7cloud.asia – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal syarat ambang batas (treshold) mengubah peta kekuatan PDI Perjuangan di Pilkada 2024 di Jawa Tengah.
Sebelumnya DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah memperkirakan akan melawan kotak kosong di 12 kabupaten/kota dari 35 daerah dalam pelaksanaan Pilkada kali ini.
Seperti diketahui sebelumnya parpol atau gabungan partai politik disyaratkan memperoleh minimal 20 persen kursi di DPRD untuk dapat mengajukan calonnya di Pilkada.
Namun dengan adanya putusan MK, syarat berubah menjadi 6,5 hingga 10 persen perolehan suara di pemilu legislatif tergantung jumlah DPT.
Kendati demikian, Bendahara DPD PDI Perjuangan Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan tetap menghormati keputusan MK.
Baca: PDI Perjuangan belum putuskan calonnya di Pilkada Jakarta
Dia juga tetap optimistis, PDI Perjuangan akan dapat memenangkan Pilkada serentak pada November 2024.
“Yang dulu kita sampaikan kita mau kotak kosong 12 itu bubar karena putusan MK, kita menghormati itu semua. Mudah mudahan kita masih mayoritas menang,” kata Agustina dikutip Kompas.com Senin (26/8/2024) malam.
Sejauh ini pihaknya telah menurunkan enam rekomendasi calon kepala daerah di Jateng.
Di antaranya bakal Cagub dan Cawagub Jateng, kemudian bakal cawalkot/cabup di Purbalingga, Boyolali, Sragen, Demak, dan Kota Salatiga.
Untuk melakukan konsolidasi dalam memenangkan Piljada Jateng, pihaknya masih menunggu pengumuman rekomendasi sejumlah daerah lainnya dari DPP PDI Perjuangan.
“Kita harus menunggu 6 cabang yang lain yang akan direkomendasi, baru bisa kita baca persentase (kemenangan),” ungkapnya.
Baca: PDI Perjuangan tetap jadi magnet di Pilkada 2024
Sebelumnya diberitakan, dia menyebutkan terdapat tiga daerah yang menjadi prioritas bagi para bakal calon kepala daerah dari PDI Perjuangan untuk melawan kota kosong.
Yakni Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Grobogan, dan Kabupaten Semarang.
“Purbalingga jelas, kemudian Grobogan, dan Kabupaten Semarang. Semuanya masih cair untuk berbicara kotak kosong,” katanya.
Dia mengakui tidak banyak energi yang dibutuhkan untuk melawan kotak kosong. Sehingga dia yakin pemerintahan dapat tetap berjalan lancar.
“Kalau dengan kotak kosong, energi secara emosional dengan kotak kosong tidak begitu besar. Kegiatan masyarakat juga bisa berjalan seperti biasa,” imbuhnya.

Leave a Reply