Brasil Desak Negara-negara G20 Ambil Tindakan untuk Tekan Pemanasan Global

Written by

in

7cloud.asia – Presiden Brasil membuka hari kedua pertemuan 20 negara ekonomi terbesar dunia atau G20 pada Selasa (19/11/2024), dengan mendesakkan tindakan lebih nyata untuk memperlambat pemanasan global.

Brasil menjadi tuan rumah pertemuan G20 tahun ini, yang puncaknya diselenggarakan pada 19-20 November.

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan bahwa negara-negara maju yang tergabung dalam G20 harus mempercepat inisiatif mereka untuk mengurangi emisi yang memicu pemanasan global.

Seruan itu disampaikan sehari setelah perwakilan dari negara-negara G20 mengeluarkan pernyataan bersama yang mendesakkan sebuah pakta untuk memberantas kelaparan,

Negara-negara G20 juga menyerukan lebih banyak bantuan ke Gaza, dan mengakhiri perang di Ukraina serta sejumlah tujuan lain.

Baca: Pertemuan G20 2023 tak hasilkan kesepakatan soal bahan bakar fosil

Pernyataan bersama G20 ini dibuat di tengah ketidakpastian global yang membayangi berkuasanya kembali presiden terpilih AS, Donald Trump.

Presiden Brasil, yang menjadi tuan rumah pertemuan dua hari itu, membuka sesi pada Selasa dengan fokus pada tantangan-tantangan lingkungan.

Dia mengatakan bahwa negara-negara maju harus mempertimbangkan memajukan target emisi mereka, yang sebelumnya akan dicapai pada 2050 menjadi 2040 atau 2045.

“Negara-negara G20 bertanggung jawab atas 80 persen dampak emisi gas rumah kaca. Meskipun kita tidak melangkah dalam kecepatan yang sama, kita semua bisa mengambil satu langkah ke depan bersama,” kata Lula.

Baca: Gelombang panas makin ganas, dipicu perubahan iklim?

Sebagai tambahan dari sumbangan sebesar 325 juta dolar untuk dana teknologi bersih Bank Dunia, Presiden AS Joe Biden telah mengumumkan serangkaian inisiatif yang berkaitan dengan iklim dan pembangunan.

Namun banyak dari inisiatif itu yang membutuhkan dukungan dari Trump, yang menentang proyek-proyek semacam itu dan menyebut krisis iklim sebagai sebuah “berita bohong”.

Biden juga mendesak masing-masing negara anggota G20 berkomitmen sebesar 2 miliar dolar untuk membiayai Dana Pandemi yang didirikan pada 2022.

Biden telah berjanji bahwa AS akan menyediakan dana hingga 667 juta dolar hingga 2026, tetapi itu akan membutuhkan persetujuan Kongres.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *