas buangan kendaraan bermotor, asap pabrik, debu dan asap rokok.

Baca: Dampak polusi udara bagi kesehatan

Gas buangan tersebut adalah karbon monoksida dan sulfur dioksida yang beracun. Gas ini berupa partikulat halus berdiameter 2,5 mikro atau lebih kecil.

Dengan ukuran yang sangat kecil ini, maka partikel tersebut dapat menyusup ke dalam paru-paru dan masuk ke plasenta melalui aliran darah.

Polusi udara juga bisa mengganggu kerja plasenta yang bertugas menyediakan oksigen, darah, dan nutrisi bagi janin dalam kandungan.

Baca: Dalam jangka panjang polusi udara bisa memicu hipertensi

Dikutip dari Alodokter, dampak polusi udara bagi kesehatan ibu hamil beserta janinnya salah satunya adalah peradangan rahim.

Apabila seorang ibu hamil sering terpapar polusi udara, maka semakin tinggi juga
risiko ia mengalami peradangan dalam rahim (intrauterine inflammation). Peradangan rahim ini dapat menyebabkan kelahiran prematur.

Berdasarkan hasil sebuah penelitian, sebanyak 18 persen kasus kelahiran prematur disebabkan oleh polusi udara.

Baca: Kondisi lingkungan besar pengaruhnya bagi penyembuhan pasien asma

Jika bayi lahir prematur, maka risiko kecacatan dan gangguan saraf menjadi lebih tinggi.

Hasil studi lainnya menyebutkan bahwa ibu hamil yang terpapar polusi
partikel tinggi selama trimester ketiga memiliki risiko dua kali lebih tinggi untuk
melahirkan anak dengan autisme.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa paparan polusi udara yang tinggi pada
trimester pertama dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran.

Baca: Sikapi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf terapkan WFH 4:1

Sementara itu, paparan yang tinggi pada trimester ketiga, dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth).

Dampak polusi udara lainnya adalah bayi dengan berat badan lahir rendah. Hal ini sering terjadi jika ibu hamil bekerja di luar ruangan.

Racun pada udara yang tercemar dan lantas terhirup akan membuat bayi yang dilahirkannya memiliki berat badan di bawah normal.

Baca: Langkah pemerintah sikapi polusi udara di Jakarta

Bagi ibu hamil sendiri, terutama yang menderita penyakit asma, polusi udara dapat memperburuk kondisi kondisi asmanya. Karena itu ibu hamil disarankan untuk tidak keluar rumah.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Elva Farhi Qolbina menyarakan agar ibu hamil untuk tidak keluar rumah.

“Bagi para Ibu hamil, jika bisa stay at home (tetap di rumah) akan sangat baik. Anak-anak yang sekolah juga disarankan kembali mengenakan masker ketika keluar rumah,” ujar Elva Selasa (15/8/2023) seperti dikutip Republika. 

Baca: DPR dukung penerapan WFH selama polusi udara di Jakarta

(Nurakhmayani)

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *