Tag: stres

  • Kurangi Stres dan Kecemasan dengan Meditasi

    Kurangi Stres dan Kecemasan dengan Meditasi

    7cloud.asia – Alam telah memprogram tubuh kita untuk secara otomatis  bereaksi terhadap situasi dengan menggunakan respons ‘lari atau lawan’. Ini juga berlaku saat kita stres.

    Meski “lari atau lawan” membantu mengatasi stres, keadaan stres yang terus-menerus atau  berkepanjangan dapat berdampak pada kesehatan fisik dan kesehatan mental kita.

    Baik stres fisik maupun mental dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Hormon-hormon ini secara berlebihan dapat menghasilkan efek berbahaya dalam tubuh.

    Baca: Meditasi, cara efektif menyisipkan sesi slow living di hari yang sibuk

    Kelebihan kortisol dapat menyebabkan peradangan, gangguan tidur, peningkatan tekanan darah, kelelahan dan gangguan penilaian.

    Meditasi dapat berdampak positif dengan menurunkan produksi kortisol yang berlebihan penyebab stres.

    Meditasi memulihkan keadaan tenang tubuh dan membalikkan efek stres. Secara fisik itu memungkinkan kita untuk pulih dari perubahan yang dihasilkan sebagai respons terhadap stres dan memberi Anda energi kembali.

    Baca: Mendekat dan menyatu dengan alam adalah bagian dari slow living

    Cara meditasi terpandu mengurangi stres:

    1. Mengoksidasi tubuh
    2. Mengurangi Tingkat Pernapasan
    3. Menormalkan Tekanan Darah dan Detak Jantung
    4. Meningkatkan Fungsi Kekebalan Tubuh
    5. Menurunkan Produksi Kortisol
    6. Mengurangi Keringat
    7. Menjernihkan dan Menjernihkan Pikiran

    Baca: Mulai slow living dengan mengenali lingkungan dan orang-orang di sekitar kamu

    Manifestasi fisik seperti sindrom iritasi usus besar, fibromyalgia, dan gangguan stres pascatrauma juga diyakini dapat diredakan dengan latihan meditasi setiap hari.

    Secara mental, meditasi bisa menenangkan pikiran dan perasaan yang disebabkan oleh stres.

    Meditasi mengajarkan bagaimana menghadapi emosi negatif, menerimanya dan menjadi lebih tangguh secara emosional.

    Baca: Beragam meditasi terpandu yang bermanfaat untuk kesehatan mental

    Meditasi memandu kita untuk menumbuhkan keadaan relaksasi dan ketenangan yang mendalam – memungkinkan perhatian Anda menjadi terfokus dan menghilangkan kerumunan emosi.

    Sama seperti latihan lainnya, latihan meditasi secara teratur meningkatkan kemampuan kita untuk memasuki kondisi relaksasi yang lebih dalam.

    Sumber: unitedwecare.com

     

  • GERD Beda dengan Maag, Seperti Ini Penjelasan Keduanya

    GERD Beda dengan Maag, Seperti Ini Penjelasan Keduanya

    7cloud.asia – Masih banyak orang yang sulit membedakan antara penyakit maag dan GERD karena keduanya merupakan penyakit lambung. Padahal ada perbedaan keduanya diantaranya adalah gejala penyakit maag dan GERD.

    Maag dengan istilah medis gastritis, adalah peradangan pada dinding asam lambung yang disebabkan oleh bakteri Helicobacter pylori. Sedangkan GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah salah satu kondisi penderita maag dimana asam lambung naik hingga kerongkongan.

    Dilansir dari laman Mitra Keluarga, penyebab penyakit maag berbeda dengan GERD.

    Baca: Ini bahayanya berlebihan konsumsi garam

    Banyak yang mengatakan maag disebabkan karena terlambat makan. Padahal penyebab maag bermacam-macam.

    Diantaranya stres, konsumsi alkohol, merokok, konsumsi minuman tinggi kafein (Teh, kopi), penyakit autoimun, obat-obatan tertentu (Misalnya aspirin dan ibuprofen), infeksi bakteri.

    Kondisi tersebut dapat membuat dinding lambung mengalami peradangan.

    Sementara GERD disebabkan oleh otot kerongkongan bawah yang mengerut, sehingga asam lambung mudah naik.

    Baca: Kualitas air minum bisa pengaruhi kesehatan

    Biasanya disebabkan oleh makan terlalu banyak, mengambil posisi tidur setelah makan, obat-obatan berefek samping jantung berdebar, dan tekanan perut penderita hernia hiatal.

    Baik penyakit maag maupun GERD sama-sama memiliki gejala nyeri perut. Tetapi sebenarnya memiliki ciri khas tersendiri.

    Jika penyakit maag, penderitanya biasanya merasalan tanda-tanda kembung, mual hingga muntah, hilang selera makan, feses berwarna gelap, nyeri pada ulu hati, sampai muntah darah jika sudah parah.

    Baca: Hindari kebiasaan ini setelah makan

    Meskipun GERD adalah penyakit yang berhubungan dengan asam lambung, tetapi gejalanya berbeda dengan maag.

    Penderita GERD sering merasakan jantung berdebar, rasa panas pada kerongkongan, muntah, nyeri dada, batuk, sakit tenggorokan, hingga sulit menelan.

    Jika maag tidak dicegah dan diobati dengan benar, maka akan berdampak pada GERD, anemia, hingga kanker perut.

    Baca: manfaat meditasi untuk kesehatan

    Karena itu, ada beberapa hal yang dapat dilakukan agar maag dan GERD tidak kambuh, yaitu:

    • Menghindari makanan pedas, berlemak, asam.
    • Mengurangi makanan yang digoreng.
    • Menghindari makanan dan minuman tinggi kafein (Kopi, teh), alkohol, dan soda.
    • Makan dengan porsi sedikit, tetapi sering.
    • Tidak mengambil posisi tidur setelah makan.
    • Mengelola stres.

    Reporter: Nurakhmayani

  • 5 Cara Atasi stres dan Merawat Kesehatan Mental Tanpa Keluar Banyak Uang

    5 Cara Atasi stres dan Merawat Kesehatan Mental Tanpa Keluar Banyak Uang

    7cloud.asia – Rutinitas dan beban pekerjaan sering menjadi sumber stres paling kuat yang mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

    Pendiri Stress Management Indonesia Coach Pris mengatakan, target yang berat, kondisi lingkungan, dan persaingan yang tidak sehat bisa memicu stres yang berdampak buruk pada kesehatan mental jika tak segera ditangani. 

    “Bila stres dan kesehatan mental tidak ditangani dengan tepat, kita akan menumpuk beban pikiran, mempercepat burnout, dan menambah beberapa masalah mental dan finansial,” kata Pris Jumat (5/10/2023) seperti dikutip Antaranews.com

    Lantas bagaimana menangani stres akibat pekerjaan yang bisa mempengaruhi kesehatan mental?

    Baca: Kurangi stres dengan menerapkan gaya hidup minimalis

    Berikut Coach Priss memberikan lima cara untuk mengurangi stres dan mencegah burnout serta depresi tanpa bikin kantong kering:

    1. Gaya hidup sehat

    Kita bisa memulai untuk menjaga kesehatan mental dengan merawat diri sebaik mungkin yakni tidur cukup, makan makanan bergizi, dan cukup minum air.

    Selain itu, berolahraga juga bisa membantu untuk lebih bugar dan fokus untuk menghadapi aktivitas lainnya.

    Pris mengatakan, dengan menjaga diri lebih baik, pikiran menjadi lebih tenang dan tubuh juga akan terasa lebih segar.

    Baca: Buang stres dengan jalani gaya hidup slow living

     

    2. Bersosialisasi dan selalu bersyukur

    Orang tidak harus menghadapi dan melakukan semua hal sendirian. Bila merasa beban emosi menumpuk, atau kelelahan akibat overthinking, kita bisa bercerita dan bersosialisasi dengan orang-orang terdekat.

    Bantuan dan pengertian dari orang-orang yang dipercayai sangat berarti untuk kesehatan mental sekaligus menumbuhkan rasa bersyukur yang lebih dalam.

    Selain itu, dengan selalu bersyukur orang bisa lebih menikmati dan menghayati hidup.

    Baca: Gaya hidup konsumtif bisa bikin kamu stres

    3. Praktikkan mindfulness dengan journaling

    Kita bisa mempraktekkan mindfulness secara perlahan, misalnya mencoba journaling untuk mendokumentasikan hal-hal yang membuat hidupnya lebih bermakna.

    Membuat jurnal juga dapat membantu meregulasi perasaan dan pikiran sehingga bisa menghindari overthinking, salah satu faktor burnout.

    Di sisi lain, journaling juga bisa membantu kita untuk menulis lebih baik sekaligus melatih keterampilan pola pikir.

    Baca: Cara sederhana memulai slow living

    4. Mengurangi sumber stres

    Sangat penting untuk mengurangi penyebab stres dan overthinking jika seseorang ingin menenangkan pikiran. Bila merasa lelah dengan hidup, pekerjaan, dan urusan lainnya, seseorang bisa beristirahat sejenak.

    Seseorang tidak harus bekerja 24/7 dan overthinking banyak hal. Pekerjaan bisa menunggu setelah tubuh merasa lebih baik.

    Pris berpendapat, seseorang tidak seharusnya mengorbankan kesehatan mental untuk pekerjaannya.

    5. Nikmati hal-hal yang disukai

    Pris mengatakan semua orang memiliki hobi yang mereka sukai dan dengan menikmati hobi, mereka akan merasa lebih menikmati hidup.

    Baca: Kurangi stres dan kecemasan dengan meditasi

    Jika belum punya hobi, seseorang bisa mencoba beberapa aktivitas luar ruangan seperti yoga atau jalan-jalan di alam terbuka. Selain itu, beberapa hobi bisa dilakukan di dalam rumah, seperti menonton film, melukis, dan masih banyak lainnya.

    “Ingatlah bahwa kamu berarti dan kehidupan tidak akan selalu kelam dan sulit. Akan selalu ada harapan dan hal-hal baik yang terjadi pada dirimu,” kata Pris.

    Pris mengatakan, dengan menjaga kesehatan mental dan fisik, seseorang bisa belajar untuk menyayangi diri sendiri dan menghargai kehidupan.

    “Bila kamu pernah memiliki bayang-bayang untuk mengakhiri hidupmu sendiri, ingatlah bahwa kamu tidak sendirian dan kehidupan yang kamu miliki sangatlah berharga, tetaplah jalani hidup walaupun hidup terkadang berat dan pahit,” pungkasnya.

    Baca juga: Pentingnya edukasi dan literasi kripto untuk kurangi stres

     

  • Tingkat Stres yang Dialami Guru Tinggi, Jokowi Pesan Nadiem Harus Hati-hati

    Tingkat Stres yang Dialami Guru Tinggi, Jokowi Pesan Nadiem Harus Hati-hati

    7cloud.asia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut tingkat stres yang dialami guru lebih tinggi daripada profesi lainnya. Karena itu, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim harus hati-hati menghadapinya.

    Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo  dalam acara Peringatan HUT ke-78 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023 di Jakarta, Sabtu (25/11/2023).

    Pada kesempatan itu, Jokowi mengaku kaget dengan lembaga riset internasional, RAND Corporation yang mengatakan tingkat stres guru disebabkan oleh beberapa faktor.

    “Menjadi guru itu bukan pekerjaan yang ringan,” ucap Jokowi seperti yang dilansir Antaranews.

    baca: berita terpopuler pekan ini dinasti politik jokowi jadi sorotan publik

    Selanjutnya Jokowi menjelaskan tingginya tingkat stres guru tersebut disebabkan oleh tiga faktor, yaitu perilaku siswa, perubahan kurikulum, dan perkembangan teknologi.

    “Hati-hati Pak Mendikbud, tetapi ya kurikulum memang harus berubah karena setiap saat perubahan itu selalu ada. Apalagi sekarang ini dengan disrupsi teknologi yang begitu cepatnya—setiap hari berubah,” jelasnya.

    Karena itu, Jokowi meminta semua guru untuk bisa beradaptasi, terutama untuk mengikuti perubahan teknologi.

    Selain itu masih ada kesenjangan infrastruktur dan fasilitas pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

    “Saya kalau (kunjungan) ke daerah mampir ke SMK, saya lihat SMK di sebuah kabupaten kemudian saya bandingkan dengan SMK yang di kota memang gap sarana prasarana jauh berbeda. Ini menjadi tugas Menteri Pendidikan (untuk mencarikan solusinya),” paparnya.

    Mengingat beratnya tantangan dan tugas yang dihadapi guru, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pahlawan pendidikan di Tanah Air.

    baca: beda dinasti jokowi dan dinasti politik di dalam dan luar negeri

    “Pada kesempatan yang baik ini atas nama pribadi, atas nama pemerintah, atas nama rakyat, saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi, atas kontribusi para guru dalam mendidik generasi muda Indonesia—dalam mendidik kita semua,” ucapnya.

    Dalam Peringatan HUT ke-78 PGRI ini, Jokowi didampingi sejumlah pejabat diantaranya Mendikbudristek, Nadiem Makarim, Menko PMK, Muhadjir Effendy, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

    Reporter: Nurakhmayani

     

  • Hati-hati Menggunakan Ponsel Berlebihan Dapat Meningkatkan Risiko Stres

    Hati-hati Menggunakan Ponsel Berlebihan Dapat Meningkatkan Risiko Stres

    7cloud.asia – Dear pembaca, mulai sekarang lebih bijaklah dalam menggunakan ponsel pintar, jangan lagi menggunakan ponsel secara berlebihan.

    Penggunaan ponsel pintar selama lebih dari empat jam dapat meningkatkan risiko stres, pikiran untuk bunuh diri hingga kecenderungan menggunakan narkoba.

    Demikian hasil penelitian dampak penggunaan ponsel yang dipimpin oleh Jin-Hwa Moon dan Jong Ho Cha dari Hanyang University Medical Center, Korea Selatan.

    Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Plus One, dan disebutkan  gejala tersebut usai mengevaluasi lebih dari 50.000 remaja pengguna ponsel.

    Baca: Mengapa gaya hidup minimalis bagus

    Melansir laman Medical Daily, Minggu (10/12/2023),  sebelumnya memang pernah ada penelitian serupa.

    Hasilnya penggunaan ponsel pintar secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kejiwaan, masalah tidur, masalah terkait mata dan gangguan muskuloskeletal.

    Kali ini peserta penelitian merupakan bagian dari survei berbasis web yang mengumpulkan data pada tahun 2017 dan 2020.

    Meskipun 64,3 persen remaja menggunakan ponsel cerdas selama lebih dari dua jam pada tahun 2017, jumlahnya meningkat menjadi 85,7 persen pada tahun 2020.

    Baca: Detoks digital cara sederhana agar hidup lebih tenang

    Peserta yang menggunakan ponsel pintar selama lebih dari empat jam per hari memiliki tingkat stres, pikiran untuk bunuh diri, dan penggunaan narkoba yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit menggunakan ponsel.

    Sedangkan remaja yang menggunakan smartphone selama 1-2 jam per hari menghadapi lebih sedikit masalah dibandingkan remaja yang tidak menggunakan smartphone sama sekali.

    “Kesimpulannya, penelitian kami mengungkapkan hubungan lengkung antara waktu penggunaan ponsel cerdas dan dampak kesehatan yang tidak diinginkan,” tulis para peneliti.

    Dampak buruk dari penggunaan ponsel cerdas secara berlebihan menjadi nyata setelah 4 jam penggunaan sehari-hari.

    Baca: Cara menyeduh teh yang benar

     

    Hasil ini dapat membantu menetapkan pedoman penggunaan perangkat pintar dan program pendidikan untuk penggunaan media yang tepat

    Penelitian ini berdasarkan pada survei cross-sectional, hubungan sebab akibat antara penggunaan ponsel cerdas dan dampak buruk terhadap kesehatan tidak dapat dikonfirmasi.

    Meski demikian, peneliti berharap hasilnya akan memberikan informasi yang berguna untuk menetapkan pedoman penggunaan ponsel cerdas bagi remaja dan dewasa muda.

    Reporter: Nurakhmayani

     

     

     

     

  • Selalu Merasa Stres Saat Berangkat Kerja? Waspadai Kesehatan Mental Kamu

    Selalu Merasa Stres Saat Berangkat Kerja? Waspadai Kesehatan Mental Kamu

    7cloud.asiaI dont like Monday. Istilah ini kerap digunakan orang untuk menggambarkan sindrom yang dialami pekerja usai libur akhir pekan.

    Merasa stres saat harus kembali bekerja memang sering dihadapi pekerja. Tapi jika stres itu dirasakan hampir setiap hari, maka kamu harus berhati-hati.  

    Dokter spesialis jiwa di RSUD Tarakan Jakarta dr Zulvia Syarif SpKJ mengatakan penyebab seseorang selalu merasa stres saat berangkat bekerja, salah satunya karena kondisi kesehatan mental yang tidak fit. 

    “Mungkin enggak ada diagnosis gangguan mental, tapi sebenarnya lagi enggak sehat secara kesehatan mental,” kata dia dalam seminar daring pada Jumat seperti dilansir antaranews.com.

    Gangguan kesehatan mental itu, menurut Zulvia, bisa karena susah tidur, mungkin setiap mau berangkat kerja stres, setiap mau datang ke tempat kerja rasanya berat banget.

    Baca: Kiat menjaga kesehatan mata buat mereka yang sering bekerja di depan komputer

    Ia menambahkan, gangguan kesehatan mental atau seseorang yang tak sehat secara mental bisa saja masih berpikir soal pekerjaan bahkan saat dia berinterkasi dengan keluarganya di rumah.

    Zulvia menuturkan seseorang yang sehat secara mental bukan hanya diukur dari sekadar dia tidak depresi, bipolar dan sebagainya, namun lebih pada kemampuan dia memahami kelebihan dan kekurangan dirinya.

    Juga bagaimana seseorang mampu menghadapi tekanan, mampu produktif dan berkontribusi untuk masyarakat.

    “Even orang yang punya diagnosis gangguan mental tetapi kalau dia bisa produktif, bisa mengatasi tekanan hidup, dia bisa dibilang sehat mental,” kata dia pula.

    Ditambahkannya, penyebab kesehatan mental seseorang khususnya yang berstatus karyawan bisa terganggu, salah satunya lingkungan kerja yang menuntut atau budaya organisasi yang tidak mendorong pegawai untuk maju.

    Baca: Tidur siang sejenak bagus untuk kesehatan mental dan otak

    Alasan lainnya, ada pembiaran perundungan, pelecehan, dan budaya menyalahkan yang semuanya menyebabkan pegawai lebih tegang dan stres di tempat kerja.

    Kemudian bisa juga dari jam kerja yang terlalu panjang, tidak ada batasan jelas, harus ready setiap saat, di rumah lagi cuti lagi liburan tetap ngurusin pekerjaan, itu juga bisa membuat seseorang tertekan.

    “Jadi enggak sehat secara kesehatan mental nya,” kata Zulvia.

    Di sisi lain, ada juga kontribusi dari individu yakni terkait cara dia bisa mengelola waktu dengan baik, cara berinteraksi dengan rekan kerja dan pimpinan atau orang yang dilayani.

    Lalu, apa solusi guna mengatasi masalah mental seperti stres di tempat kerja dan seseorang dalam kondisi tidak bisa mengubah kondisi di tempat kerja?

    Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur

    Maka Zulvia menawarkan dua solusi, yakni menerima atau meninggalkannya yakni dengan kata lain berhenti bekerja.

    “Nah take it itu caranya, pekerjaan terlalu berat, pimpinan tidak menyenangkan atau rekan kerjanya tidak asik, kalau gitu kita perlu belajar untuk beradaptasi, kita menerima situasi itu lalu beradaptasi,” ujar dia lagi.

    Menurut dia, cara untuk beradaptasi yakni mengubah cara respons diri. Saat seseorang merasa pekerjaannya terasa begitu menekan, cobalah hadapi dengan lebih ringan, yakni tidak menganggap ini 100 persen kehidupannya.

    Zulvia memahami saat bekerja, terkadang seseorang ingin bersungguh-sungguh dengan pekerjaannya.

