Donald Trump Tutup USAID, China Berpeluang Mengisi Kekosongan yang Ditinggalkan

Written by

in

7cloud.asia – Sejumlah kalangan yang mengecam pembekuan pendanaan dan penutupan USAID khawatir China akan melihat hal ini sebagai peluang dan mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh AS.

China telah lama mengkritik keberadaan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), lembaga penyalur bantuan luar negeri AS yang secara luas ditutup oleh pemerintahan Presiden Trump.

Namun seiring dengan berakhirnya proyek-proyek USAID, akankah China melangkah masuk untuk mencoba membangun pengaruhnya?

Beberapa analis mengatakan meskipun China ingin mengisi kekosongan yang ditinggalkan USAID, masalah perekonomian yang dihadapi oleh negara tersebut dapat membatasi apa yang akan dilakukannya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang kini mengisi posisi penjabat direktur USAID, mengatakan ia akan mengarahkan kegiatan-kegiatan lembaga itu agar sejalan dengan agenda pemerintahan baru.

“Badan ini beroperasi dengan uang pembayar pajak, dan kami berhutang kepada rakyat Amerika untuk menjamin agar setiap dolar yang kita belanjakan di luar negeri digunakan untuk sesuatu yang memajukan kepentingan nasional kita,” katanya kepada para wartawan ketika ia mengunjungi El Salvador awal pekan ini.

Baca: Kantor USAID di Washington DC resmi ditutup

USAID memiliki anggaran tahunan lebih dari US$40 miliar dan mengelola program-program bantuan di seluruh dunia, termasuk program yang berhubungan dengan China, yang telah menjadi sasaran kritik Gedung Putih.

Dalam lembar fakta “pemborosan dan penyalahgunaan” yang dirilis pada 3 Februari, Gedung Putih mengatakan USAID telah memberikan jutaan dolar kepada EcoHealth Alliance, sebuah organisasi AS yang mengupayakan perlindungan terhadap penyakit menular.

Organisasi itu dituduh telah bekerja sama dengan Institut Virologi Wuhan dalam penelitian virus corona yang menyebabkan perebakan luas pandemi Covid-19. Baik EcoHealth Alliance dan pemerintah China telah menolak tuduhan tersebut.

Anggaran untuk meredam ekspansi China
Dalam beberapa tahun terakhir, pendanaan USAID untuk program-program terkait China semakin menyusut sebagai strategi untuk mengekang ekspansi global China melalui bantuan dan investasi.

Halaman arsip situs web USAID yang sekarang ditutup menunjukkan bahwa badan tersebut memuji “Dana Melawan Pengaruh China” sebagai salah satu “pencapaian utama.”

Dana itu “akan memajukan tujuan keamanan nasional” untuk “membangun mitra yang lebih tangguh yang mampu menahan tekanan dari Partai Komunis China dan aktor jahat lainnya.”

Baca: Sekutu AS di Asia was-was dengan kebijakan America Firstnya Donald Trump

Pada tahun 2023 lalu, mantan asisten administrator USAID untuk Asia, Michael Schiffer, mengatakan kepada panel Kongres AS bahwa lembaga itu selama lebih dari satu dekade telah mendukung pengumpulan data mengenai investasi luar negeri China lewat AidData, sebuah kelompok penelitian di College of William and Mary yang berbasis di Virginia, AS.

Pembekuan pendanaan telah menyebabkan setidaknya satu proyek yang didanai USAID mengalami kesulitan keuangan. Brian Eyler, peneliti di Stimson Center di Washington, menulis dalam unggahan terbuka di Facebook bahwa proyeknya, “Mekong Dams Monitor,” mengalami kesulitan untuk melanjutkan operasinya karena pembekuan anggaran USAID.

“Kami diperintahkan untuk menghentikan pengerjaan hibah itu selama 90 hari sambil menunggu peninjauan lebih lanjut. Dan itu berarti program kami di Asia Tenggara mungkin tidak dapat terus berjalan,” tulisnya.

Proyek Eyler diluncurkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada masa pemerintahan Trump yang pertama untuk mempelajari bagaimana bendungan yang dibangun oleh China dan negara-negara lain di Sungai Mekong di Asia Tenggara berdampak negatif terhadap masyarakat di hilir.

Baca: Di bawah Trump, AS tak lagi fokus pada penanganan perubahan iklim

Menurut postingan Eyler, proyek itu mendapat pendanaan dari Departemen Luar Negeri dan USAID.

Media pemerintah China telah menuduh proyek tersebut mencoreng nama baik China.

VOA Mandarin telah menghubungi Stimson Center untuk mendapatkan rincian lebih lanjut namun tidak menerima tanggapan.

Pada Rabu (5/2/2025) Rubio mengatakan pemerintahan Trump sedang mengidentifikasi program mana yang akan dikecualikan dari pembekuan dana.

“Ini bukan soal menghentikan bantuan luar negeri. Ini tentang menata organisasi dengan cara yang memajukan kepentingan Amerika Serikat,” ujar Rubio.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *