7cloud.asia – NEWBitumen, demikian nama yang diterakan pada bahan perkerasan jalan yang menggunakan plastik yang dianggap tidak dapat didaur ulang.
NEWBitumen merupakan produk dari perusahaan rintisan teknologi asal Singapura, Magorium yang didirikan Oh Chu Xian. NEWBitumen disebut turut menjadikan Singapura lebih hijau.
Lewat Magorium, Oh yang kini berusia 29 tahun, mengembangkan teknologi baru untuk mengubah sampah plastik menjadi bahan perkerasan jalan atau pevemen yang disebut NEWBitumen.
Solusi inovatif ini mengolah berbagai jenis sampah plastik termasuk yang terkontaminasi, seperti limbah medis dari rumah sakit.
“Sampah ini, sejak lama, dianggap tidak dapat didaur ulang, baik di Singapura maupun di belahan dunia lainnya. Namun kami telah mampu melakukannya dan mengalihkan puluhan ribu kilogram sampah plastik dari insinerasi di Singapura,” terang Oh seperti dilansir straitstimes.com.
Prestasi Magorium ditoreh pada tahun 2022, dengan mengalihkan lebih dari 8.000 kilogram sampah plastik dari pembakaran untuk finishing jalan masuk hijau di DBS Newton Green dengan menggunakan NEWBitumen.
Dengan Magorium, Oh bertujuan untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dengan memungkinkan dunia usaha dan pengembang membuang sampah plastik mereka secara bertanggung jawab, cepat, dan terjangkau.
Baca: Robries mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai tinggi
Hal ini penting, tegas Oh, karena 95 persen sampah plastik di Singapura tidak dapat didaur ulang.
“Misi saya adalah meningkatkan laju daur ulang Singapura dengan menggunakan plastik sebagai sumber daya, bukan memperlakukannya sebagai sampah.”
Tumbuh dalam bisnis keluarga yang memproduksi bahan-bahan untuk pembangunan jalan, menjadi peletak dasar bagi “misi” Oh.
“Bisnis keluarga saya mengajarkan saya pada sektor lingkungan binaan dan bagaimana sebagian besar infrastruktur yang dibangun mengorbankan sumber daya pertambangan dari bumi kita,” demikian Oh berbagi.
Ditambah dengan kesadarannya bahwa negara-negara seperti Singapura tidak memiliki kemampuan daur ulang yang kuat –mengekspor sebagian besar limbahnya dan membakar sisanya– hal ini memicu keinginannya untuk mencari solusi.
Dia lalu mendirikan Magorium pada tahun 2019 sebagai wirausaha sosial, untuk memastikan usahanya memberi dampak positif bagi sosial dan lingkungan sekitarnya.
“Usaha sosial mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa kita menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang sesuai, sekaligus meningkatkan pendapatan dan keuntungan. Ini menciptakan lapisan akuntabilitas tambahan.”
Baca: SIKLUS tawarkan solusi efektif untuk kurangi sampah plastik
Membuat terobosan baru
Oh mulai mengembangkan teknologi untuk menciptakan NEWBitumen sejak delapan tahun lalu. Namun, tak mudah baginya untuk meyakinkan para veteran industri mengenai kelayakannya NEWBitmen ini.
Metode konstruksi yang bergantung pada sumber daya alam bumi, seperti minyak mentah, untuk membuat material sudah sedemikian terpatri di kalangan pelaku industri ini membuat perubahan menjadi sulit.
“Ada perasaan meremehkan dan menolak mencoba sesuatu yang baru baik di sektor pengelolaan limbah maupun lingkungan hidup,” katanya, meskipun ia memahami keengganan mereka untuk mengambil risiko.
“Namun, karena kita hidup dalam iklim di mana perubahan semakin diperlukan untuk bertahan hidup, saya yakin inilah saatnya untuk memperbaiki sesuatu yang rusak,” tambahnya.
Tidak terpengaruh, Ms Oh bertahan dan akhirnya menyelesaikan proyek pertama Magorium pada tahun 2020 – membangun jalan masuk ke tempat parkir pabrik menggunakan NEWBitumen.
“Untuk meyakinkan pemilik agar mau mencoba, kami memberikan diskon, memberikan garansi untuk memperbaiki keadaan jika terjadi kesalahan, dan menawarkan laporan pengujian untuk menunjukkan bahwa jalan baru akan berfungsi seperti jalan normal,” kenangnya.
“Setelah itu, kami mulai menjadi lebih kredibel di mata para profesional yang lebih tua dan berpengalaman.”
Satu kemenangan kecil membuahkan kemenangan lain, dan Magorium dianugerahi DBS Foundation Grant pada tahun 2021. Setelah itu Magorium terus mengembangkan sayapnya.
Baca: Aplikasi belanja Kecipir terapkan sistem guna ulang untuk kurangi sampah plastik

Leave a Reply