Puluhan Ikan Paus Pemandu Sirip Pendek Terdampar, Ini Rekomendasi BRIN

Written by

in

7cloud.asia – Beberapa pekan lalu, puluhan ikan paus pemandu sirip pendek (short-finned pilot whale) terdampar di pesisir Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur.

Fenomena ini memang bukan yang pertama kali terjadi di Indonesia, namun hal ini dapat menjadi sebuah pertanda terjadinya gangguan terhadap ekosistem ikan paus pemandu sirip pendek

Dilansir di laman resmi brin.go.id, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Achmad Sahri menyoroti fenomena ini dari sisi pola distribusi kejadian paus terdampar di Indonesia.

BRIN juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Peneliti dari College of Science and Engineering, James Cook University, Australia, untuk melakukan riset terkait ekologi paus dan kejadian terdampar.

Hal ini untuk lebih memahami lebih jauh tentang tingkah laku biota ini sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa.

Baca: Seringnya ikan paus terdampar bisa jadi pertanda kerusakan ekosistem

Riset yang dikerjakannya bersama Peneliti dari College of Science and Engineering, James Cook University, Australia, Putu Liza Kusuma dan Ketua Tim Peneliti dan beberapa peneliti dari Indonesia dan Amerika Serikat menelaah data kejadian terdampar selama 26 tahun dari tahun 1995-2021.

Achmad Sahri mengatakan, selama periode 1995-2021, setidaknya ada 26 spesies paus dan lumba-lumba yang terdampar di perairan Indonesia.

”Satu dari enam spesies yang paling sering terdampar adalah paus pemandu sirip pendek yang juga terdampar di perairan Alor NTT beberapa minggu lalu,” imbuh Sahri.

Dikatakan Sahri, dengan memahami pola sebaran spasial dan temporal dari kejadian mamalia laut terdampar di Indonesia dapat mendukung upaya penyelamatan biota tersebut.

“Informasi ini sangat penting bagi penanganan kejadian terdampar, terutama berguna untuk pengalokasian personil atau kemungkinan mendatangkan alat berat,” ungkap Sahri.

Baca: Kaimana ditetapkan menjadi wilayah konservasi hiu paus

“Identifikasi area rawan tersebut juga dapat meningkatkan kesempatan bagi keberlangsungan hidup biota yang terdampar,” tambahnya.

Kedua narasumber mengimbau, masyarakat di sekitar pesisir diminta untuk melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang dan tidak melakukan tindakan yang bisa membahayakan paus.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengganggu/menaiki tubuh paus yang terdampar, karena hewan ini dalam kondisi lemah dan perlu penanganan yang tepat. Segera laporkan kepada pihak berwenang untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya frekuensi kejadian terdamparnya paus di perairan Indonesia, BRIN bekerja sama dengan berbagai pihak akan terus melakukan penelitian terkait fenomena alam ini.

Hal tersebut sebagai upaya untuk mencari solusi pencegahan yang lebih efektif serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *