7cloud.asia – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin yang terjadi di sejumlah wilayah mulai Selasa (03/09/2024) hingga sepekan kedepan.
Berdasarkan laman resmi BMKG, kondisi cuaca seperti ini berpotensi melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat.
Selain itu wilayah Kalimantan Tengah, KalimantanTimur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat juga berpeluang terjadi hujan sedang hingga lebat disertai petir.
Baca: Banjir bandang landa Ternate, 14 orang meninggal
Wilayah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan juga berpotensi hujan sedang hingga lebat disertai petir.
BMKG juga memperkirakan angin kencang terjadi di wilayah Sumatera Selatan, Jawa Timur, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Masih banyaknya wilayah yang berpeluang hujan di tengah musim kemarau karena pengaruh aktivitas fenomena cuaca global dan regional, berupa aktifnya Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial.
Selain itu, adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin, kelembaban udara yang tinggi, serta labilitas atmosfer yang menciptakan kondisi udara labil sehingga berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.
Baca: Banjir rob berpotensi melanda wilayah ini
Namun, wilayah selatan Indonesia, termasuk pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, saat ini masih mengalami musim kemarau dengan dominasi cuaca cerah hingga berawan.
Adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang dapat mengakibatkan terjadinya bencana alam.
Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat terutama yang berada di Indonesia bagian utara, agar mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Masyarakat juga harus mengenali potensi bencana di lingkungannya dan mulai memahami cara mengurangi resiko bencana tersebut.
Baca: Sungai Ngarai Sianok meluap
Misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan,bergotong royong menjaga kebersihan dan menata lingkungan sekitarnya
Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing atau rawan longsor dan banjir, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap dampak yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.
Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang dan berkurangnya jarak pandang;
Suhu udara berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius dengan tingkat kelembaban udara antara 32 hingga 100 persen.
Suhu terendah diprediksi terjadi di Kota Jayawijaya, sementara suhu tertinggi diperkirakan terjadi di Kota Medan, Jambi, Bengkulu, Palembang, Serang, Makassar.

Leave a Reply