7cloud.asia – Pemerintah Republik Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata di Gaza, seperti selama ini didorong Indonesia serta masyarakat internasional.
Dalam pernyataan yang dirilis di akun resmi X @Kemlu_RI, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan, implementasi kesepakatan gencatan senjata tersebut harus dilaksanakan segera dan secara menyeluruh demi terhentinya korban jiwa di Gaza.
Indonesia menekankan pentingnya pemulihan kehidupan masyarakat di Gaza melalui akses penuh penyaluran bantuan kemanusiaan, termasuk pemulihan peran UNRWA, serta rekonstruksi Gaza.
Perdamaian di Palestina tidak dapat dicapai tanpa penghentian penjajahan Israel, serta berdirinya Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat, sesuai solusi dua negara berdasarkan parameter internasional yang telah disepakati.
Kesepakatan gencatan senjata di Gaza, diumumkan Presiden AS Joe Biden pada Rabu (15/1/2025) waktu setempat di Gedung Putih, Washington DC.
“Ini adalah sore yang sangat baik karena akhirnya, saya dapat mengumumkan gencatan senjata,” kata Biden saat mengumumkan kabar baik ini, seperti dilansir VOA Indonesia.
Baca: Jalan panjang menuju kesepakatan gencatan senjata di Gaza
Ia menambahkan bahwa “kesepakatan soal sandera telah dicapai antara Israel dan Hamas.”
Biden berbicara beberapa saat setelah Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, berbicara di Doha, mengatakan gencatan senjata akan mulai berlaku Minggu (19/1/2025).
Kesepakatan tersebut, yang muncul setelah berminggu-minggu negosiasi yang melelahkan di ibu kota Qatar, menjanjikan pembebasan secara bertahap puluhan sandera yang ditahan Hamas.
Serta pembebasan ratusan tahanan Palestina di Israel dan akan memungkinkan ratusan ribu orang terlantar di Gaza untuk kembali ke puing-puing rumah mereka.
Biden mengatakan sandera Amerika akan menjadi bagian dari pembebasan sandera tersebut pada tahap pertama kesepakatan.
Biden mengatakan kesepakatan gencatan senjata di Gaza ini disusun dalam tiga fase. Fase pertama akan berlangsung selama enam minggu.
Baca: Serangan Israel lumpuhkan rumah sakit terakhir di Gaza
Ini mencakup gencatan senjata penuh dan menyeluruh pasukan Israel dari seluruh wilayah berpenduduk di Gaza, serta pembebasan sebagian sandera yang ditahan oleh Hamas, termasuk perempuan, orang tua, dan mereka yang luka-luka.
”Saya dengan bangga mengatakan Amerika akan menjadi bagian dari pembebasan sandera ini dan tahap pertama juga. Saya dan Wakil Presiden Kamala Harris tidak sabar untuk menyambut mereka,” kata Biden.
Kesepakatan yang dicapai setelah perundingan yang melelahkan selama berminggu-minggu di ibu kota Qatar ini menjanjikan pembebasan puluhan sandera yang ditahan oleh Hamas secara bertahap.
Juga pembebasan ratusan tahanan Palestina di Israel, serta memungkinkan ratusan ribu orang yang mengungsi di Gaza untuk kembali ke tempat tinggal mereka yang tersisa.
Kesepakatan ini juga akan mengizinkan masuknya bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh warga Gaza.

Leave a Reply