    Namun, saat dia merasa hidupnya sama dengan pekerjaan, maka saat ada kegagalan di pekerjaan misalnya dimarahi atasan atau melakukan kesalahan, maka dia merasa hidupnya.

    Padahal sebenarnya tidak. Oleh karena itu, imbuh Zulvia, mengubah cara berpikir menjadi penting.

    Sumber: Antaranews.com

  • Hindari Stres Berlebihan, Karena Dapat Memicu Sejumlah Dampak Serius pada Kesehatan

    Hindari Stres Berlebihan, Karena Dapat Memicu Sejumlah Dampak Serius pada Kesehatan

    7cloud.asia – Tekanan hidup dan situasi yang tidak menentu membuat stres dengan mudah menimpa banyak orang,

    Laporan American Psychological Association yang dilansir baru-baru ini menyebut, pada tahun 2023, sekitar sepertiga orang berusia 18–44 tahun mengaku stres.

    Bahkan, orang-orang ini mengaku tingkat stres yang mereka alami masuk skala berat, yakni berada pada angka 8–10 pada skala 1–10.

    Ditulis laman Eating Well, Selasa (11/6/2024), Dokter Penyakit Dalam Besertifikat dan Direktur Medis di Wellbridge Edmond Hakimi, DO mengatakan stres merupakan respons alami terhadap tuntutan dan tekanan hidup.

    Stres dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk tanggung jawab pekerjaan, masalah keuangan, masalah hubungan, dan perubahan besar dalam hidup.

    Baca: Cermati dampak stres akibat beban di tempat kerja

    Stres dapat menimbulkan dampak serius pada fisik, perilaku, dan mental yang sangat berefek pada kesehatan. Jadi, manajemen stres adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan Anda.

    Stres yang berdampak pada kesehatan fisik, salah satunya adalah gangguan pada sistem kardiovaskular.

    “Sistem kardiovaskular sangat rentan, karena stres meningkatkan detak jantung dan tekanan darah, yang dapat menyebabkan masalah jantung jangka panjang,” kata Marcus Smith, LCPC, LPC, LCADC , Konselor Profesional Klinis Berlisensi dan Direktur Eksekutif di Alpas Wellness.

    Kehadiran hormon stres seperti kortisol dan epinefrin menyebabkan stres oksidatif dan peradangan, yang meningkatkan risiko kardiovaskular dan serangan jantung.

    “Hal ini juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh arteri koroner, yang dapat mengakibatkan iskemia miokard,” kata Andrew Sherwood, PhD, Profesor Ilmu Psikiatri dan Perilaku di Duke University School of Medicine.

    Baca: Jakarta masuk kota dengan tingkat stres tertinggi di dunia

    Stres berat juga bisa memicu sistem pernapasan menjadi cepat, pendek dan dangkal.

    Selain itu, risiko tertular penyakit pernapasan atau memperburuk kondisi pernapasan yang sudah ada juga lebih tinggi karena stres memperburuk respons imun tubuh.

    Ditambah lagi, sitokin inflamasi dilepaskan, yang meningkatkan produksi lendir dan menyempitkan saluran udara.

    Sistem imun tubuh juga melemah ketika tubuh mendeteksi adanya stres.

    “Sistem endokrin merespons dengan melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang jika meningkat dalam jangka waktu lama, dapat mengganggu fungsi metabolisme dan melemahkan sistem kekebalan tubuh,” kata Smith.

    Baca: Gaya hidup minimalis jadi cara efektif hindari stres

    Hal ini, pada gilirannya, dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi dan memperburuk penyakit peradangan kronis, kata Sherwood.

    Pada sistem pencernaan, ketika kita mengalami stres, neurohormon yang disebut katekolamin dilepaskan, yang berdampak terutama pada sistem pencernaan.

    Pada akhirnya, aliran darah ke usus berkurang, yang bisa menyebabkan diare atau sembelit, tergantung orangnya. Tidak mengherankan, penelitian menemukan bahwa stres berkaitan erat dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).

    Selain IBS, Sherwood mengatakan bahwa stres juga dapat meningkatkan refluks asam.

    Selain itu, stres bisa menyebabkan ketegangan otot. Bayangkan saja bagaimana perasaan Anda saat dipijat setelah seminggu kerja yang penuh tekanan.

    Baca: Sederhanakan hidup jadi cara efektif hindari stres

    Hal ini disebabkan oleh rangkaian respons fisiologis yang terjadi ketika tubuh Anda mengalami stres.

    Aktivasi sistem saraf simpatik akibat stres dapat menyebabkan ketegangan otot, sakit kepala, dan migrain , catat Sherwood.

    Terakhir efek fisik dari stres adalah menghambat hasrat seksual dan fungsi reproduksi. Ini menekan pelepasan hormon reproduksi utama yang berperan dalam produksi testosteron dan fungsi ovarium.

    Akibatnya, stres kronis dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, penurunan kualitas sperma, bahkan kemandulan.

