7cloud.asia – I dont like Monday. Istilah ini kerap digunakan orang untuk menggambarkan sindrom yang dialami pekerja usai libur akhir pekan.
Merasa stres saat harus kembali bekerja memang sering dihadapi pekerja. Tapi jika stres itu dirasakan hampir setiap hari, maka kamu harus berhati-hati.
Dokter spesialis jiwa di RSUD Tarakan Jakarta dr Zulvia Syarif SpKJ mengatakan penyebab seseorang selalu merasa stres saat berangkat bekerja, salah satunya karena kondisi kesehatan mental yang tidak fit.
“Mungkin enggak ada diagnosis gangguan mental, tapi sebenarnya lagi enggak sehat secara kesehatan mental,” kata dia dalam seminar daring pada Jumat seperti dilansir antaranews.com.
Gangguan kesehatan mental itu, menurut Zulvia, bisa karena susah tidur, mungkin setiap mau berangkat kerja stres, setiap mau datang ke tempat kerja rasanya berat banget.
Baca: Kiat menjaga kesehatan mata buat mereka yang sering bekerja di depan komputer
Ia menambahkan, gangguan kesehatan mental atau seseorang yang tak sehat secara mental bisa saja masih berpikir soal pekerjaan bahkan saat dia berinterkasi dengan keluarganya di rumah.
Zulvia menuturkan seseorang yang sehat secara mental bukan hanya diukur dari sekadar dia tidak depresi, bipolar dan sebagainya, namun lebih pada kemampuan dia memahami kelebihan dan kekurangan dirinya.
Juga bagaimana seseorang mampu menghadapi tekanan, mampu produktif dan berkontribusi untuk masyarakat.
“Even orang yang punya diagnosis gangguan mental tetapi kalau dia bisa produktif, bisa mengatasi tekanan hidup, dia bisa dibilang sehat mental,” kata dia pula.
Ditambahkannya, penyebab kesehatan mental seseorang khususnya yang berstatus karyawan bisa terganggu, salah satunya lingkungan kerja yang menuntut atau budaya organisasi yang tidak mendorong pegawai untuk maju.
Baca: Tidur siang sejenak bagus untuk kesehatan mental dan otak
Alasan lainnya, ada pembiaran perundungan, pelecehan, dan budaya menyalahkan yang semuanya menyebabkan pegawai lebih tegang dan stres di tempat kerja.
Kemudian bisa juga dari jam kerja yang terlalu panjang, tidak ada batasan jelas, harus ready setiap saat, di rumah lagi cuti lagi liburan tetap ngurusin pekerjaan, itu juga bisa membuat seseorang tertekan.
“Jadi enggak sehat secara kesehatan mental nya,” kata Zulvia.
Di sisi lain, ada juga kontribusi dari individu yakni terkait cara dia bisa mengelola waktu dengan baik, cara berinteraksi dengan rekan kerja dan pimpinan atau orang yang dilayani.
Lalu, apa solusi guna mengatasi masalah mental seperti stres di tempat kerja dan seseorang dalam kondisi tidak bisa mengubah kondisi di tempat kerja?
Baca: Ini yang terjadi jika kita tak cukup tidur
Maka Zulvia menawarkan dua solusi, yakni menerima atau meninggalkannya yakni dengan kata lain berhenti bekerja.
“Nah take it itu caranya, pekerjaan terlalu berat, pimpinan tidak menyenangkan atau rekan kerjanya tidak asik, kalau gitu kita perlu belajar untuk beradaptasi, kita menerima situasi itu lalu beradaptasi,” ujar dia lagi.
Menurut dia, cara untuk beradaptasi yakni mengubah cara respons diri. Saat seseorang merasa pekerjaannya terasa begitu menekan, cobalah hadapi dengan lebih ringan, yakni tidak menganggap ini 100 persen kehidupannya.
Zulvia memahami saat bekerja, terkadang seseorang ingin bersungguh-sungguh dengan pekerjaannya.
Namun, saat dia merasa hidupnya sama dengan pekerjaan, maka saat ada kegagalan di pekerjaan misalnya dimarahi atasan atau melakukan kesalahan, maka dia merasa hidupnya.
Padahal sebenarnya tidak. Oleh karena itu, imbuh Zulvia, mengubah cara berpikir menjadi penting.
Sumber: Antaranews.com

Leave a Reply