7cloud.asia – Kita sering menganggap pola makan sangat menentukan kesehatan kita. Dan ada banyak kebenarannya. Apa yang kita makan sangat menentukan tubuh fisik tempat kita menjalani hidup.
Tapi, apakah Anda sadar bahwa “diet” kita lebih dari sekadar apa yang kita makan. Setiap hari, kita mengonsumsi banyak hal lain: media yang kita tonton, buku yang kita baca, percakapan yang kita lakukan, berita yang kita temui, dan bahkan pemikiran yang kita pikirkan.
Sama seperti makanan yang kita asup berdampak pada kesehatan fisik kita, bentuk konsumsi lainnya juga secara signifikan memengaruhi kesejahteraan emosional, spiritual, dan mental kita.
Dan hidup di dunia yang dipenuhi dengan informasi dan stimulan, kesadaran dalam mengosumsi menjadi semakin penting untuk merawat kesehatan mental kita.
Pilihan yang kita buat tentang apa yang akan dikonsumsi membentuk pikiran, sikap, dan pada akhirnya kehidupan kita. Mengonsumsi secara sadar mungkin merupakan salah satu upaya terpenting yang dapat kita lakukan.
“Dengan menerapkan konsumsi yang sadar, kita tidak hanya mengatur pengaruh eksternal dalam pikiran kita tetapi kita juga dapat menyelaraskan tindakan kita sehari-hari dengan nilai dan tujuan kita yang lebih dalam,“ tulis praktisi minimalisme, Joshua Becker.
Joshua mengajak para pembacanya untuk menjelajahi bagaimana orang dapat mendekati konsep ini dengan intensionalitas, membuat pilihan yang membawa nya menuju kehidupan yang lebih bermakna dan memuaskan.
Sama seperti kesehatan fisik yang dipengaruhi oleh nutrisi (atau kekurangan nutrisi) dalam makanan, ujarnya, kesehatan mental dan emosional kita dipengaruhi oleh kualitas dan jenis masukan mental kita.
Namun dalam urusan kesehatan mental ini, dampaknya tidak selalu langsung terasa. Dampak negatif penuh dari pola konsumsi yang tidak sehat tidak terasa pada hari pertama, namun sepanjang hidup, efek kumulatifnya menentukan akan menjadi siapa kita nantinya.
“Pertimbangkan ini: jika kita terus-menerus mengonsumsi berita negatif, kita mungkin mulai merasa cemas atau pesimis terhadap dunia,“ imbuh Joshua.
Jika kita mengikuti akun media sosial yang mempromosikan standar yang tidak realistis, kita mungkin mulai merasa tidak mampu atau tidak puas dengan kehidupan kita.
Sebaliknya, jika kita memilih buku-buku yang membangkitkan semangat, podcast positif, spiritualitas yang memberi kehidupan, atau percakapan yang bermakna, kita dapat memupuk rasa harapan, inspirasi, dan motivasi.
“Tidak selalu di hari pertama, tapi pada akhirnya… dan selalu seperti itu,“ ujar Joshua.
Masyarakat kita, seperti yang Anda ketahui, sering kali menyamakan konsumsi dengan identitas—apa yang kita miliki, apa yang kita kenakan, dan apa yang kita tampilkan di media sosial.
Namun, kepuasan terbesar dalam hidup sebenarnya tidak akan pernah datang dari akumulasi eksternal, namun dari keselarasan internal.
Dengan memilih secara sadar, kita bisa berfokus pada konsumsi apa yang menyehatkan jiwa kita dan memberikan dampak positif pada perjalanan hidup kita, bukan pada apa yang hanya mengisi waktu kita atau, lebih buruk lagi, membawa kita ke jalan yang tidak kita inginkan.
Tapi ada satu hal: Hidup dengan niat membutuhkan kerja keras dan usaha.
Pentingnya Intensionalitas
Konsumsi yang sadar mengharuskan kita untuk membuat pilihan yang disengaja, bukan sekadar mengikuti arus norma dan harapan masyarakat. Itu mengharuskan kita untuk muncul dalam kehidupan kita sendiri setiap hari.
Ini berarti mengambil langkah mundur dan mengevaluasi apa yang kita izinkan masuk ke dalam hidup kita, memahami bahwa tidak semua konsumsi diciptakan sama.
Hal ini menuntut kita untuk dengan berani mengevaluasi ketika orang lain memilih dengan tidak bijaksana dan mengambil keputusan untuk diri kita sendiri.
Antrean di toko makanan cepat saji drive-thru lebih panjang dibandingkan kasir di bagian produksi toko kelontong, namun yang satu menghasilkan kesehatan jangka panjang, yang lainnya tidak sehat.
Untuk hidup dengan sengaja, pertama-tama kita harus menyadari bahwa hidup kita memiliki nilai dan layak untuk dijalani dengan baik. Dan ini bukanlah langkah mudah bagi semua orang. Lebih dari itu, kita menyadari bahwa hidup adalah kumpulan dari pilihan-pilihan setiap hari.
Setiap hari menghadirkan peluang baru untuk memilih secara berbeda, untuk memilih apa yang sejalan dengan nilai-nilai kita daripada apa yang nyaman atau populer.
Setiap hari baru juga merupakan tanggung jawab, untuk memilih intensionalitas berulang kali. Karena jika kita tidak memilih kesengajaan setiap hari, orang lain akan mulai mengemudikannya.
Landasan konsumsi yang sadar dimulai dengan kesadaran diri. Kita harus mengetahui siapa diri kita, apa yang kita hargai, apa yang ingin kita capai, dan apakah hidup kita mengarah ke arah tersebut.
Setelah kita memiliki pemahaman yang jelas tentang elemen-elemen ini, kita dapat membuat pilihan yang mendukung tujuan dan aspirasi kita.

Leave a Reply