BNPB: Sebanyak 489 Orang Meninggal Akibat Bencana Alam Sepanjang 2024

Written by

in

7cloud.asia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bampak bencana alam di seluruh Indonesia sepanjang 2024 menyebabkan 489 orang meninggal dunia.

Selain itu 58 orang dilaporkan hilang, 11.538 orang luka atau sakit, dan lebih dari 6 juta orang menderita dan mengungsi akibat bencana alamvyang terjadi sepanjang 2024.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, bencana alam juga menyebabkan 60 ribu rumah rusak, 954 fasilitas umum rusak seperti satuan pendidikan, rumah ibadat dan fasilitas pelayan kesehatan.

“Biasanya untuk korban jiwa itu biasa disebabkan oleh bencana-bencana non-hidrometeorologi seperti gempa, seperti bencana-bencana geologi lainnya, tetapi untuk 2024 itu yang paling signifikan adalah banjir dan tanah longsor,” ujar Muhari dalam Konferensi Pers Kaleidoskop Bencana 2024 dan Outlook Potensi Bencana 2024, Selasa (7/1/2025).

Sepanjang 2024 terdapat 1.088 bencana banjir dan 135 bencana tanah longsor yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Korban meninggal dan hilang dalam bencana banjir bandang sebanyak 248 orang sedangkan bencana tanah longsor berjumlah 233 orang.

Secara keseluruhan terjadi 2.107 bencana di Indonesia, menurun dibandingkan 2023. Bencana banjir bandang dan tanah longsor menjadi penyebab kematian terbanyak.

Kejadian bencana alam mendominasi bencana di Indonesia sepanjang 2024 berupa bencana hidrometeorologi, yaitu sebesar 98,86 persen. Sedangkan bencana geologi sebanyak 1,14 persen.

Muhari mengatakan, perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem turut berpengaruh pada kejadian bencana hidrometeorologi.

“Beberapa tahun belakangan bencana hidrometeorologi baik kering maupun basah semakin sering terjadi,“ ujarnya.

Dibandingkan 2023 yang mencatat sedikitnya 5.400 bencana, bencana alam yang terjadi pada 2024 lalu terjadi penurunan, yaitu menjadi 2.107 bencana.

Namun, Muhari menegaskan, hal ini lebih dikarenakan mekanisme baru yang digunakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat mencatat kejadian bencana

Dalam setahun terakhir, BNPB menggunakan Petunjuk Pelaksanaan Standar Data Kejadian dan Dampak Bencana Tahun 2023.

Aturan tersebut, ujar Muhari, menetapkan standarisasi data kejadian dan dampak bencana yang minimal harus memenuhi salah satu dari enam kriteria.

Kriteria itu adalah ada korban jiwa meninggal, ada korban terdampak, ada kerusakan bangunan dan seterusnya,

”Sehingga kita dapatkan di 2024 ini berdasarkan aturan dan regulasi yang baru itu pencatatan bencana secara keseluruhan itu 2.107 kali bencana di Indonesia,” papar Abdul Muhari.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *