7cloud.asia – Dalam tulisan sebelumnya dipaparkan bagaimana dampak kenaikan suhu global atau pemanasan global yang mencapai 2°C sangat besar pengaruhnya pada kondisi iklim dan pola cuaca.
Karena itu para pakar dan pemerhati lingkungan dunia terus berupaya untuk mencegah agar pemanasan global bisa dihambat kurang dari 1,5°C dengan berbagai cara.
Salah satu cara menghentikan pemanasan global tidak mencapai 2°C adalah dengan memotong emisi dan menghijaukan kembali kawasan yang sudah rusak.
Mengapa? Karena, pada tahap selanjutnya, pemanasan global yang mencapai 2°C mengakibatkan dampak serius pada lingkungan, yang bisa disebut satu per satu seperti berikut ini, seperti dikutip dari earth.org:
Baca: Dampak pemanasan global pada pola cuaca
Kenaikan Permukaan Laut
Kenaikan permukaan laut adalah salah satu dampak jangka panjang terbesar dari pemanasan global.
Dengan pemanasan sebesar 2°C, rata-rata permukaan laut global diperkirakan akan meningkat sebesar 0,46-0,99 meter (1,51-3,25 kaki) pada tahun 2100 dibandingkan dengan kondisi pada tahun 1986-2005.
Bahkan jika pemanasan global dapat dihentikan, permukaan air laut akan terus meningkat selama berabad-abad.
Kenaikan permukaan air laut ini tidak akan terjadi secara merata di seluruh dunia karena penurunan permukaan tanah setempat dan perubahan arus laut. Beberapa dampak kenaikan permukaan air laut di dunia yang menghangat 2°C meliputi:
1. Lebih banyak banjir dan erosi di wilayah pesisir, yang mengancam wilayah pesisir dataran rendah dan negara-negara kepulauan kecil.
2. Intrusi air asin ke akuifer atau perairan pesisir, mempengaruhi sumber daya air tawar.
3. Hilangnya lahan basah pesisir dan hutan bakau, yang menyediakan fungsieko sistem penting dan penyangga alami terhadap badai.
4. Krisis pengungsi iklim didorong oleh pengungsian jutaan orang yang tinggal di wilayah pesisir.
Baca: Ini yang terjadi pada kehidupan jika pemanasan global mencapai 2°C
Dampak terhadap Ekosistem
Ribuan spesies, baik yang hidup di darat maupun laut, akan menghadapi peningkatan risiko kepunahan karena mereka kesulitan beradaptasi terhadap kondisi yang berubah dengan cepat.
Gangguan-gangguan ini akan berdampak besar pada keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon, dan berbagai jasa ekosistem yang menjadi sandaran masyarakat.
Beberapa dampak utama meliputi:
1. Terumbu karang: Penelitian menunjukkan bahwa 99% terumbu karang akan hilang karena meningkatnya frekuensi gelombang panas laut dan pengasaman laut.
2. Ekosistem Arktik: Pemanasan yang cepat di Arktik akan menyebabkan hilangnya es laut secara signifikan dan mengubah jaring makanan, sehingga berdampak pada spesies seperti beruang kutub dan anjing laut.
3. Hutan: Peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan akan menyebabkan perubahan komposisi hutan dan peningkatan risiko kebakaran hutan dan wabah hama.
4. Hilangnya keanekaragaman hayati: Laju kepunahan spesies diperkirakan akan semakin cepat, dengan sebuah penelitian memproyeksikan bahwa 18% serangga, 16% tumbuhan, dan 8% vertebrata akan kehilangan lebih dari separuh wilayah geografis yang ditentukan oleh iklim dengan pemanasan sebesar 2°C.

Leave a Reply