7cloud.asia – Hadiah Nobel bidang Fisiologi atau Kedokteran tahun ini dianugerahkan kepada ilmuwan biologi Amerika Serikat Victor Ambros dan Gary Ruvkun atas penemuan RNA-mikro atau mikroRNA.
“Hadiah Nobel bidang Fisiologi atau Kedokteran 2024 diberikan kepada Victor Ambros dan Gary Ruvkun atas penemuan mikroRNA dan fungsinya dalam regulasi gen pascatranskripsi,” demikian diumumkan di media sosial Nobel Prize, Senin.
Dalam pernyataan terpisah, Komite Nobel mengakui pentingnya penemuan mikroRNA oleh Ambros dan Ruvkun terhadap upaya memahami asal-muasal begitu banyak penyakit.
Dilansir di indonesianjournalofcancer.or.id, mikroRNA (miRNA) merupakan keluarga RNA yang tidak menyandi (non-coding RNA) yang berfungsi mengatur ekspresi gen pada jalur transduksi sinyal seluler.
RNA-mikro dapat bersifat onkogen atau gen supresor tumor, tergantung mRNA sasarannya dan berfungsi sebagai modulator translasi dan stabilitas mRNA serta berpotensi mempengaruhi berbagai jalur proliferasi, diferensiasi, dan apoptosis sel.
Baca: Aktivis Iran raih Nobel Perdamaian 2023
Kelainan pada miRNA, baik ekspresi berlebihan maupun delesi, dapat berpengaruh pada berbagai proses seluler di atas dan berakibat transformasi ganas.
Beberapa tahun terakhir, berbagai jenis miRNA yang berperan pada keganasan telah dapat diidentifikasi, bahkan selain dalam jaringan tumor juga dapat diidentifikasi dan diukur kadarnya dalam serum dan cairan tubuh lain sebagai circulating miRNA.
Untuk selanjutnya di kemudian hari dapat digunakan sebagai biomarker non-invasif untuk diagnosis maupun prognosis dan pemantauan kanker.
“Atas penemuan penting Ambros dan Ruvkun, serta para kolega yang berkembang atas jasa penemuan mereka, dimensi baru regulasi gen akhirnya tersingkap,” ucap Komite Nobel.
“Ketika fungsi protein dalam sebuah nukleus adalah meregulasi transkripsi dan penjalinan RNA, fungsi RNA-mikro adalah mengendalikan translasi dan degradasi mRNA (RNA duta) dalam sitoplasma,” demikian penjelasan komite tersebut terkait fungsi RNA-mikro yang ditemukan Ambros dan Ruvkun.
Baca: Peraih Nobel Perdamaian asal Bangladesh alami kriminalisasi
Regulasi gen di tingkat RNA-mikro memiliki peran yang menentukan selama suatu organisme hidup, dan hal tersebut juga penting “bagi kehidupan organisme multiseluler yang rumit”.
“Sejumlah kemajuan telah tercipta dalam pengembangan diagnosis dan terapi penyakit berbasis RNA-mikro, seperti untuk gangguan metabolisme, penyakit kardiovaskuler, kondisi neurodegeneratif, dan kanker,” menurut Komite Nobel seperti dilansir Sputnik.
Dalam penelitian mereka, Ambros dan Ruvkun meneliti nematoda mikro C. elegans yang bermutasi dengan kecacatan pertumbuhan, dan dari situ mereka menemukan suatu “RNA pendek”.
Penelitian dan uji laboratorium lanjutan memastikan penemuan RNA-mikro dan modus regulasi gennya yang hingga saat itu belum diketahui dunia medis.

Leave a Reply