    Selain efek fisik, stres juga dapat menyebabkan efek mental seperti kecemasan dan depresi, gangguan kognitif, perubahan nafsu makan, dan gangguan tidur.

    sumber:Antaranews.com

  • Kiat Bekerja Secara Sehat dan Jauhi Stres di Tempat Kerja

    Kiat Bekerja Secara Sehat dan Jauhi Stres di Tempat Kerja

    7cloud.asia – Beban dan tekanan kerja yang besar sering membuat stres para pekerja. Tapi tak jarang stres juga dipicu oleh cara kerja yang tak benar, karena berbagai alasan.

    Ada pekerja yang ingin menjadi yang terbaik dalam pekerjaannya karena memengaruhi pendapatan mereka. Mereka berusaha untuk bekerja lebih keras agar lebih produktif.

    Namun, seringkali pekerja tidak menyadari mengambil lebih banyak tugas dalam pekerjaannya dan mengerjakannya dalam satu waktu, tak hanya membuat mereka stres tetapi juga menurunkan produktivitas

    Praktisi mindfulness Adjie Santosoputro, dilansir Kompas.com merekomendasikan bekerja secara sehat untuk menjaga tubuh dan mental tetap sehat.

    “Kerja sehat mengacu pada memilah pekerjaan yang paling penting dan fokus mengerjakannya,” ucap Adjie dalam Waktunya Rehat Festival di Plaza Indonesia, Jakarta, Sabtu (22/6/2024).

    Baca Juga: Cermati Gejala Stres Akibat Gangguan Kesehatan Mental di Tempat Kerja

    Terkait anggapan bahwa kerja produktif adalah kerja dengan banyak tugas, penyebabnya adalah pola asuh dan pendidikan. Adjie mengatakan, keduanya menekankan bahwa hidup harus selalu sibuk.

    Seseorang akan diapresiasi dan dianggap ada ketika sibuk. Namun, ia kembali menegaskan betapa pentingnya kerja sehat.

    Sebab, kerja secara pseudo-productivity tidak baik untuk kesehatan tubuh dan mental, karena kita seolah hanya menyibukkan diri pada hal-hal yang tidak penting.

    “Yang kita hadapi adalah satu pola pikir, gaya hidup, yang sebenarnya tidak sehat.Kita beranggapan, terlalu stres, lelah, dan sibuk adalah normal. Padahal, itu tidak normal. Mari kerja sehat, dan tentu perlu kesadaran diri,” pungkas dia.

    Baca Juga: Selalu Merasa Stres Saat Berangkat Kerja? Waspadai Kesehatan Mental Kamu

    Jika ingin mulai bekerja secara sehat, berikut tips dari Adjie

    1. Sortir pekerjaan
    Banyak orang yang merasa sudah bekerja secara produktif, tetapi apa yang mereka lakukan sebenarnya adalah pseudo-productivity atau sekadar sibuk.

    Mereka mengira semakin keras bekerja, maka hasilnya akan lebih baik. Namun, hal ini justru membuatmu memikirkan apa saja yang sudah dikerjakan sepanjang hari pada malam hari.

    “Produktivitas hanya ditakar, hanya dinilai, berdasarkan kuantitas. Banyak orang yang memahami produktivitas di pseudo-productivity itu,” papar Adjie.

    Oleh karena itu, Adjie menyarankan agar kamu menyortir daftar pekerjaan yang perlu dilakukan. Prioritaskan mulai dari yang terpenting.

    “Satu momen kita punya banyak pilihan untuk dilakukan, sehingga kita menjadi overwhelmed. Tidak peka dan tidak jitu untuk memilah-milih apa yang benar-benar penting,” tutur Adjie.

    Baca Juga: Hindari Stres Berlebihan, Karena Dapat Memicu Sejumlah Dampak Serius pada Kesehatan

    Hal ini dapat membuatmu merasa sangat lelah pada malam hari. Namun, ketika dilihat kembali, apa yang dikerjakan sepanjang hari sebenarnya tidak begitu penting.

    “Ini terjadi karena ketidakmampuan untuk memilih yang benar-benar penting. Maka, pilah-pilih yang benar-benar penting,” tegas dia.

    2. Fokus dalam bekerja
    Ketika sudah tahu tugas apa saja yang penting dan harus dilakukan, segera kerjakan dengan fokus.

    Kerjakan satu per satu dalam satu waktu, tidak perlu multitasking yang justru akan berujung pada dirimu merasa kewalahan.

    Adjie tidak menampik, akan ada keinginan untuk melakukan hal lain saat kamu sedang bekerja. Misalnya saja, membuka media sosial seperti Tiktok di tengah-tengah pekerjaan untuk melihat sesuatu yang lucu.

    “Namun kita musti berlatih bahwa keinginan seperti itu tidak harus dipuaskan,” jelas Adjie.

    “Ingatkan diri bahwa keinginan yang muncul tidak harus segera dipuaskan, dan tidak harus dipuaskan. Sekali lagi, fokus,” imbuh dia.

    Baca Juga: 3 Teknik Meditasi Mindfulness untuk Mengelola Stres Kerja

  • Minimalisme: 5 Pemicu Stres yang Bisa Dimaklumi Hindari yang Lain!

    Minimalisme: 5 Pemicu Stres yang Bisa Dimaklumi Hindari yang Lain!

    7cloud.asia – Stres tampaknya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian banyak orang. Menurut sebuah penelitian di Amerika Serikat baru-baru ini, 84 persen orang Amerika melaporkan merasa stres setidaknya sekali seminggu.

    Sedangkan Gallup melaporkan bahwa hampir separuh atau 49 persen orang Amerika melaporkan sering mengalami stres.

    Dan angka 49 persen tersebut berarti 16 poin lebih tinggi dibandingkan dua dekade lalu dan merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Amerika!

    Ini tentu bukan kabar baik. Pasalnya, stres mempengaruhi lebih dari sekadar suasana hati kita. Itu memengaruhi setiap bagian kehidupan kita, mulai dari kesehatan hingga hubungan kita.

    Seperti yang kita ketahui, stres kronis merupakan penyebab utama penyakit jantung, kecemasan, depresi, dan bahkan obesitas.

    Stres juga melemahkan sistem kekebalan tubuh kita, mengganggu tidur, dan mengaburkan kemampuan kita untuk berpikir jernih.

    Meskipun beberapa dampak kesehatan mungkin terasa dalam jangka panjang atau tidak kita sadari dalam keseharian kita, kita sangat merasakan dampak negatif jangka pendeknya.

    Baca: Kiat jauhi stres di tempat kerja

    Kita pergi tidur sambil memikirkan apa yang belum kita capai hari ini dan bangun dengan perasaan tertekan tentang apa yang akan terjadi besok.

    Kita merasakan beban tanggung jawab yang terus-menerus ada di pundak. Kita benci bagaimana stres menghalangi kita menjadi pasangan atau orang tua terbaik.

    Dan, sayangnya banyak orang sering beralih ke kecanduan yang tidak sehat untuk mendapatkan bantuan.

    Ini melelahkan, dan kita bisa melepaskan diri dari kondisi seperti ini.

    Ya, tentu saja, hidup memiliki tantangannya sendiri dan beberapa stres tidak dapat dihindari.

    Namun sebagian besar stres yang kita alami—percaya atau tidak—adalah akibat dari diri kita sendiri. Ini adalah stres yang tidak perlu kita bawa ke dalam hidup kita.

    Padahal kita juga mempunyai kekuatan untuk melepaskan dan mengusir stres dari kehidupan sehari-hari.

    Baca: Cermati gejala stres akibat beban kerja

    Ada pemicu stres nyata dalam hidup yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Hidup itu menyakitkan dan rumit. Memang tidak pernah mudah dan seringkali mengharuskan kita memikul beban yang berat.

    Menurut para ahli, lima peristiwa hidup yang penuh stres meliputi: kematian orang yang dicintai, perceraian, pindah rumah, penyakit atau cedera parah, dan kehilangan pekerjaan.

    Tidak diragukan lagi, semua hal ini merupakan gangguan yang signifikan dan menyakitkan terhadap kehidupan yang berdampak pada kita semua.

    Hal-hal tersebut tidak dapat dihindari sepanjang hidup. Ini adalah jenis peristiwa yang secara metaforis merobek permadani dari bawah kaki kita dan membutuhkan fokus, energi, dan bandwidth untuk menghadapinya.

    Kita tidak memilihnya, tapi kita harus menjalaninya. Dan stres mengakomodasi kenyataan itu.

    Di luar itu, adalah sumber stres dalam hidup kita yang bisa dihindari.

    Stresor yang, meskipun kita tidak sengaja mengundangnya ke dalam hidup kita, kita rasakan setiap hari karena pilihan yang kita buat, tekanan yang kita berikan pada diri kita sendiri, dan kebiasaan yang kita pertahankan.

    Stres ini bisa dihindari. Dan akan lebih baik jika kita mengetahui kapan kita mengizinkannya masuk.

    Sumber: becomingminimalist.com

     

  • Minimalisme: Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Memicu Stres Ini

    Minimalisme: Hindari 9 Kebiasaan yang Bisa Memicu Stres Ini

    7cloud.asia – Hidup selalu menghadirkan tantangannya sendiri dan kadang mengakibatkan stres yang tidak dapat dihindari.

    Ada lima peristiwa dalam hidup yang tak dapat kita hindari dan memicu stres, yaitu kematian orang yang dicintai, perpisahan atau perceraian, pindah rumah, penyakit atau cedera parah, dan kehilangan pekerjaan.

    Namun sebagian besar stres yang kita alami—percaya atau tidak—adalah akibat dari diri kita sendiri. Ini adalah stres yang tidak perlu kita bawa ke dalam hidup kita.

    Coba perhatikan sebagian daftar dari beberapa hal yang secara tidak perlu mengundang stres ke dalam hidup kita:

    1. Mengikuti tren
    Dari gadget terbaru dan mobil terbaru hingga halaman terhijau dan rumah termewah, kita sering mengukur kesuksesan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain.

    Namun perbandingan ini menciptakan siklus keinginan dan ketidakpuasan yang tidak pernah berakhir dan membuat kita semakin mengejar garis akhir kepuasan yang tak akan pernah kita capai.

    Ini adalah pemicu stres yang tidak akan pernah bisa diatasi.

    Baca: Pemicu stres yang tak bisa dihindari

    2. Terlalu Sibuk
    Beberapa orang menjadikan kesibukan sebagai lencana kehormatan. Ketika kita melakukannya, kita mengemas jadwal kita dengan terlalu banyak komitmen dalam waktu yang terlalu singkat.

    Jadi kita melebih-lebihkan apa yang bisa dicapai dalam sehari, menambah lebih banyak lagi, dan kesibukan yang terus-menerus menyisakan sedikit waktu untuk istirahat atau refleksi.

    Ketika tidak ada ruang yang untuk diri kita sendiri, kita menjadi kewalahan, kelelahan, dan tidak dapat sepenuhnya menikmati aktivitas apa pun yang telah kita jadwalkan.

    3. Drama yang tak perlu
    Manusia dikelilingi hubungan. Baik di tempat kerja, dalam keluarga besar, di lingkungan sekitar, di komunitas sosial dan mungkin juga di banyak area lainnya, kita menjalin hubungan

    Ada kalanya hubungan perlu diperbaiki. Namun ketika kita mengundang drama ke dalam keluarga atau tempat kerja kita dengan bereaksi berlebihan atau bergosip atau miskomunikasi, kita menghabiskan energi mental pada konflik yang memicu stres.

    Gangguan ini menyita waktu dan energi emosional kita—bahkan ketika hal tersebut tidak diperlukan.

    Baca: Kiat jauhi stres di tempat kerja

    4. FOMO
    Di dunia yang sangat terhubung saat ini, mudah untuk merasa bahwa kita perlu mengetahui segalanya, berada di mana saja, dan melakukan segalanya.

    Tekanan untuk mengikuti setiap acara sosial, mengikuti setiap tren, dan tetap mendapat informasi serta terlibat dalam setiap peluang menciptakan kondisi stres yang terus-menerus.

    Media sosial memperkuat ketakutan ini, meyakinkan kita bahwa jika kita tidak hadir, kita akan ketinggalan. Namun mencoba berada di mana-mana hanya membuat kita kelelahan dan terputus.

    5. Membuat orang terkesan
    Keinginan untuk mengesankan orang lain –baik melalui prestasi, harta benda, atau status sosial== kita sering kali menginvestasikan waktu dan energi untuk menampilkan citra tertentu.

    Namun upaya terus-menerus untuk mempertahankan penampilan melelahkan dan jarang membuahkan hasil.

    Hal ini menciptakan siklus kecemasan di mana kita tidak pernah merasa cukup baik, bahkan setelah mencapai pencapaian yang kita pikir akan membawa validasi.

    Baca: Kenali gejala stres akibat beban kerja

    6. Perfeksionis
    Kebutuhan untuk menjadi sempurna—baik di tempat kerja, dalam hubungan kita, dalam penampilan, dalam perkembangan pribadi, atau bahkan dalam hobi kita—sering kali menimbulkan stres yang tidak perlu.

    Perfeksionis menetapkan standar tidak realistis yang tidak mungkin dipenuhi, membuat kita merasa gagal meskipun kita sudah melakukan yang terbaik.

    Jenis stres yang dibawa oleh perfeksionisme ke dalam hidup kita, dalam hal ini, tidak diperlukan. Setidaknya, dibandingkan dengan mengejar kemajuan daripada kesempurnaan.

    7. Membanding-bandingkan
    Media sosial, meskipun merupakan alat yang hebat untuk menjalin hubungan, telah menjadikan perbandingan sebagai godaan yang selalu ada dalam hidup kita.

    Ada baiknya untuk mengingat bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna dan tidak ada seorang pun yang memiliki segalanya serta hal-hal penting yang mereka posting di media sosial—liburan, pencapaian, dan momen sempurna mereka.

    Theodore Roosevelt berkata, “Perbandingan adalah pencuri kebahagiaan.” Namun hal itu tidak hanya mencuri kegembiraan, tetapi juga menambah stres.

    Karena semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, semakin sedikit kita merasa bahwa kita sudah sesuai, semakin besar tekanan yang kita berikan pada diri kita sendiri untuk menjadi seseorang yang bukan diri kita sendiri.

    Baca: Stres berlebihan dapat memicu masalah kesehatan

    8. Banyak berutang
    Hidup di luar kemampuan adalah sumber utama tekanan finansial—dan tekanan finansial adalah penyebab stres nomor satu.

    Apakah ada waktu dan skenario yang sah ketika pengeluaran melebihi pendapatan? Sangat. Dan ketika kita hidup mendekati garis tersebut, kemungkinan besar stres akan menyusul.

    Kehidupan yang lebih sederhana dan bebas utang membawa lebih banyak kedamaian daripada kepuasan sesaat atas kepmilikan dan harta benda.

    9. Menyenangkan orang lain
    Mencoba memenuhi harapan semua orang atau menghindari mengecewakan siapa pun juga dapat menyebabkan stres.

    Ketika hal tersebut menjadi tujuan atau motivasi kita, kita terlalu memaksakan diri, mengatakan “ya” pada komitmen yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kita, hanya demi menjaga perdamaian atau mendapatkan persetujuan.

    Hal ini dapat membuat kita kehabisan energi.

    Sumber: becomingminimalist.com