7cloud.asia – Hidup selalu menghadirkan tantangannya sendiri dan kadang mengakibatkan stres yang tidak dapat dihindari.
Ada lima peristiwa dalam hidup yang tak dapat kita hindari dan memicu stres, yaitu kematian orang yang dicintai, perpisahan atau perceraian, pindah rumah, penyakit atau cedera parah, dan kehilangan pekerjaan.
Namun sebagian besar stres yang kita alami—percaya atau tidak—adalah akibat dari diri kita sendiri. Ini adalah stres yang tidak perlu kita bawa ke dalam hidup kita.
Coba perhatikan sebagian daftar dari beberapa hal yang secara tidak perlu mengundang stres ke dalam hidup kita:
1. Mengikuti tren
Dari gadget terbaru dan mobil terbaru hingga halaman terhijau dan rumah termewah, kita sering mengukur kesuksesan dengan membandingkan diri kita dengan orang lain.
Namun perbandingan ini menciptakan siklus keinginan dan ketidakpuasan yang tidak pernah berakhir dan membuat kita semakin mengejar garis akhir kepuasan yang tak akan pernah kita capai.
Ini adalah pemicu stres yang tidak akan pernah bisa diatasi.
Baca: Pemicu stres yang tak bisa dihindari
2. Terlalu Sibuk
Beberapa orang menjadikan kesibukan sebagai lencana kehormatan. Ketika kita melakukannya, kita mengemas jadwal kita dengan terlalu banyak komitmen dalam waktu yang terlalu singkat.
Jadi kita melebih-lebihkan apa yang bisa dicapai dalam sehari, menambah lebih banyak lagi, dan kesibukan yang terus-menerus menyisakan sedikit waktu untuk istirahat atau refleksi.
Ketika tidak ada ruang yang untuk diri kita sendiri, kita menjadi kewalahan, kelelahan, dan tidak dapat sepenuhnya menikmati aktivitas apa pun yang telah kita jadwalkan.
3. Drama yang tak perlu
Manusia dikelilingi hubungan. Baik di tempat kerja, dalam keluarga besar, di lingkungan sekitar, di komunitas sosial dan mungkin juga di banyak area lainnya, kita menjalin hubungan
Ada kalanya hubungan perlu diperbaiki. Namun ketika kita mengundang drama ke dalam keluarga atau tempat kerja kita dengan bereaksi berlebihan atau bergosip atau miskomunikasi, kita menghabiskan energi mental pada konflik yang memicu stres.
Gangguan ini menyita waktu dan energi emosional kita—bahkan ketika hal tersebut tidak diperlukan.
Baca: Kiat jauhi stres di tempat kerja
4. FOMO
Di dunia yang sangat terhubung saat ini, mudah untuk merasa bahwa kita perlu mengetahui segalanya, berada di mana saja, dan melakukan segalanya.
Tekanan untuk mengikuti setiap acara sosial, mengikuti setiap tren, dan tetap mendapat informasi serta terlibat dalam setiap peluang menciptakan kondisi stres yang terus-menerus.
Media sosial memperkuat ketakutan ini, meyakinkan kita bahwa jika kita tidak hadir, kita akan ketinggalan. Namun mencoba berada di mana-mana hanya membuat kita kelelahan dan terputus.
5. Membuat orang terkesan
Keinginan untuk mengesankan orang lain –baik melalui prestasi, harta benda, atau status sosial== kita sering kali menginvestasikan waktu dan energi untuk menampilkan citra tertentu.
Namun upaya terus-menerus untuk mempertahankan penampilan melelahkan dan jarang membuahkan hasil.
Hal ini menciptakan siklus kecemasan di mana kita tidak pernah merasa cukup baik, bahkan setelah mencapai pencapaian yang kita pikir akan membawa validasi.
Baca: Kenali gejala stres akibat beban kerja
6. Perfeksionis
Kebutuhan untuk menjadi sempurna—baik di tempat kerja, dalam hubungan kita, dalam penampilan, dalam perkembangan pribadi, atau bahkan dalam hobi kita—sering kali menimbulkan stres yang tidak perlu.
Perfeksionis menetapkan standar tidak realistis yang tidak mungkin dipenuhi, membuat kita merasa gagal meskipun kita sudah melakukan yang terbaik.
Jenis stres yang dibawa oleh perfeksionisme ke dalam hidup kita, dalam hal ini, tidak diperlukan. Setidaknya, dibandingkan dengan mengejar kemajuan daripada kesempurnaan.
7. Membanding-bandingkan
Media sosial, meskipun merupakan alat yang hebat untuk menjalin hubungan, telah menjadikan perbandingan sebagai godaan yang selalu ada dalam hidup kita.
Ada baiknya untuk mengingat bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna dan tidak ada seorang pun yang memiliki segalanya serta hal-hal penting yang mereka posting di media sosial—liburan, pencapaian, dan momen sempurna mereka.
Theodore Roosevelt berkata, “Perbandingan adalah pencuri kebahagiaan.” Namun hal itu tidak hanya mencuri kegembiraan, tetapi juga menambah stres.
Karena semakin banyak waktu yang kita habiskan untuk membandingkan diri kita dengan orang lain, semakin sedikit kita merasa bahwa kita sudah sesuai, semakin besar tekanan yang kita berikan pada diri kita sendiri untuk menjadi seseorang yang bukan diri kita sendiri.
Baca: Stres berlebihan dapat memicu masalah kesehatan
8. Banyak berutang
Hidup di luar kemampuan adalah sumber utama tekanan finansial—dan tekanan finansial adalah penyebab stres nomor satu.
Apakah ada waktu dan skenario yang sah ketika pengeluaran melebihi pendapatan? Sangat. Dan ketika kita hidup mendekati garis tersebut, kemungkinan besar stres akan menyusul.
Kehidupan yang lebih sederhana dan bebas utang membawa lebih banyak kedamaian daripada kepuasan sesaat atas kepmilikan dan harta benda.
9. Menyenangkan orang lain
Mencoba memenuhi harapan semua orang atau menghindari mengecewakan siapa pun juga dapat menyebabkan stres.
Ketika hal tersebut menjadi tujuan atau motivasi kita, kita terlalu memaksakan diri, mengatakan “ya” pada komitmen yang tidak sejalan dengan nilai-nilai kita, hanya demi menjaga perdamaian atau mendapatkan persetujuan.
Hal ini dapat membuat kita kehabisan energi.
Sumber: becomingminimalist.com

Leave a Reply