7cloud.asia – Gangguan kesehatan mental diyakini menjadi hal yang dapat menurunkan kualitas hidup seseorang dan orang-orang di sekitarnya.
Sebagian orang beranggapan gangguan kesehatan mental menurun dalam suatu keluarga? Benarkah anggapan tersebut?
Menurut Aktivis Kesehatan Mental Renggi Ardiansyah, salah satu penyebab gangguan mental adalah gen yang diturunkan orangtua ke anaknya ketika dia lahir.
“Tetapi, tidak 100 persen ketika orangtua memiliki gangguan kesehatan mental pasti anaknya juga memiliki gangguan mental,” ujar Renggi dalam acara Kompas Editor’s Talks: Apakah Masyarakat Indonesia Sudah Cukup Siap Mental, belum lama ini.
Dikutip Kompas.com, Rengi mencontohkan seorang ayah yang memiliki kecemasan belum tentu akan memiliki anak yang punya kecemasan.
Baca: Rawat kesehatan mental anak dengan ucapan positif
Hal tersebut tidak dapat dipastikan, karena banyak hal yang dapat memicu gangguan kesehatan mental yang dialami seseorang.
“Ada sesuatu yang memicu kecemasan menjadi gangguan kesehatan mental. Karena, tidak semua kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental,” jelas Renggi.
Pemicu gangguan kesehatan mental tersebut dapat berupa faktor biologis dan psikologis yang tidak ada kaitannya dengan faktor genetik atau keturunan.
“Sebenarnya ini dapat kita atasi dengan pola parenting yang sehat,” ungkap Renggi.
Orangtua, ujarnya, sebaiknya tidak perlu membawa luka pengasuhan orangtuanya dulu di masa lalu dan menerapkannya kembali pada anaknya.
Misalnya, ketika orangtua kita dulu menerapkan pola asuh yang keras dengan sering membentak dan memukul ketika anak salah, sehingga membuat kita depresi. Maka, sebaiknya hal itu tidak diterapkan pada anak.
Baca: Survei satu dari tiga remaja alami gangguan kesehatan mental
“Kadang-kadang orangtua merasa tidak memahami kondisi anaknya sehingga tidak bisa memberikan ruang aman,” ujar Renggi.
Anak yang tidak memiliki ruang aman pada orangtua cenderung menutup dirinya. Ia merasa tertekan karena tidak bisa mengekspresikan diri, merasa dituntut dan dikekang, juga merasa cemas.
Gangguan kesehatan mental yang semula tidak ada, dengan kondisi ini, malah bisa muncul karena kondisi tersebut.
“Karena sebenarnya gangguan mental itu perlu pemicunya, tidak muncul bergitu saja,” ujar Renggi.
Pola asuh yang keras tersebutlah yang menjadi pemicu gangguan kesehatan mental. Pemicu inilah yang harus diperhatikan dan dihilangkan, sehingga anak tidak mengidap gangguan kesehatan mental yang sama dengan orangtuanya.

Leave a Reply