7cloud.asia – Perwakilan warga dari tiga desa, yakni Cigombong, Watesjaya dan Ciburuy, di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengadukan menyusutnya luasan Danau Lido kepada Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Warga menunjuk proyek pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK MNC Land yang diresmikan Presiden Jokowi sebagai penyebab menyusutnya luasan Danau Lido.
Warga dari desa-desa yang ada di sekitaran Danau Lido menyebut, sejak MNC Land gencar melakukan pembangunan atas nama KEK di daerah tersebut, sebagian tepian danau telah diuruk.
Caranya, MNC Land mengeruk sedimen danau dan menumpuknya di bibir danau. Kemudian dari reklamasi atau urugan itu, MNC Land memanfaatkannya untuk membangun taman dan perkantoran.
Baca: Danau Lido berada dalam kondisi kritis
“Bahkan MNC Land menambahkan urukan tanah lain,” kata perwakilan warga Nurjaman kepada Menteri Hanif yang sedang meninjau kondisi Danau Lido didampingi Dirjen Penegakan Hukum KLH pada Sabtu, (1/2/2025).
Setelah melakukan audensi dan mendengar aspirasi warga, Menteri Hanif membenarkan, luasan Danau Lido saat ini sudah berkurang dan semakin dangkal.
Padahal, keberadaan danau Lido sangat penting bagi masyarakat, khususnya untuk ketersediaan cadangan air tanah dan pencegahan banjir.
“Dari data Kementerian Pekerjaan Umum, ada sekitar 24 hektare Danau Lido hilang, yang awalnya 35 hektare menjadi 11 hektare. Ini yang harus dikembalikan,” kata Hanif.
Baca: Hari Danau Sedunia merespon terus menipisnya persediaan air

Leave a Reply