Israel Hanya Beri Waktu Tiga Hari Jeda Kemanusiaan untuk Vaksinasi Polio Massal di Gaza

Written by

in

7cloud.asia – Para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, Israel telah memberi lampu hijau kepada badan-badan PBB itu untuk mulai melakukan vaksinasi polio terhadap ratusan ribu anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Dr. Rik Peeperkorn, perwakilan WHO untuk Wilayah Pendudukan Palestina mengatakan kampanye vaksinasi polio massal untuk mengimunisasi lebih dari 640.000 anak terhadap penyakit yang melumpuhkan ini akan dimulai pada Minggu, 1 September.

Vaksinasi polio akan memberikan dua tetes vaksin oral polio baru tipe 2 (nOPV2) kepada lebih dari 640.000 anak di bawah usia 10 tahun.

Peeperkorn mengatakan bahwa 1,26 juta dosis vaksin dan 500 tempat penyimpanan vaksin telah dikirim ke Gaza, sementara 400.000 dosis vaksin tambahan akan segera tiba.

Ia mencatat bahwa lebih dari 2.180 tenaga kesehatan dan pekerja penyuluh masyarakat telah dilatih untuk memberikan vaksinasi dan memberi tahu masyarakat tentang kampanye tersebut.

Baca Juga: Kasus Polio Terkonfirmasi di Gaza, Kelompok Bantuan Serukan Gencatan Senjata Segera untuk Program Vaksinasi

“Setidaknya 90 persen cakupan vaksinasi selama setiap putaran kampanye diperlukan untuk menghentikan wabah dan mencegah penyebaran polio secara internasional,” tegasnya.

Berbicara dari Deir al Balah di Gaza tengah, Peeperkorn mengatakan kepada wartawan di Jenewa, Jumat (30/8/2024), bahwa Israel telah menyetujui serangkaian jeda kemanusiaan.

“Kami ingin menekankan bahwa tanpa jeda kemanusiaan, pelaksanaan kampanye (vaksinasi), yang sudah dilaksanakan dalam keadaan yang sangat kompleks dan menantang, tidak akan mungkin terjadi,” kata Peeperkorn.

“Jadi, kami menyambut baik komitmen awal terhadap jeda kemanusiaan khusus wilayah ini selama kampanye,” katanya.

Peeperkorn menyerukan semua pihak untuk menghentikan pertempuran agar anak-anak dan keluarga dapat mengakses fasilitas kesehatan dengan aman.

Baca Juga: WHO akan Kirim 1 Juta Vaksin Polio ke Gaza

Sebaliknya, petugas juga bisa menjangkau masyarakat untuk memberikan vaksinasi polio kepada anak-anak yang tidak dapat mengakses fasilitas kesehatan.”

Kampanye vaksinasi polio, yang dijalankan oleh Kementerian Kesehatan Gaza, WHO, Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) dan mitra-mitranya, akan dibagi menjadi tiga fase, yang masing-masing berlangsung selama tiga hari.

Imunisasi dimulai dari Gaza tengah, diikuti oleh Gaza selatan, dan terakhir Gaza utara.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (30/8/2024) mengatakan bahwa waktu yang disepakati untuk kampanye vaksinasi polio di Gaza “kemungkinan tidak cukup” untuk mencapai cakupan yang memadai.

Kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di bawah usia 10 tahun akan dimulai di Gaza pada Minggu (1/9/2024) dan akan berlangsung selama tiga hari di setiap zona: tengah, selatan, dan utara Gaza, di mana jeda kemanusiaan akan diberlakukan selama distribusi vaksin.

Baca Juga: UNRWA: Wabah Polio Membayangi Lokasi Pengungsian di Seluruh Jalur Gaza

“Karena kondisi keamanan yang tidak stabil, kerusakan pada jalan dan infrastruktur, serta perpindahan dan pergerakan penduduk, tiga hari di setiap area kemungkinan tidak cukup untuk mencapai cakupan yang memadai,” kata Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah konferensi pers.

“Cakupan vaksinasi akan dipantau sepanjang kampanye, dan telah disepakati bahwa vaksinasi akan diperpanjang satu hari di mana pun diperlukan,” tambah Tedros.

Ia menekankan bahwa tim vaksinasi harus dilindungi dan diizinkan untuk menjalankan kampanye dengan aman, dan mendesak semua pihak untuk memastikan perlindungan mereka, serta fasilitas kesehatan dan anak-anak.

“Jeda kemanusiaan sangat diperlukan, tetapi pada akhirnya, satu-satunya solusi untuk menjaga kesehatan anak-anak Gaza adalah gencatan senjata,” tegasnya.

Sumber: VOAIndonesia/Anadolu-OANA

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *