7cloud.asia – Pertumbuhan populasi dan urbanisasi meningkatkan tindakan segera untuk mengatasi polusi udara di kota-kota besar di seluruh dunia.
Populasi global diproyeksikan akan mencapai 9,7 miliar pada tahun 2050, dengan 68 persen penduduknya tinggal di perkotaan.
Dikombinasikan dengan urbanisasi, diperkirakan akan menambah 2,5 miliar penduduk perkotaan dan lebih dari 40 “kota super” dengan lebih dari 10 juta penduduk di seluruh dunia.
Ibukota India, New Delhi ditetapkan menjadi kota terpadat di dunia dengan sekitar 43 juta penduduk pada tahun 2030.
Tanpa tindakan global yang agresif untuk mengatasi perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara, kesehatan ratusan juta manusia akan dipertaruhkan.
Kabar baiknya, di tengah meningkatnya emisi global dan melonjaknya permintaan energi, kota-kota di seluruh dunia mengambil tindakan untuk mengurangi polusi udara perkotaan dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Dalam tulisannya di Earth.org, Colin Rhodes penulis yang mendedikasikan diri untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim memaparkan upaya pemerintah Kota Bogota (Kolombia) dan Warsawa (Polandia) dalam menekan polusi udara
Baca: Peran alat pemantau udara untuk tangani polusi udara
Dekarbonisasi transportasi di Bogotá, Kolombia
Pada tahun 2021, Bogotá, ibu kota Kolombia, meluncurkan “Pakta Bersatu untuk Udara Baru” dengan tujuan mengurangi konsentrasi materi partikulat 2,5 atau PM 2,5 sebesar 16 persen pada akhir dekade 2020an ini.
Inisiatif ini mencakup beberapa strategi dekarbonisasi yang berfokus pada sektor transportasi, yang menyumbang 70 persen polusi udara di kota.
Penataan kota dengan konsep Transit Oriented Development (TOD) pun dikembangkan, dan secara bertahap mampu mengubah kebiasaan warga sekaligus meningkatkan kualitas udara ibukota tersebut.
Bogotá telah berkomitmen untuk mengembangkan sistem kereta api listrik sepenuhnya, beralih ke bus tanpa emisi dan rendah emisi, mendorong kerja jarak jauh (WFH) jika memungkinkan.
Pemerintah kota Bogota juga memperluas jaringan jalur sepeda yang ada, dan membatasi emisi dari truk dan penghasil emisi berat lainnya.
Baca: Sukses terapkan konsep TOD, manfaat besar dirasakan kota Bogota
Monitoring kualitas udara di Warsawa.
Sebelum diambil tindakan, ibu kota Polandia, Warsawa merupakan salah satu kota dengan polusi udara terburuk di daratan Eropa
Polusi udara di kota Warsawa rata-rata tiga kali lipat dari batas yang direkomendasikan WHO.
Polandia sendiri menghasilkan lebih dari 70 persen listrik dari batu bara (dibandingkan dengan 16 persen di seluruh Uni Eropa), tercatat sebagai negara dengan polusi udara terburuk di Eropa.
Dari 47.000 kematian terkait polusi udara di Uni Eropa pada tahun 2021, 3.000 di antaranya terjadi di Warsawa.
Mengatasi kondisi ini, pemerintah kota Warsawa meluncurkan inisiatif Breathe Warsaw pada 2022.
Inisiatif ini antara lain mendukung pengembangan jaringan 165 sensor kualitas udara. Jumlah ini merupakan yang terbesar di Eropa.
Stasiun-stasiun ini akan menyediakan data untuk database kualitas udara yang komprehensif guna memberikan masukan bagi perencanaan kualitas udara pemerintah.
Adapun langkah-langkah untuk menindaklanjuti data polusi udara ini antara lain dengan merancang zona rendah emisi yang ambisius di ibu kota pada tahun 2024.
Otoritas kota Warsawa juga secara bertahap meningkatkan sistem pemanas yang lebih bersih dan mendukung penghapusan pemanasan batubara.
Langkah lain yang diambil adalah menghubungkan para pemimpin dan organisasi lokal untuk berbagi praktik terbaik di seluruh wilayah serta memobilisasi mitra lokal dalam kampanye udara bersih.

Leave a Reply