7cloud.asia – Barranquilla, adalah sebuah kota di Kolombia yang terletak di pesisir Laut Karibia, dikelilingi oleh lahan basah dan hutan tropis.
Meskipun lokasinya sangat indah, namun Barranquilla juga berbahaya. Kota berpenduduk 1,3 juta jiwa ini rentan terhadap badai yang sering melanda kawasan Karibia.
Untuk melindungi diri dari ancaman badai tersebut, kota Barranquilla telah meluncurkan upaya ambisius untuk memulihkan rawa, saluran air, dan ruang hijau di sekitar kota.
Para pejabat setempat berharap upaya ini, yang sebagian didukung oleh Program Lingkungan Hidup Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), akan menciptakan perlindungan terhadap angin kencang dan gelombang besar laut.
Barranquilla adalah salah satu dari beberapa kota di Kolombia yang, dalam beberapa tahun terakhir, telah memasukkan kembali alam ke dalam tatanan perkotaannya.
Proses ini, yang dikenal sebagai restorasi ekosistem, dipandang sebagai kunci untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim sekaligus membantu warga kota menghadapi ancaman lingkungan lainnya seiring rusaknya alam.
“Iklim sedang berubah dan kecuali kota-kota beradaptasi, banyak kota yang akan menghadapi masa depan suram yang ditandai dengan kejadian cuaca ekstrem,” kata Mirey Atallah, Kepala Cabang Adaptasi dan Ketahanan UNEP.
“Kabar baiknya adalah kota mempunyai sekutu kuat dalam proses adaptasi: yakni alam.”
Daerah perkotaan adalah rumah bagi lebih dari separuh populasi global. Dan jika tren yang ada saat ini terus berlanjut, pada tahun 2050, dua pertiga populasi dunia akan tinggal di perkotaan.
Namun, wilayah perkotaan semakin menghadapi tekanan akibat perubahan iklim, yang di banyak tempat menyebabkan gelombang panas, banjir, dan bencana lainnya semakin sering terjadi dan semakin parah.
Inilah sebabnya mengapa 124 walikota dan gubernur dari seluruh dunia berangkat ke Cali, Kolombia untuk menghadiri Konferensi Keanekaragaman Hayati PBB (COP16) yang akan datang pada akhir bulan ini.
Para pemimpin ini akan membahas bagaimana restorasi ekosistem perkotaan dapat mengurangi dampak perubahan iklim sekaligus meningkatkan keanekaragaman hayati, yang mengalami penurunan tajam di banyak kota dan sekitarnya.
Penelitian yang dilakukan Badan Lingkungan PBB, UNEP menemukan bahwa ekosistem perkotaan yang berfungsi dengan baik membantu menurunkan suhu dan melindungi penduduk dari bencana
Ekosistem perkotaan yang terjaga dengan baik juga mampu membersihkan air dan menciptakan ruang alami bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang, dan banyak manfaat lainnya.
Kota-kota di Kolombia menunjukkan bagaimana hal ini dapat dilakukan. Dengan dukungan proyek Generasi Restorasi Kota UNEP, Barranquilla memulihkan Sungai Leon yang tercemar, yang mengalir melalui jantung kota.
Para pejabat berharap untuk menghidupkan kembali sungai tersebut, yang telah terbengkalai selama dua dekade, dengan bantuan masyarakat yang tinggal di sepanjang tepi sungai.
Barranquilla juga menghidupkan kembali rawa Mallorquín seluas 600 hektare, yang memisahkan kota dari laut, menciptakan penghalang terhadap gelombang badai dan kenaikan permukaan laut.
Upaya ini mencakup penanaman 250.000 pohon, sebagian besar berupa pohon bakau, dan penciptaan ruang publik seluas lebih dari 200.000 meter persegi.
Selain itu, Barranquilla sedang merestorasi Gran Malecón di sepanjang Sungai Magdalena, sebuah bangunan sepanjang 5 km yang dipenuhi ruang hijau yang dirancang untuk melindungi dari banjir.
“Barranquilla telah mengambil tantangan untuk memulihkan ekosistem perkotaannya guna meningkatkan kualitas hidup masyarakat kami,” kata Wali Kota Barranquilla, Alejandro Char.
Sumber:unep.org

Leave a Reply