Mengapa Pernikahan Menjadi Hal yang Menakutkan bagi Anak Muda?

Written by

in

7cloud.asia – Topik mengenai pernikahan sempat menjadi perbincangan di media sosial beberapa waktu yang lalu.

Kata kunci “Marriage Is Scary” sempat menjadi trending topic di X (dahulu twitter) selama beberapa hari di awal Agustus.

Tren ini dimulai dengan munculnya banyak video yang menunjukkan betapa menakutkannya pernikahan bagi seseorang, khususnya anak muda.

Fenomena ketakutan pada pernikahan ini semakin populer seiring meningkatnya kasus perceraian dan terkuaknya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Banyak orang memakai istilah ini untuk menyampaikan kekhawatiran atau bahkan ketakutan mereka terhadap konsep pernikahan.

Baca: Tiga alasan mengapa makin banyak orang muda tinggal bersama tanpa menikah

Kekhawatiran itu muncul, baik karena pengalaman pribadi yang tidak menyenangkan maupun pandangan umum yang menganggap kehidupan pernikahan penuh tekanan.

Lantas, apa yang menyebabkan pernikahan menjadi hal yang menakutkan, khususnya untuk anak muda?

Dalam episode SuarAkademia terbaru, Tim Podcast The Conversation Indonesia berdiskusi dengan Dian Kinayung, dosen dari fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Dian sempat membuat survei secara mandiri untuk meneliti tren ini. Dari 196 mahasiswa rentang usia 17-25 tahun, 84 persen responden yang ia ajak bicara mengaku memiliki ketakutan untuk menikah.

Ia mengatakan, alasan yang disampaikan oleh responden sangat beragam. Salah satu alasan terbanyak dalam survei tersebut adalah informasi mengenai permasalahan pernikahan di Internet.

Baca: Makin banyak orang muda Indonesia yang menunda menikah

Menurut Dian, banyaknya konten media sosial yang viral dan memberikan banyak sekali informasi mengenai permasalahan pernikahan seperti terlantarnya anak, KDRT

Juga, banyaknya perempuan atau istri yang menjadi tulang punggung bisa menjadi faktor pemicu trauma sekunder.

Selain itu, Dian juga menyebutkan bahwa situasi ekonomi yang semakin berat membuat responden survei, khususnya laki-laki, memutuskan untuk mengejar kemapanan terlebih dahulu.

Menurut hasil survei tersebut, responden laki-laki mengatakan hal materiil seperti pekerjaan dan keuangan menjadi kekhawatiran yang mendalam sebelum akhirnya memutuskan untuk masuk ke jenjang pernikahan.

Jika Anda ingin tahu selengkapnya perbincangan ini, simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia—ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi di The Conversation.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *