7cloud.asia – Pada 7 dan 8 Maret 2024 lalu, untuk pertama kalinya digelar Forum Global Bangunan dan Iklim (Buildings and Climate Global Forum) di Chaillot, Paris, Prancis.
Forum yang mempertemukan ribuan peserta dari 70 negara ini berlangsung di ibu kota Prancis dan didedikasikan untuk dekarbonisasi dan ketahanan iklim sektor konstruksi bangunan.
Partisipasi lebih dari 1.800 pemangku kepentingan dari sektor konstruksi pada Forum Global Bangunan dan Iklim pertama di Paris merupakan terjemahan nyata pertama dari mobilisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini.
Forum Konstruksi dan Bangunan Global yang diselenggarakan oleh Pemerintah Prancis dan Program Lingkungan PBB (UNEP) ini melahirkan Deklarasi de Chaillot.
Dalam pernyataan yang dirilis di laman resmi UNEP, unep.org disebutkan bahwa dalam menghadapi krisis iklim, transisi cepat sektor bangunan menjadi langkah mendesak untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh Perjanjian Paris.
Delegasi yang hadir menekankan penting untuk membangun transisi ini dengan semua pemangku kepentingan, dengan visi kerja sama dan koordinasi bersama, dengan mempertimbangkan kekhususan setiap negara.
Baca: Sektor konstruksi bisa jadi sumber sekaligus solusi krisis iklim
Deklarasi Chaillot merupakan langkah yang menentukan dalam implementasi operasional Perjanjian Paris yang berisi kesepakatan negara-negara duni untuk menahan pemanasan global tetap di bawah 1,5°C pada tahun 2100.
“Deklarasi Chaillot akan mendorong kerja sama dan memperkuat implementasi aksi iklim lokal, nasional, dan internasional di sektor bangunan dan konstruksi untuk mendukung tujuan Perjanjian Paris,” kata Ligia Noronha, Asisten Sekretaris Jenderal PBB di bidang lingkungan.
Dia menambahkan, putaran berikutnya dari Kontribusi Nasional yang Ditetapkan (NDC), yang akan diserahkan pada awal tahun 2025, akan memberikan kesempatan besar untuk beralih dari ambisi ke tindakan dan mempercepat transformasi yang dibutuhkan untuk menghadang laju krisis iklim.
Untuk pertama kalinya, perwakilan pemerintah menyepakati deklarasi bersama untuk melibatkan seluruh rantai di sektor konstruksi dalam transisi menuju rendah emisi.
Berikut poin-poin Deklarasi Chaillot:
1.Menerapkan peta jalan, kerangka regulasi, dan kode bangunan dan energi wajib untuk bergerak menuju bangunan netral karbon;
2. Menerapkan kerangka keuangan yang tepat dengan insentif keuangan dan fiskal, serta perangkat regulasi untuk meningkatkan porsi bangunan yang tangguh, dengan emisi mendekati nol, dan terjangkau;
Baca: Tantangan menerapkan infrastruktur ramah lingkungan dalam perencanaan kota
3. Mempromosikan penerapan label, standar, dan sertifikasi;
4. Memimpin dengan memberi contoh melalui penerapan kebijakan ambisius mengenai pengadaan umum;
5. Mempromosikan produksi, pengembangan, dan penggunaan bahan konstruksi rendah karbon, tahan lama, dan hemat biaya;
6. Mempromosikan rantai nilai kolaboratif, serta penelitian dan pengembangan solusi inovatif;
7. Meningkatkan keterampilan dengan memperkuat pengetahuan lokal, dengan mempertimbangkan strategi mitigasi dan adaptasi;
8. Mengembangkan tata kelola multi-level, koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan, dan pendekatan yang lebih partisipatif untuk memastikan koordinasi implementasi;
9. Mengembangkan alat dan kerangka peraturan untuk mengumpulkan dan berbagi data dan praktik terbaik.
Untuk memastikan pelaksanaan komitmen ini, para menteri berjanji untuk memanfaatkan semua forum internasional seperti G7, G20, G77, dan COP iklim untuk lebih memasukkan isu-isu spesifik konstruksi dan bangunan.
Mereka mengumumkan pembentukan “Dewan Antarpemerintah untuk Bangunan dan Iklim” yang dikoordinasikan oleh GlobalABC untuk memfasilitasi dan memantau pelaksanaan tujuan dan sarana Deklarasi de Challiot.

Leave a Reply