7cloud.asia – Penelitian yang dilakukan Kelvin Tang (Kandidat PhD di University of Tokyo) tentang posisi dan kondisi pendidikan perubahan iklim di Indonesia menunjukkan bahwa pendidikan perubahan iklim belum menjadi prioritas baik dari segi kebijakan perubahan iklim maupun kebijakan pendidikan.
Dalam tulisannya yang telah terbit di The Conversation, Kelvin menemukan terdapat ketidaksinkronan gagasan pendidikan perubahan iklim di dalam kedua kebijakan tersebut.
Penelitian Kelvin menemukan tiga fakta penting tentang pendidikan perubahan iklim di Indonesia, yakni pendidikan perubahan iklim masih termarginalkan, masih kurangnya sinergi antarkebijakan serta pendidikan perubahan iklim masih didominasi nilai ekonomi
Temuan Kevin di atas menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan mendesak akan kebijakan yang terkoordinasi antara tujuan perubahan iklim dan pendidikan.
Harapannya, desain dan implementasi pendidikan perubahan iklim dapat berjalan secara selaras dan efektif di Indonesia.
Baca: Masalah pendidikan perubahan iklim di Indonesia1
Saat ini, usaha-usaha ke arah sana mulai tampak. Salah satunya lewat Inisiatif seperti Kurikulum Merdeka versi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Program Adiwiyata.
Kebijakan yang dirumuskan Kementerian Lingkungan Hidup, menunjukkan bahwa ada upaya untuk memasukkan pendidikan perubahan iklim ke dalam sistem pendidikan formal.
Kurikulum Merdeka dirancang untuk pembelajaran yang lebih fleksibel, sehingga memungkinkan integrasi topik-topik perubahan iklim ke dalam berbagai mata pelajaran.
Kurikulum Merdeka juga memuat Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).
Program lintas disiplin ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk ‘mengalami pengetahuan’ melalui proyek-proyek observasi lingkungan sekitar dan mencari solusi terhadap masalah yang ditemukan.
Baca: Masalah pendidikan perubahan iklim di Indonesia 2
Salah satu topik dari P5 adalah ‘Gaya Hidup Berkelanjutan’.
Sementara itu, Program Adiwiyata juga dapat mendorong sekolah-sekolah yang berpartisipasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lingkungan siswa.
Sekolah juga dapat mengevaluasi kegiatan pembelajaran berdasarkan tanggung jawab mereka untuk melestarikan lingkungan alam dan mendorong pembangunan berkelanjutan.
Pendidikan perubahan iklim yang ditujukan kepada masyarakat umum, khususnya generasi muda, menjadi sangat penting untuk memersiapkan bangsa Indonesia dalam menghadapi dampak perubahan iklim yang diprediksi akan lebih ekstrem pada beberapa dekade mendatang.
Hal ini menekankan perlunya pengarusutamaan pendidikan perubahan iklim di dalam pendidikan formal di Indonesia.
Baca: Masalah pendidikan perubahan iklim di Indonesia 3
Indonesia dapat memulai langkah awal dengan membuat kebijakan khusus mengenai desain dan implementasi pendidikan perubahan iklim yang holistik dan selaras, tidak tumpang tindih.
Misi ini dapat tercapai dengan adanya peran yang jelas bagi instansi mana yang bertanggungjawab atas pendidikan perubahan iklim dalam pendidikan formal Indonesia.
Artikel ini telah terbit di The Conversation, penulis: Kelvin Tang (Kandidat PhD di University of Tokyo)

Leave a Reply