7cloud.asia – Kekeringan di seluruh dunia menjadi lebih sering terjadi dan intens, serta terjadi dalam periode waktu yang semakin lama dalam beberapa dekade terakhir.
Dalam laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2018, ilmuwan iklim mengatakan bahwa air tanah yang tersimpan dalam akuifer, sangat sensitif terhadap perubahan iklim di masa mendatang.
Kondisi ini dapat memicu krisis air yang mengancam lebih separuh penduduk dunia. Bahkan, saat inipun krisis air secara sporadis mulai terjadi di sejumlah negara.
Selain perubahan iklim, kekeringan dan krisis air juga disebabkan oleh pengelolaan air yang buruk, meningkatnya permintaan dan polusi air yang terus meningkat.
Saat ini, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 8 miliar orang, yang berarti permintaan air akan terus meningkat di tengah tekanan ketersediaan air akibat perubahan iklim.
Urbanisasi dan peningkatan eksponensial dalam permintaan air tawar untuk rumah tangga merupakan faktor pendorong di balik krisis air, terutama di wilayah dengan pasokan air yang buruk.
Baca: Industri Air Minum dalam Kemasan sembunyikan krisis air global
Kasus nyata terjadi pada tahun 2018, saat warga kota Cape Town, Afrika Selatan mengalami krisis air dan menjadi kota modern pertama yang kehabisan air minum akibat kekeringan ekstrem. Pengelolaan sumber daya air yang buruk, dan konsumsi berlebihan juga memicu kondisi ini.
Demikian pula, China juga berisiko kekurangan air karena pengelolaan air yang buruk. Setiap tahun, total sumber daya air terbarukan per penduduk diperkirakan sekitar 2.018 meter kubik, yang 75 persen lebih rendah dari rata-rata global, menurut Bank Dunia.
Polusi Air
Air yang terkontaminasi dan tidak aman merupakan faktor lain yang menyebabkan kekurangan air. Polusi air sudah membunuh lebih banyak orang setiap tahunnya dibandingkan perang dan semua bentuk kekerasan lainnya jika digabungkan.
Dengan hanya kurang dari 1 persen air tawar di planet Bumi yang dapat diakses oleh kita, aktivitas manusia secara aktif mengancam sumber daya air kita sendiri.
Polusi air dapat berasal dari sejumlah sumber, termasuk limbah dan air limbah – lebih dari 80 persen air limbah dunia mengalir kembali ke lingkungan tanpa diolah.
Juga dari limpasan pertanian dan industri, tempat pestisida dan bahan kimia beracun meresap ke dalam air tanah dan sistem air tawar di sekitarnya.
Baca: Banyak orang yang belum sadari dampak perubahan iklim yang sudah nyata
Akibatnya, sumber daya air yang berharga menjadi terkontaminasi, mengakibatkan berkurangnya ketersediaan air tawar dan air minum.
Air kini telah menjadi komoditi, bergabung dengan emas, minyak, dan komoditas lain yang dapat diperdagangkan di Wall Street. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa pasar dapat secara dramatis memperburuk dampak kekurangan air dan meningkatkan persaingan.
Pasar perdagangan air AS, yang pertama dari jenisnya, diluncurkan pada tahun 2020 dengan kontrak senilai 1,1 miliar dolar yang dikaitkan dengan harga air California.
Hal ini memungkinkan petani, dana lindung nilai, dan kotamadya untuk melakukan lindung nilai terhadap ketersediaan air di masa mendatang di California.
Meskipun hal ini dapat menghilangkan ketidakpastian seputar harga air, memperlakukan air sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan menempatkan hak asasi manusia dasar ke tangan lembaga keuangan dan investor. Sebuah ancaman serius bagi kemanusiaan.
Baca: Praktik penyalahgunaan air tanah oleh pengelola rumah susun di Jakarta

Leave a Reply