Wisata Kopi: Menelusuri Proses Produksi Kopi dari Hulu ke Hilir

Written by

in

7cloud.asia – Wisata kopi dan agrowisata di Indonesia menawarkan sebuah pengalaman unik dan otentik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara

Kopi lokal memiliki keunikan tersendiri dan para wisatawan juga dapat merasakan keseruan wisata kopi dari hulu sampai ke hilir.

Menginap di tengah kebun kopi, menjelajahi kebun kopi, mengikuti proses panen, hingga mempelajari pengolahan biji kopi akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto dikutip Antaranews.com mengatakan kopi lokal dan agrowisata dalam pariwisata Indonesia memiliki potensi yang besar.

“Bagi wisatawan yang ingin mencicipi kopi lokal, dapat mendatangi daerah asalnya sambil menikmati pemandangan alam yang indah,” ujarnya.

Wisatawan juga dapat melakukan tur kebun kopi dalam rangka mengenal budidaya kopi dan menikmati suasana perkebunan. Kebun kopi biasanya juga memberikan pengalaman memanen dan mengolah biji kopi.

“Jadi wisatawan bisa ikut memetik biji kopi dan mempelajari proses pengolahannya. Di samping itu ada museum kopi sebagai wadah edukasi agar wisatawan memahami berbagai karakteristik kopi lokal,” ujarnya.

Salah satu wisata kopi dapat ditemui di Sumedang, Jawa Barat yang menawarkan program agrowisata kebun kopi yang membudidayakan biji kopi excelsa.

Wisatawan yang berkunjung tidak hanya dapat mencicipi kenikmatan kopi lokal, tetapi juga mempelajari proses pembuatan kopi dari hulu ke hilir, hingga kopi tersaji di atas meja.

“Kemudian ada salah satu program utama yang sekarang digaungkan oleh kepala daerah yang baru, itu salah satunya agrowisata dengan memperhatikan konservasi lingkungan dan kualitasnya,” kata dia.

Hariyanto menyebut inisiatif itu tidak hanya menawarkan pengalaman langsung kepada wisatawan di lokasi kebun kopi, tetapi juga mengedukasi mereka mengenai proses produksi kopi dari hulu ke hilir.

Hal ini dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan ragam kopi lokal dan sekaligus melestarikan budaya serta lingkungan pertanian kopi yang bernilai sejarah.

“Dalam hal ini, dukungan untuk UMKM dan petani kopi Ekselsa dukungan untuk UMKM dapat diperoleh melalui Kementerian UKM atau Kemenekraf, sementara para petani bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian.

Dengan kolaborasi lintas sektor, pengembangan sektor kopi ini bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Indonesia memiliki banyak perkebunan kopi sekaligus produsen kopi terbesar keempat di dunia bersama Brasil, Vietnam dan Kolombia. Indonesia mempunyai beragam jenis kopi unggulan yang dilindungi indikasi geografis.

Minat global terhadap biji kopi Indonesia jadi semakin meningkat dengan menangnya seorang brewer bernama Ryan Wibawa yang meraih juara ke-3 dalam kompetisi World Brewers Cup 2024 di Chicago, Amerika Serikat.

Kemenangan Ryan diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi warga sekitar kebun kopi.

Kementerian Pariwisata juga sedang berusaha mempromosikan “Kopi Lokal Wisata Kopi,” sebagai satu atraksi wisata minat khusus juga tengah dikembangkan, lewat pola perjalanan Indonesia Coffee Trail.

Pola perjalanan wisata kopi yang komprehensif secara nasional diharapkan mampu memberikan pengalaman yang berkualitas bagi wisatawan dalam menikmati wisata kopi nusantara.

Wisatawan tidak hanya menikmati kopi fresh dari tempat asalnya namun juga menikmati suasana pegunungan, coffee plantation, aktivitas panen, bean roasting, mempelajari sejarah serta budaya, dan lainnya.

“Ini nantinya akan membuka peluang pengembangan produk wisata baru untuk meningkatkan perekonomian daerah penghasil kopi. Tentunya potensi kopi bisa dikembangkan menjadi wisata gastronomi yang menjadi salah satu prioritas Kemenpar, dengan potensi market yang baik Kemenpar bisa mendukung dalam pengemasan produk dan workshop wisata gastronomi,” ucap Hariyanto.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *