7cloud.asia – Limbah tekstil yang menumpuk di perairan menjadi masalah serius bagi lingkungan. Sebagian besar limbah tekstil ini dihasilkan dari fast fashion.
Berdasarkan laporan dari Ellen MacArthur Foundation pada 2017, terungkap lebih dari 50 persen pakaian fast fashion dibuang menjadi limbah tekstil hanya satu tahun setelah diproduksi.
Karena itu, penting bagi kita untuk mengambil peran dalam mengurangi limbah tekstil ini dengan bijak dalam memilih pakaian.
Menurut Co-Founder EcoTouch, Christina, cara termudah mengurangi limbah tekstil adalah menggunakan pakaian yang kita miliki semaksimal mungkin hingga sudah benar-benar tidak layak pakai.
“Seringkali masyarakat menggunakan pakaian hanya sekali dua kali, lalu dibuang setelah bosan,” ujarnya dalam acara Partnership Launching Ascott Jakarta dan EcoTouch di Serumpun Resto, Jakarta Pusat, pada Rabu (9/10/2024) dikutip dari Kompas.com.
Baca: Limbah tekstil dari fast fashion picu masalah serius pada lingkungan
Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam membeli pakaian. Pilihlah baju yang bisa dipadupadankan dengan item lainnya, agar tidak mudah bosan.
Dengan melakukan itu, kita akan lebih memaksimalkan penggunaan pakaian dan mengurangi produksi limbah tekstil.
Christina menambahkan, pakaian yang sudah tidak dipakai lagi, sebaiknya tidak serta merta dijadikan kain lap.
Pasalnya, jika dipakai untuk membersihkan minyak atau kotoran lainnya, kain sudah tidak bisa didaur ulang, karena minyak akan menghancurkan serat-serat kain.
Christina merekomendasikan pakaian bekas di-upcycle menjadi barang yang bisa digunakan sehari-hari, seperti tas belanja dan selimut.
Baca: Dampak buruk fast fashion pada lingkungan
Bila kamu tidak memiliki keahlian mendaur ulang barang bekas, kamu bisa mendonasikan pakaian tak layak pakai ke organisasi yang bisa mendaur-ulang kain.
Jika kamu masih bingung bagaimana mencegah produk fesyen menjadi limbah tekstil, berikut beberapa kiatnya sebagaimana dikutip dari Kompas.com:
1. Membeli produk fesyen yang timeless
Membeli produk fesyen yang timeless adalah salah satu cara yang bisa diterapkan untuk mencegah limbah fesyen.
Sebab, produk fesyen yang timeless biasanya tidak akan ketinggalam zaman dan selalu relevan dengan tren mode yang sedang berkembang.
2. Merawat pakaian dengan baik
Merawat dan menjaga produk fesyen dengan baik dapat memperpanjang umur pakai yang sekaligus mampu mencegah kita untuk membuangnya.
Penting bagi kamu untuk merawat pakaian sesuai dengan petunjuk yang ada, terutama jika bahannya adalah wastra atau kain asli Indonesia dan menggunakan pewarna alami.
Jadi, semua produk fesyen yang ada di rumah mulai dari proses mencuci sampai perawatannya harus benar-benar diperhatikan.
Baca: Melawan dampak buruk fast fashion dengan slow fashion
3. Memperbaiki atau menyumbangkannya
Ada pun cara lain yang juga dianjurkan untuk mencegah pembuangan produk fesyen adalah dengan memperbaiki atau menyumbangkannya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Kadang ada waktunya pakaian kita rusak atau kekcilan. Kalau kasusnya rusak atau robek, sebisa mungkin kita perbaiki supaya bisa terlihat bagus lagi.
Tetapi kalau sudah tidak cocok atau kekecilan, kita bisa menyumbangkannya agar lebih bermanfaat bagi orang lain.
4. Membeli barang preloved atau thrifting
Mencegah limbah produk fesyen juga bisa dimulai dari awal, ketika kita pertama kali membelinya.
Thrifting atau membeli atau barang-barang bekas (preloved) yang masih bagus dan tetap fashionable untuk dipakai lagi tanpa disadari ikut mengurangi limbah tekstil dari produk fesyen.
Baca: Empat alasan mengapa anak muda suka thrifting

Leave a Reply