COP 29: Kehadiran Pelobi Industri Dikhawatirkan Akan Halangi Lahirnya Solusi Iklim yang Adil

Written by

in

7cloud.asia – Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 atau COP 29 yang sedang berlangsung di Baku, Azerbaijan tak hanya dihadiri delegasi atau perwakilan negara-negara peserta.

COP 29 yang akan berakhir pada Kamis (22/11/2024) juga dihadiri para pelobi dari sektor industri yang berkepentingan dengan keputusan yang akan diambil.

Pelobi bahan bakar fosil tercatat menempatkan wakil terbanyak di COP 29 ini. Dalam laporan yang dirilis pekan lalu, Kick Big Polluters Out mengungkapkan ada 1.773 pelobi bahan bakar fosil yang diberi akses ke berbagai pembicaraan di KTT Iklim COP 29.

Jumlah tersebut melampaui delegasi dari beberapa negara yang paling rentan terdampak perubahan iklim.

Center for International Environmental Law juga menemukan, setidaknya ada 480 pelobi yang bekerja pada teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon yang diberi akses ke COP 29.

Sementara analisis dari media investigasi DeSmog dan media asal Inggris The Guardian mengungkap, industri pertanian mengirim ratusan pelobi ke COP 29 kali ini.

Baca: Protes terhadap bahan bakar fosil dan perang Gaza warnai COP 29

DeSmog dan The Guardian melaporkan, ada sekitar 204 orang pelobi dari industri pertanian yang diberi akses untuk berbagai pembicaraan dalam COP29.

Para pelobi tersebut berasal dari berbagai elemen, seperti raksasa makanan PepsiCo, perusahaan farmasi hewan Elanco, dan perusahaan daging terbesar di dunia JBS.

Perusahaan makanan terbesar di dunia Nestle dan perusahaan pestisida terbesar kedua di dunia Bayer juga mengirimkan delegasi ke perundingan tersebut.

Banyak dari yang lain juga terkait dengan kelompok dagang yang kuat yang mewakili sektor pangan, sebagaimana dilansir Euronews.

Analisis DeSmog dan The Guardian memaparkan, kebanyakan dari delegasi pertanian ini juga akan berpidato di berbagai panel dan mengadakan sejumlah acara.

Baca: Kontroversi penggunaan bahan bakar fosil di penyelenggaraan COP 29

DeSmog dan The Guardian menyebutkan, dalam berbagai agenda di COP29, mereka akan mempromosikan solusi teknis yang kontroversial untuk menurunkan emisi sektor pertanian.

Desmog dan The Guardian menemukan, hampir 40 persen pelobi yang terkait dengan sektor pangan datang dengan badge negara. Hal ini memberi mereka akses istimewa ke negosiasi diplomatik.

Brasil membawa jumlah pelobi pertanian tertinggi dengan total 25 orang. Rusia menjadi negara yang membawa pelobi sektor pertanian terbanyak nomor dua, dengan 13 delegasi berasal dari industri pupuk.

Australia berada di urutan ketiga dengan lima perwakilan dari Federasi Petani Nasional.

Dilansir Kompas.com, laporan itu menyebut hampir sepertiga dari emisi gas rumah kaca (GRK) global diperkirakan berasal dari industri pertanian.

Baca: Ketua Eksekutif COP 29 diduga fasilitasi kesepakatan bahan bakar fosil

Menurut badan lingkungan PBB (United Nation Environment Programme/UNEP), Sektor peternakan saja berkontribusi sekitar sepertiga dari total emisi metana yang dihasilkan dari aktivitas manusia

Meningkatnya kekhawatiran atas pengaruh pelobi perusahaan telah menyebabkan seruan untuk reformasi proses COP.

Pada Jumat (15/11/2024), sebuah surat terbuka dari sekelompok pemimpin iklim menyoroti tingginya jumlah pelobi bahan bakar fosil.

Para pemimpin iklim ini antara lain termasuk mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, mantan Presiden Irlandia Mary Robinson, dan mantan kepala iklim PBB Christiana Figueres

“Kita tidak dapat berharap untuk mencapai transisi yang adil tanpa reformasi signifikan terhadap proses COP yang memastikan representasi yang adil dari mereka yang paling terdampak,” kata Figueres.

Baca: COP 28 tanpa mandat tegas akhiri bahan bakar fosil

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *