7cloud.asia – Lebih dari 170 kelompok lingkungan terkemuka telah menandatangani petisi yang mendesak Badan Perlindungan Lingkungan AS untuk mulai memantau mikroplastik dalam air minum.
Petisi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran akan keberadaan mikroplastik di lingkungan dan meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi risikonya terhadap kesehatan manusia.
Petisi tersebut, yang diajukan bulan lalu oleh Food & Water Watch, meminta EPA untuk mulai memantau mikroplastik sebagai polutan yang muncul berdasarkan Undang-Undang Air Minum yang Aman mulai tahun 2026.
Langkah ini untuk melindungi kesehatan masyarakat. Petisi ini ditandatangani bersama oleh 175 kelompok termasuk Beyond Plastics, Pusat Keanekaragaman Hayati, Pusat Hukum Lingkungan Internasional, Friends of the Earth dan Greenpeace.
Baca: Ancaman sampah plastik kian nyata
Mikroplastik, partikel plastik kecil yang dihasilkan dari degradasi plastik yang lebih besar, ditemukan hampir di mana-mana – di dalam makhluk laut dan kotoran mamalia, dalam makanan dan air kemasan, dan bahkan dalam darah manusia.
Karena ini masih merupakan bidang penelitian yang relatif baru, para ilmuwan belum dapat sepenuhnya memperkirakan dampak jangka panjang partikel-partikel ini terhadap hewan dan manusia.
“Ilmu pengetahuan sudah jelas dan mengkhawatirkan: Mikroplastik ada di mana-mana di dunia kita dan di seluruh tubuh kita, sehingga menimbulkan ancaman yang sangat serius terhadap kesehatan manusia,” kata Wenonah Hauter, direktur eksekutif Food & Water Watch.
“Kita tidak bisa menunggu lima tahun atau lebih lagi hingga EPA serius menyelidiki bagaimana mikroplastik beracun mencemari air dan menyerang tubuh kita.”
Baca: Cara mudah hilangkan mikroplastik dalam air minum
Sebuah penelitian yang diterbitkan awal tahun ini menemukan bahwa terdapat sekitar seperempat juta partikel plastik dalam rata-rata satu liter botol air, 100 kali lebih banyak dari perkiraan sebelumnya.
Sebelumnya, para ilmuwan mengamati lima botol air berbeda dari tiga merek populer dan menemukan rata-rata 240.000 partikel dari tujuh jenis plastik berbeda, sebagian besar dalam bentuk nanoplastik.
Menurut PBB, lebih dari 51 triliun partikel mikroplastik telah mengotori lautan di seluruh dunia.
Dan diperkirakan, sekitar 99 persen spesies laut akan mengonsumsi mikroplastik pada tahun 2050 jika tidak ada tindakan yang dilakukan untuk memperlambat polusi plastik.
Fakta inilah yang mendasari sikap sejumlah negara untuk mengurangi produksi global. Sikap menunda-nunda hanya akan melahirkan bencana yang lebih besar pada lingkungan.

Leave a Reply