Kemensos Gandeng Perguruan Tinggi untuk Entaskan Kemiskinan

Written by

in

7cloud.asia – Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono menyatakan, Kementerian Sosial (Kemensos) akan menggandeng perguruan tinggi untuk mengentaskan angka kemiskinan di Indonesia yang masih cukup besar.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), per September 2024, angka kemiskinan di Indonesia tercatat sebesar 8,57 persen atau 24,06 juta orang. Angka ini turun 0,46 poin dibandingkan Maret 2024.

Namun demikian angka ini menjadi sorotan, karena garis kemiskinan per kapita per bulan yang ditetapkan sebesar Rp595.242,00 dinilai terlalu rendah.

 

Dilansir dari laman resmi Kemensos, Agus Jabo menyampaikan, kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi ini terutama akan diterapkan dalam pengentasan kemiskinan model teritorial.

Baca: DPR kritisi standar kemiskinan yang digunakan BPS

Sejak awal dilantik, Agus mengatakan, dia bicara ke Menteri Sosial Saifullah Yusuf pemberantasan kemiskinan ini supaya jadi atmosfer Kemensos, jadi harus melibatkan pihak perguruan tinggi.

“Karena mereka yang paling legitimate, lembaga yang tidak politis, itu kampus,” kata Agus Jabo saat melakukan audiensi bersama Ikatan Keluarga Alumni Universitas Sebelas Maret (IKA UNS) di Kantor Kemensos, Jakarta, Jumat (7/2/2025).

Dia menjelaskan, alasan lainnya Kemensos menggandeng perguruan tinggi karena masing-masing kampus memiliki lembaga penelitian dan pengabdian masyarakat.

Lembaga ini nantinya bakal melakukan kajian terhadap profil kemiskinan serta kebutuhan di suatu desa untuk menjadi rujukan sebagai desa binaan.

Baca: DPR sebut pengentasan kemiskinan harus bisa membuat warga mandiri

“Nanti kita mau ajak kampus. Kampus kan punya lembaga pemberdayaan masyarakat. Kajiannya dari sana, nanti yang melaksanakan Kemensos bersama kementerian-kementerian lain plus swasta,” jelas Agus Jabo.

“Kita bikin modelling di paling tidak misalnya ke depan itu satu kota/kabupaten ada dua desa (binaan). Itu asesmennya dari kampus,” sambungnya menjelaskan.

Agus Jabo menyebut, pengentasan kemiskinan merupakan salah satu program prioritas presiden. Ia mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto ingin agar persoalan kemiskinan ekstrem dapat tuntas pada tahun 2026.

“Jadi modelling pengentasan kemiskinan ini konsepnya kan graduasi. Jalan keluarnya (melalui) pemberdayaan,” ujarnya.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *