7cloud.asia – Masuknya mantan presiden Jokowi dalam daftar pemimpin terkorup dunia 2024 versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP) memicu pro kontra di Tanah Air.
Pendukung Jokowi menilai ada agenda tertentu di balik pengumuman OCCRP terkait pemimpin terkorup dunia 2024 ini. Mereka menyebut, ini merupakan aksi yang didalangi kelompok yang kalah di Pilpres 2024.
Di sisi lain, tidak sedikit masyarakat dan kelompok sipil yang berkeyakinan Jokowi sangat layak masuk dalam daftar pemimpin terkorup dunia. Pendapat ini didasarkan pada sepak terjang Jokowi selama memimpin.
OCCRP sendiri sudah menjelaskan bagaimana proses penetapaan pemimpin terkorup dunia ini dilakukan. Menjawab pendukung Jokowi yang mempertanyakan masuknya Jokowi, juga sudah dijelaskan secara khusus.
Sejak 2012, OCCRP memberikan “penghargaan” kepada orang yang dianggap menonjol dalam hal kejahatan dan korupsi di wilayah peliputan mereka yakni kejahatan terorganisasi dan korupsi.
Berikut tokoh-tokoh yang pernah masuk dalam daftar pemimpin terkorup dunia versi OCCRP sebagaimana dikutip dari BBC Indonesia.
Di tahun itu, Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, terpilih memenangkan penghargaan sebagai Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korup Tahun Ini pertama yang diberikan oleh OCCRP.
Alijey dipilih karena terungkapnya laporan tentang bagaimana keluarga ini “mengambil saham” di industri-industri yang dianggap menguntungkan, termasuk sektor telekomunikasi, mineral, dan konstruksi yang kerap menjalin kesepakatan dengan pemerintah.
Baca: Profil OCCRP dan bagaimana lembaga ini bekerja
Nama Alijey dipilih oleh 60 jurnalis dan 15 organisasi berita yang membentuk konsorsium OCCRP.
Adapun posisi kedua gembong narkoba Albania Naser Kelmendi, disusul Presiden Uzbekistan Islam Karimov, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pada 2014, Presiden Rusia Vladimir Putin dinobatkan sebagai Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korup Tahun Ini.
Putin dianggap berperan besar mengubah Rusia menjadi pusat pencucian uang, mendukung kejahatan terorganisir di Krimea dan di wilayah Donbass, Ukraina timur, serta mendorong kebijakan pemerintah untuk bekerja sama dan menggunakan kelompok kejahatan sebagai komponen kebijakan negara.
“Putin telah menjadi finalis setiap tahun sehingga Anda bisa menganggap ini sebagai penghargaan pencapaian seumur hidup,” ujar Drew Sullivan, editor OCCRP.
“Dia benar-benar inovator dalam menangani kejahatan terorganisir.”
Kemudian pada 2017, OCCRP juga memberikan penghargaan serupa kepada Presiden Filipina, Rodrigo Duterte.
Panel global yang terdiri dari sembilan jurnalis, akademisi, dan aktivis yang memerangi korupsi memilih Duterte berdasarkan kebijakan brutalnya memerangi narkoba.
Pasalnya Duterte disebut telah membunuh lebih dari 7.000 hingga 12.000 orang yang terkait dengan narkotika.
Baca: Penjelasan OCCRP mengapa Jokowi masuk daftar pemimpin terkorup dunia
Angka pastinya, kata OCCRP, sulit dipastikan lantaran kepolisian setempat menyembunyikan semua laporan pentingnya dan polisi terhindar dari pertanggung jawaban hukum atas jatuhnya korban.
“Duterte telah mengolok-olok supremasi hukum di negaranya,” ujar Drew Sullivan, editor OCCRP yang juga salah satu dari sembilan juri.
Terbaru pada 2024, organisasi tersebut menobatkan Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korup Tahun Ini kepada mantan Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
Bashar disebut memimpin secara represif dan otoriter. Hal itu nampak ketika dia menindas perbedaan pendapat dan membunuh rakyatnya sendiri di dalam penjara.
Tapi selain Bashar, ada lima finalis yang masuk dalam nominasi.
Para finalis yang memperoleh suara terbanyak di antaranya: Presiden Kenya, William Ruto; mantan Presiden Indonesia Joko Widodo; Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu; mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina; dan pengusaha India Gautam Adani.
OCCRP menyebut nama-nama yang masuk itu berasal dari pembaca, jurnalis, juri, dan pihak lain dalam jaringan global organisasinya.
Organisasi ini juga memberikan “Penghargaan Nihil Prestasi Seumur Hidup” kepada Presiden Guinea Ekuatorial, Teodoro Obiang Nguema Mbasogo.
Baca: 10 Alasan mengapa Jokowi layak masuk daftar pemimpin terkorup dunia
Penghargaan tersebut diberikan untuk pertama kalinya sejak 13 tahun kontes tahunan ini berlangsung.
Teodoro dianggap salah satu diktator paling lama menjabat di dunia. Ia dengan kejam menekan setiap perbedaan pendapat dan menangkap paksa mereka, serta menyiksa.
Jurnalis investigasi dari Ghana, Anas Aremeyaw Anas, yang menjadi juri dalam kontes tahun ini berkata, “melalui rasa takut, penindasan, dan korupsi, Teodoro telah menciptakan dinasti yang memperkayanya dan impunitas.”
Daftar para pemenang untuk penghargaan Tokoh Kejahatan Terorganisir dan Korup versi OCCRP:
Tahun 2024 Presiden Suriah, Bashar al-Assad
Tahun 2023 Jaksa Agung Guatemala, María Consuelo Porras
Tahun 2022 Pemimpin kelompok tentara bayaran Wagner, Yevgeny Prigozhin
Tahun 2021 Presiden Belarusia, Aleksandr Lukashenko
Tahun 2020 Presiden Brasil, Jair Bolsonaro
Tahun 2019 Perdana Menteri Malta, Joseph Muscat
Tahun 2018 Bank terbesar di Denmark, Danske Bank
Tahun 2017 Presiden Filipina, Rodrigo Duterte
Tahun 2016 Presiden Venezuela, Nicolás Maduro
Tahun 2015 Presiden Montenegro, Milo Djukanovic
Tahun 2014 Presiden Rusia, Vladimir Putin
Tahun 2013 Romanian Parliament
Tahun 2012 Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev

Leave a Reply