7cloud.asia – Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-29 atau COP 29 dimulai pada 11 November di Baku, Azerbaijan, dengan dihadiri sekitar 53.000 orang.
Berdasarkan negosiasi-negosiasi sebelumnya, COP 29 ini diharapkan dapat memastikan upaya menuju keadilan iklim, dengan fokus utama pada pendanaan iklim global yang memadai.
Pendanaan iklim ini terutama ditujukan kepada negara-negara rentan untuk beradaptasi dan pulih dari dampak perubahan iklim.
Memanfaatkan konferensi COP 29 ini, sejumlah negara termasuk Indonesia, melaporkan komitmen mereka dalam menurunkan emisi global lewat skema Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (Nationally Determined Contribution/NDC)
Berikut rekap NDC dari sejumlah negara sebagaimana terungkap di pekan pertama penyelenggaraan COP 29, sebagaimana dikutip dari earth.org:
Baca: COP 29 diharapkan hasilkan sumber pendanaan iklim yang lebih adil
Inggris
Berbicara pada hari kedua COP 29, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan bahwa negaranya akan mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 81 persen pada tahun 2035 dibandingkan dengan tingkat emisi tahun 1990.
Greenpeace mengatakan langkah ini merupakan tanda bahwa Inggris “bersedia menjadi pemimpin global dalam bidang iklim.”
Indonesia
Komitmen Indonesia terkait NDC disampaikan Direktur Lingkungan Hidup Indonesia di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Priyanto Rohmatullah,
Berbicara di sebuah acara di sela-sela COP 29, Priyanto mengatakan bahwa Indonesia berencana untuk mulai mengambil langkah-langkah untuk mengejar target pengurangan emisi gas rumah kaca di tingkat provinsi mulai tahun 2025.
Indonesia menargetkan dapat mencapai net-zero atau emisi nol pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Baca: Delegasi Indonesia dinilai tak bawa pesan kuat di COP 29
Brasil
Brasil mengumumkan komitmen barunya untuk mengurangi emisi sebesar 59 persen hingga 67 persen pada tahun 2035, dibandingkan dengan tahun 2005.
Dibandingkan dengan target yang ditetapkan sebelumnya pada tahun 2030, ambisi pengurangan emisi absolut telah meningkat sebesar 13 persen menjadi 29 persen.
Uni Emirat Arab
Sementara itu, UEA berkomitmen terhadap target pengurangan emisi sebesar 47 persen pada tahun 2035 dibandingkan dengan baseline tahun 2019.
Namun, tidak ada NDC yang sejalan dengan tujuan global yakni membatasi kenaikan suhu di bawah 1,5C.
Kedua negara juga tidak memberikan jalan untuk mengurangi produksi minyak dan gas – hal ini penting karena kedua negara diketahui mempunyai rencana ekspansi.

Leave a Reply