7cloud.asia – Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai melempar bola panas ke presiden terpilih Pilpres 2024 Prabowo Subianto ihwal keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Hal ini dikatakan ekonom dan pengamat kebijakan publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menanggapi pernyataan Jokowi yang mengatakan bahwa Keppres Pemindahan Ibu Kota semestinya diteken Prabowo.
“Dengan menyerahkan keputusan akhir kepada Prabowo, Jokowi secara efektif melepaskan tanggung jawab penuh atas kelanjutan proyek tersebut,” kata Achmad melalui keterangannya, seperti dikutip Tempo.co, Selasa (8/10/2024).
Sebab ketika proyek IKN nantinya menemukan hambatan atau bahkan gagal, Achmad berujar, Jokowi bisa menyatakan keberlanjutan proyek ini berada di tangan pemerintah baru.
“Presiden Jokowi memang mengambil langkah politik yang sangat iicin,” kata dia.
Baca Juga: Pengamat Tata Kota Sebut Pembangunan di IKN Tidak Terencana dengan Baik
Sementara itu, Achmad menilai, Prabowo akan mengemban beban besar dari pembangunan IKN yang hingga saat ini baru rampung sekitar 21 persen.
Mantan Danjen Kopassus itu bakal dihadapkan pada tantangan pendanaan, pembangunan infrastruktur, hingga kepastian ekosistem yang memadai di ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur itu.
Bila proyek IKN tidak berjalan sesuai rencana, Prabowo juga yang menanggung kritik dari semua pihak.
“Presiden Jokowi melempar bola panas, mengalihkan risiko kegagalan yang mungkin timbul di masa depan,” ujarnya.
Baca Juga: Menyorot Tudingan Perampasan Lahan Milik Rakyat dalam Pembangunan IKN
Sebelumnya, Jokowi mengatakan Keppres tentang pemindahan ibu kota dari Jakarta ke IKN belum diteken karena menunggu kesiapan ibu kota baru.
“Ya, mestinya gitu, (diteken) presiden yang baru, Pak Prabowo,” kata Jokowi di IKN, dikutip dari keterangan persnya, Minggu (6/10/2024).
Jokowi juga menyebut pemindahan ibu kota negara bukan urusan fisik semata. Lebih dari itu, perlu membangun ekosistem di wilayah tersebut. Caranya, bisa dilakukan dengan membangun sejumlah infrastruktur pendukung di ibu kota.
Di antaranya pembangunan seperti rumah sakit, sarana pendidikan di seluruh tingkatan, pusat keramaian seperti warung ataupun kafe, hingga urusan logistik.
“Semuanya butuh waktu. Pindah rumah saja ruwetnya kayak gitu, ini pindah ibu kota,” ujar Jokowi.

Leave a Reply