7cloud.asia – Terus menyempitnya luas lahan dan perubahan iklim membuat pertanian vertikal semakin dilirik. Tujuan utama dari teknik bertani ini adalah untuk meningkatkan hasil panen di lahan yang kecil atau sempit.
Pertanian vertikal adalah pertanian modern yang menggunakan teknologi pertanian yang ramah lingkungan yang memanfaatkan dalam ruangan secara maksimal.
Metode pertanian vertikal memerlukan pengendalian suhu, pencahayaan, dan kadar gas secara artifisial, yang semuanya dapat dilakukan di dalam ruangan. Itu sebabnya banyak petani membandingkan pertanian vertikal dengan pertanian rumah kaca.
Untuk memahami cara kerja pertanian vertikal, ada empat aspek penting yang perlu dipertimbangkan: penataan fisik, pencahayaan, media pertumbuhan, dan kualitas keberlanjutan.
Tujuan utama pertanian vertikal adalah untuk meningkatkan jumlah pangan yang diproduksi per meter persegi. Untuk mencapai hal ini, tanaman ditanam dalam struktur hidup seperti menara.
Kedua, untuk menjaga tingkat cahaya ideal pada ruang, digunakan kombinasi cahaya alami dan buatan. Efisiensi pencahayaan ditingkatkan dengan menggunakan strategi seperti tempat tidur berputar.
Baca: Pertanian regeneratif ubah daerah gersang di Portugal
Ketiga, alih-alih menggunakan tanah, pertanian vertikal menggunakan bahan tanam aeroponik, hidroponik, atau hidroponik – yang paling sering digunakan adalah lumut sphagnum, tempurung kelapa, dan media non-tanah lainnya.
Terakhir, untuk mengimbangi pengeluaran energi dalam pertanian, teknologi pertanian vertikal menggabungkan beberapa aspek keberlanjutan seperti hidroponik (menanam tanaman tanpa tanah), aeroponik (menanam tanaman tanpa tanah dan sedikit air) dan aquaponik (menanam ikan dan tanaman bersama-sama di satu tempat).
Berbagai teknik ini terbukti mampu menekan konsumsi air pada pertanian vertikal mengalami hingga 95 persen
Pertanian vertikal tak hanya menawarkan hasil yang lebih banyak dari lahan yang lebih sempit, tapi juga menawarkan sederet manfaat untuk lingkungan.
Berikut beberapa manfaat pertanian vertikal yang paling signifikan bagi lingkungan sebagaimana dilansir earth.org:
Menghemat ruang
Menumpuk lapisan tanaman akan menghemat ruang dan menghasilkan lebih banyak hasil panen.
Tidak semua orang memiliki keistimewaan dan akses terhadap ruang di halaman belakang, pertanian vertikal dapat memungkinkan siapa saja untuk menanam produk mereka sendiri, baik mereka memiliki taman di halaman belakang atau tidak.
Baca: Industri pertanian turut pengaruhi kesehatan tanah global
Kurangi konsumsi air
Sistem irigasi pertanian mengonsumsi banyak air karena suhu panas dan metode pengairan yang tidak efisien. Suhu yang terkendali dan sistem cerdas akan membantu mengurangi kehilangan dan konsumsi air.
Diversifikasi tanaman
Pertanian vertikal memungkinkan Anda menanam banyak tanaman sekaligus, dan meningkatkan produksi pangan Anda. Anda tidak lagi dipaksa untuk memilih tanaman yang sesuai dengan ruang berkebun Anda yang terbatas.
Dan dengan teknik pemberian makan dan penyiraman yang efektif, Anda akan mendapatkan hasil panen yang lebih banyak.
Lingkungan terkendali
Berbeda dengan taman luar ruangan, yang dipengaruhi oleh perubahan suhu, sinar matahari, dan embun beku, berkebun vertikal memungkinkan Anda memiliki kendali lebih besar terhadap lingkungan pertumbuhan tanaman Anda.
Hal ini meningkatkan peluang keberhasilan panen dan mengurangi kerugian panen yang disebabkan oleh penyakit, cuaca ekstrem, dan hama.

Leave a Reply