Banjir dan Tanah Longsor di Sukabumi Terparah dalam 10 Tahun Terakhir

Written by

in

7cloud.asia – Data BPBD Sukabumi menunjukkan, setidaknya 38 kecamatan di Sukabumi terdampak bencana tanah bergerak ini.

“Jumlah desa yang terdampak juga meningkat menjadi 101, dengan rincian 100 desa dan 1 kelurahan,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman,

Ade merinci, tanah longsor terjadi di 90 titik, banjir di 52 titik, angin kencang melanda 18 lokasi, dan pergerakan tanah tercatat di 35 titik. Data ini diperkirakan terus bertambah karena hujan masih mengguyur deras.

Beberapa laporan terbaru dari Kecamatan Palabuhanratu dan Warungkiara menyebutkan pergerakan tanah yang belum masuk ke dalam data resmi.

“Kabandungan yang sebelumnya tidak terdampak kini mulai dilaporkan,” tambahnya.

Sementara itu, korban terdampak bencana mencapai 744 KK atau 1.749 jiwa, dengan 99 KK atau 258 jiwa mengungsi. Sebanyak 182 KK atau 365 jiwa berada dalam kondisi terancam.

 

Baca: Cuaca Ekstrem picu banjir dan tanah longsor di Sukabumi dan Cianjur

Data korban meninggal dunia bertambah menjadi empat, sedangkan enam orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Ade menegaskan bahwa bencana ini merupakan salah satu yang terparah dalam satu dekade terakhir.

“Kita menghadapi tantangan berat, terutama dalam distribusi logistik dan bahan bakar. Jalur menuju beberapa wilayah seperti Sagaranten masih terputus,” ungkapnya.

“Kalau lihat gambaran tadi yang Pak Deputi sampaikan memang 10 tahun terakhir ini kita yang paling parah Kabupaten Sukabumi. Awalnya tidak separah ini,” sambungnya.

Saat ini para korban membutuhkan kebutuhan mendesak meliputi selimut, bahan makanan, pakaian layak, dan tenda. Namun, penggunaan tenda dinilai kurang optimal di tengah curah hujan tinggi.

Baca: BMKG ingatkan potensi cuaca ekstrem beberapa pekan ke depan

“Kami menyarankan pengungsian di masjid atau sekolah, tetapi saat ini sekolah masih digunakan untuk ujian,” ujar Ade.

Untuk masyarakat yang ingin memberikan bantuan, posko utama telah disiapkan. Posko lapangan juga tersedia di tingkat kecamatan untuk memudahkan penyaluran bantuan langsung.

Pascakejadian bencana tanah bergerak di sejumlah wilayah di Sukabumi, Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal menyerukan penataan geospasial untuk meminimalkan risiko bencana serupa di masa depan.

“Pemda Sukabumi harus segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk menata ulang kawasan ini. Relokasi (warga) juga menjadi opsi, tentunya disesuaikan dengan anggaran pemerintah daerah dan dukungan pusat,” kata Cucun saat mengunjungi lokasi pengungsian bencana tanah bergerak di Desa Mekarsari, Sukabumi, Jumat (06/12/2024).

Bencana yang terjadi memaksa 260 jiwa dari 72 KK mengungsi. Menurut Cucun, warga masih diliputi trauma, namun bantuan darurat dari BNPB, Kemensos, TNI, dan Polri sudah berjalan.

“Trauma healing akan dilakukan, terutama untuk anak-anak. Saat ini kebutuhan utama adalah makanan, pakaian, tenda, dan selimut,” ujar Politisi PKB ini.

Ia juga menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah untuk memberikan dukungan moral kepada warga terdampak.

“Kami ingin memastikan pengawasan terhadap penanganan bencana berjalan optimal dan sesuai dengan tugas masing-masing,” pungkasnya.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *